Babak Akhir Kasus Perusakan Nisan Makam Polokarto Sukoharjo, Pengurus dan Ahli Waris Bertemu

Kasus perusakan batu nisan makam di Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo, berakhir setelah ahli waris dan pengurus dipertemukan.

 Jajaran Muspika Polokarto mempertemukan Pengelola Makam Muslim Polokarto, Supriyanto (tengah), dengan keluarga korban perusakan batu nisan, Mustaqim (dua dari kanan), di Balai Desa Polokarto, Sukoharjo, Kamis (23/9/2021). (Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani)

SOLOPOS.COM - Jajaran Muspika Polokarto mempertemukan Pengelola Makam Muslim Polokarto, Supriyanto (tengah), dengan keluarga korban perusakan batu nisan, Mustaqim (dua dari kanan), di Balai Desa Polokarto, Sukoharjo, Kamis (23/9/2021). (Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani)

Solopos.com, SUKOHARJO — Kasus perusakan sejumlah batu nisan makam di Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, berakhir dengan penyelesaian secara restorative justice.

Polres Sukoharjo melalui Polsek Polokarto mempertemukan pengurus atau pengelola makam dan keluarga ahli waris makam yang nisannya dirusak di Balai Desa Polokarto pada Kamis (23/9/2021).

Pertemuan juga dihadiri jajaran Muspika Polokarto. Dalam pertemuan tersebut, keluarga ahli waris dan pengelola makam sama-sama meminta maaf dan sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan kekeluargaan.

Seperti diketahui, sejumlah batu nisan di permakaman muslim Polokarto, Sukoharjo, menjadi sasaran perusakan. Beberapa batu nisan terlepas dari gundukan makam. Batu nisan itu ada yang kondisinya sudah hancur dan terbelah.

Baca Juga: Pemkab Sukoharjo Konsultasi dengan Kejaksaan Agar Proyek MPP On The Track

Selama ini makam-makam di pemakaman muslim hanya diberikan tanda berupa nomor urut, tidak ada nisan yang bertuliskan nama jenazah. Menurut penuturan penggali makam, Marikun, 59, perusakan batu nisan di pemakaman muslim sudah terjadi sekitar tiga bulan.

Marikun mengaku tidak mengetahui siapa yang merusak batu nisan makam tersebut. Sebab, batu nisan yang tertancap di beberapa makam diketahui sebagian sudah lepas dan rusak.

Lokasi Jauh dari Permukiman

“Dari dulu hanya dikasih tetenger seperti nomor. Ada ahli waris yang pengin makam itu dikasih yang bagus seperti batu nisan. Mungkin ada warga lain yang tidak suka,” ungkapnya.

Pengurus Forum Komunikasi Masjid Musala Mojo (FKMMM) selaku pengelola pemakaman muslim Polokarto, Sukoharjo, Supriyanto, mengatakan peristiwa perusakan makam sudah terjadi sekitar tiga bulan lalu.

Baca Juga: Sukoharjo akan Bangun GOR Senilai Rp13,5 Miliar Tahun 2022

Namun, hal itu baru mencuat setelah ada ahli waris yang melakukan takziah dan mengetahui batu nisan di makam keluarganya ikut dirusak. “Kebetulan [ahli waris] ketemu saya sudah saya beri penjelasan kalau ini kejadian sudah sekitar tiga bulan yang lalu,” katanya.

Sampai dengan saat ini, Supriyanto mengaku belum tahu siapa pelaku perusakan batu nisan di pemakaman muslim Polokarto, Sukoharjo, tersebut. Apalagi saat kejadian tidak ada saksi yang melihat karena makam berada jauh dari permukiman warga.

Kejadian ini dianggap biasa sehingga pengelola tidak melaporkan kasus tersebut. “Kami mengibaratkan kasus ini seperti saya punya tanaman pisang yang lokasinya ada di hutan jauh dari permukiman. Tapi pohon ini hilang atau rusak sehingga tidak tahu siapa pelakunya. Sama dengan kasus perusakan batu nisan,” katanya.

Pengurus Membuat Kebijakan Baru

Supriyanto menyesalkan dan menyayangkan kasus perusakan tersebut. Ia berharap kasus ini tidak terjadi lagi. Untuk mengantisipasi kasus serupa, pengurus makam membuat kebijakan baru.

Baca Juga: Terus Digenjot, Pemkab Sukoharjo Targetkan Capaian Vaksinasi Sentuh 50% Akhir Bulan Ini

Peraturan itu di antaranya melarang mengambil merusak tanda makam baik itu batu nisan maupun benda-benda di kompleks pemakaman tanpa izin pengurus.

Kemudian melarang ada tambahan atau menghias makam dengan barang apa pun tanpa seizin pengurus. Pengurus berhak menertibkan makam yang dianggap perlu tanpa harus memberi tahu ke ahli waris.

Segala sesuatu yang berhuhungan dengan permakaman bisa konsultasi dengan pengurus dengan alamat kantor Kompleks Masjid Muhajirin Semanggi, Pasar Kliwon, Kota Solo.

“Kami imbau semua ahli waris agar memahami dan menaati aturan yang telah ditetapkan pengelola. Insya Allah aturan itu bermanfaat untuk kita semuanya,” katanya.

