Kategori: Solo

Babak Baru Hubungan Solo-Sukoharjo: Dulu Renggang, Kini Saling Menopang


Solopos.com/Suharsih

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dicabutnya larangan bus Batik Solo Trans (BST) dan bus tingkat wisata Werkudara masuk Solo Baru menandai babak baru hubungan Solo-Sukoharjo yang selama beberapa tahun ini renggang.

Sebagai informasi, hubungan antara Pemkab Sukoharjo dan Pemkot Solo sempat renggang karena ada beberapa konflik. Salah satunya terkait keputusan Pemkab Sukoharjo yang tak membolehkan bus tingkat Werkudara beroperasi sampai wilayah Solo Baru pada 2019 lalu.

Dinas Perhubungan Solo saat itu beralasan bus Werkudara beroperasi sampai Solo Baru karena ada permintaan. Khususnya dari manajemen Fave Hotel dan The Park Mall untuk membawa wisatawan ke sana.

Baca Juga: Kunjungi Ponpes Budi Utomo Solo, Danrem Warastratama Ingatkan Santri Jangan Mudik

Sedangkan Pemkab Sukoharjo melarang dengan pertimbangan sedang menata operasional angkutan umum setempat. Pemkab Sukoharjo khawatir pengoperasian bus tingkat Werkudara akan mengganggu operasional angkutan umum di Solo Baru.

Konflik lain yang membuat hubungan Solo-Sukoharjo terkait perebutan pengelolaan dua permakaman yakni TPU Daksinoloyo dan TPU Pracimaloyo. TPU Daksinoloyo di wilayah Grogol sementara TPU Pracimaloyo di wilayah Kartasura. Keduanya berbatasan dengan Solo.

Konflik perebutan hak pengelolaan lahan dua TPU itu sudah lebih lama terjadi. Terakhir masalah ini mencuat saat Solo masih dipimpin Wali Kota FX Hadi Rudyatmo (Rudy) dan Sukoharjo dipimpin Bupati Wardoyo Wijaya.

Baca Juga: Bus BST Bakal Beroperasi Sampai Solo Baru Sukoharjo, Ini Rutenya

Keuntungan Kerja Sama

Kini, seiring pergantian estafet kepemimpinan dari Rudy kepada Gibran Rakabuming dan dari Wardoyo kepada istrinya, Etik Suryani, hubungan Solo-Sukoharjo perlahan mencair. Kedua pemimpin daerah yang dilantik pada Februari 2021 lalu itu sepakat bekerja sama dan saling menopang. Terutama sektor ekonomi dan pariwisata.

Hal itu dimulai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kerja sama dua daerah dalam upaya peningkatan ekonomi dan pariwisata oleh Gibran dan Etik. Adalah Plt Kepala Dishub Sukoharjo, Toni Sri Buntoro, yang pertama mengungkapkan adanya MoU yang ditandatangani beberapa waktu lalu itu.

Kerja sama ini diyakini bakal menguntungkan kedua pihak. BST akan memiliki jangkauan yang lebih luas sedangkan Sukoharjo juga mendapat keuntungan dalam promosi wisata dengan beroperasinya bus Werkudara ke tempat-tempat wisata di kabupaten tersebut.

Baca Juga: Lebih Dari 1 Juta Penumpang Diangkut Bus BST Solo Sejak Juli

Toni berharap dengan masuknya bus Werkudara dan BST yang menandai membaiknya hubungan Solo-Sukoharjo mampu meningkatkan sektor wisata di Sukoharjo. Selain itu mendukung pertumbuhan ekonomi warga di Sukoharjo.

Rute BST Sampai Sukoharjo

Sementara itu, Dishub Solo mengatakan sesuai grand design pengelolaan BST, ada dua koridor yang melintasi Sukoharjo yakni koridor 5 dan 6. Rute koridor 5 yakni Terminal Kartasura - Jl Adi Soemarmo, Colomadu - Jl Adi Soemarmo - Jl. Letjen Suprapto - Jl Jenderal Ahmad Yani - Jl Adisucipto - Jl. Dr Moewardi - Jl Slamet Riyadi - Jl Yos Sudarso - Jl Veteran - Jl Kyai Mojo - Sub Terminal Semanggi - Jl Kyai Mojo - Pasar Bekonang.

Kemudian, rute koridor 6 yakni Terminal Tirtonadi - Jl Ahmad Yani - Jl Letjen S Parman - Jl Gajah Mada - Jl RM Said - Jl Teuku Umar - Jl. Ronggowarsito - Jl Diponegoro - Jl Slamet Riyadi - Jl Jenderal Sudirman - Jl Mayor Sunaryo - Jl Kapten Mulyadi - Jl Veteran - Jl Yos Sudarso - Jl Ir Soekarno - Solo Baru (RS Indriati).

Baca Juga: Tak Hanya Werkudara, Bus BST Juga Bakal Melintas Di Solo Baru Sukoharjo

Sinyalemen kolaborasi antardaerah ini sebenarnya sempat diungkapkan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat pertemuan tujuh kepala daerah Soloraya pada 23 Maret 2021 lalu.

Gibran mengaku dalam pertemuan itu ia berbicara dengan semua kepala daerah Soloraya. Dengan Etik Suryani (Bupati Sukoharjo), Gibran mengaku bicara keinginan Pemkot agar BST dan Bus Tingkat Werkudara diizinkan masuk Solo Baru.

Share