Baca Juga: Kasus Perusakan Makam di Polokarto Sukoharjo, Polisi Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

Meminta Maaf

Keluarga korban perusakan batu nisan makam di Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo, Mustaqim, menyampaikan permohon maaf kepada pengurus dan pengelola makam serta kaum muslimin di Soloraya.

Ia menyadari sedang emosi sesaat waktu menyampaikan ke media terkait perusakan batu nisan milik makam bapaknya. “Kami mohon maaf perkembangan kasus ini menjadi besar. Kami menyadari ada peraturan larangan mendirikan bangunan, menambah kijing, dan lain sebagainya,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan melalui Kapolsek Polokarto AKP Sriyadi mengatakan kasus perusakan sejumlah batu nisan di permakaman Muslim telah rampung.

Kasus tersebut diselesaikan secara restorative justice karena hanya kesalahpahaman antara pihak-pihak yang terkait. “Tentu kita dorong untuk penerapan restorative justice. Karena ini masalah mungkin ada perjanjian yang keluarga belum paham akan hal itu. Tapi sebenarnya itu sudah menjadi aturan permakaman tersebut,” ungkapnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Cerita Rudy Eks Wali Kota Solo, Ibunya Terjerat Utang Rentenir!

Eks Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, memiliki pengalaman yang tak enak soal rentenir. Dia mengaku ibunya melarat karena terjerat utang kepada rentenir.

Banyak Warga Solo Terjerat Pinjol Ngadu ke Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengaku ditemui banyak warga Solo di rumahnya beberapa bulan terakhir.

4 Seniman Solo Ini Pernah Raih AMI Awards, 2 Orang Sudah Meninggal

Sejumlah seniman di Kota Solo pernah memenangi AMI Awards selama kurun waktu 18 tahun terakhir, dua seniman di antara sudah meninggal.

2 Penyanyi, 3 Musikus dari Solo Masuk Nominasi AMI Awards 2021

Dua penyanyi dan tiga musikus Solo, yaitu Sruti Respati, Nuca, dan Aditya Ong Trio masuk nominasi AMI Awards 2021 yang diumumkan Senin (18/10/2021).

Konsleting AC, Ruang di Kantor Jasa Sih Wiryadi Terbakar

Kebakaran terjadi salah satu ruang di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan di pinggir Jl. Ki Mangun Sarkoro Nomor 55 Tegalmulyo, Nusukan, Banjarsari, Solo.

Di Jogonalan Klaten Ada 5 Kerbau Bule, Jadi Tontonan Gratis Warga

Wiyono, 70, warga Dukuh Dompyongan, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, memiliki lima kerbau bule di kandang kerbaunya, sejak lebih dari tiga dekade terakhir.

Terungkap, Tuduhan Selingkuh Jadi Pemicu Perkelahian Maut Sahabat Karib

Dalam pengaruh miras, Trimo diduga menuding pelaku, yakni Soleman, yang juga mabuk, telah berselingkuh dengan istrinya. Keributan terjadi yang berujung pada pembacokan.

Ini Dia Juara Mas Mbak Duta Wisata Sukoharjo 2021

Zaki Adi Saputra dan Fransiska Ervin P.N terpilih sebagai Mas dan Mbak Duta Wisata Sukoharjo 2021 yang diselenggarakan Pemkab Sukoharjo.

Korban Tak Lapor, Polres Klaten Tetap Selidiki Pembegalan di Ngawen

Meski sudah diminta, bakul karak yang jadi korban pembegalan di Ngawen, Klaten, enggan melapor ke polisi. Biar begitu, polisi tetap menyelidiki kasus tersebut.

Cerita Pak RW Antar Pembunuh Sahabat di Klaten, Naik Motor ke Polsek

Warga Bangunrejo Kidul, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, Soleman, 65, menyerahkan diri ke Polsek Jogonalan setelah membunuh sahabat karibnya, Trimo Lewong, 65, diantar Ketua RW.

Korsleting, Rumah Warga Senden Klaten Kebakaran

Musibah kebakaran melanda rumah warga di Kundenrejo RT 012/RW 005, Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Klaten, Sabtu (23/10/2021) pagi.

BMKG Perkirakan Cuaca Buruk Landa Soloraya, Waspada Banjir & Longsor

BMKG memprediksi cuaca buruk landa Soloraya, warga diminta hindari kawasan rawan banjir dan longsor.

1 Meninggal Akibat Perkelahian 2 Sahabat, Pelaku Dikenal Jagoan Kampung

Soleman, 65, warga Bangunrejo Kidul, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, yang tega membunuh sahabat karibnya, Trimo Lewong, 65, dikenal sebagai jagoan kampung.

Sempat Dicap Partai Sandal Jepit & Preman, Rudy: PDIP Sekarang Berubah

Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengakui patainya sempat membuat warga takut dan dicap preman.

Asale Gudang Seng Giritirto Wonogiri, Dulu Pabrik Jamu

Warga Kabupaten Wonogiri sudah akrab dengan Gudang Seng di Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri.

Tersangka Pembunuh Sahabat Karib di Klaten, Hidup Sendiri di Rumah

Tersangka kasus perkelahian maut antarsahabat karib di Klaten, Soleman, 65, tinggal seorang diri di rumah.