Ayam Goreng Mbok Berek, Pionir Warung Makan di Semarang

Usaha ayam goreng dinilai tak pernah ada matinya.

 Ayam Goreng Mbok Berek Ny Subekti, Semarang

SOLOPOS.COM - Ayam Goreng Mbok Berek Ny Subekti, Semarang

Banner Ekspedisi Ekonomi Digital 2021

Solopos.com, SEMARANG—Usaha ayam goreng dinilai tak pernah ada matinya. Hal itu dibuktikan eksistensi Warung Makan Ayam Goreng Mbok Berek dengan resep turun-temurun dari nenek moyang.

Warung Ayam Goreng Mbok Berek yang telah melegenda di Kota Semarang kali pertama terletak di ruas Jl. Jenderal Sudirman, Semarang. Warung makan tersebut berdiri sejak 1977.

Ciri khas ayam goreng dengan resep Mbok Berek, yakni berdaging empuk. Ciri khas lainnya, yakni memiliki kremes yang diyakini lumer di mulut. Sudirman Semarang, Warung Ayam Goreng Mbok Berek juga terdapat di Ungaran, Ngaliyan, dan Taman Kuliner Ventura Semarang.

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 sempat berkunjung di salah satu warung ayam goreng itu, yakni di Taman Kuliner Ventura, Jl. Ki Mangunsarkoro No. 15 Semarang, Selasa (7/12/2021) malam. Selain berbincang dengan Owner Mbok Berek Semarang, Ari Subekti, tim ekspedisi juga mencicipi ayam yang berdaging empuk tersebut.

Warung makan ayam goreng Mbok Berek Ny Subekti di Taman Kuliner Ventura Semarang

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 digagas Solopos Media Group, Sabtu-Kamis (4-9/12/2021). Ekspedisi ini didukung penuh beberapa sponsor, yakni BNI, Mitsubishi Motors, Universitas Terbuka Surakarta, Candi Elektronik, Artugo, Galeri 24, Prodia, XL Axiata, dan Gojek. Tim ekspedisi dilepas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani, mewakili Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo, Sabtu (4/12/2021). Tim ekspedisi mengunjungi lima kota besar di Tanah Air. Masing-masing, Solo, Salatiga, Semarang, Cirebon, dan Jakarta.

“Ayam Goreng Mbok Berek di Semarang berdiri 1977. Resep ayam goreng ini turun-temurun [dari nenek moyang]. Saya sendiri generasi keenam. Selain di Semarang, ada juga Ayam Goreng Mbok Berek di daerah lain. Itu semua menggunakan resep yang sama,” kata Ari Subekti, saat ditemui Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 di Semarang, Selasa malam.
Ari Subekti mengaku sangat beruntung terlahir dari keturunan mendiang Mbok Berek.

Berdasarkan sejarah yang diperoleh dari generasi pendahulunya, Ayam Goreng Bikinan Mbok Berek pernah dicicipi Sultan Hamengkubuwono (HB) IX dan Presiden I Republik Indonesia (RI), Soekarno.

“Saya membuka cabang di Taman Kuliner Ventura Semarang karena ada GoFood. Saya kepikiran mengembangkan secara online. Aplikasi online food yang paling ramai di sini, GoFood itu. Dalam sehari, penjualan ayam di Ventura Taman Kuliner Semarang hingga mencapai 40 ekor [harga satu ekor ayam goreng senilai Rp110.000],” kata dia.

Ari Subekti mengatakan pengembangan usaha kuliner secara online perlu dilakukan di tengah era digital. Terlebih, di era sekarang banyak ditemukan orang sibuk dengan pekerjaan yang digeluti sehari-hari. Sehingga orang cenderung mencari kemudahan dengan memesan makanan secara online.

“Kami tahunya aplikasi GoFood dari media. Tahun 2019 saya resmi gabung. Dari segi penjualan luar biasa. Awalnya saya berpikir ada peningkatan hingga 25 persen-30 persen. Ternyata sampai 70 persen. Ini di luar dugaan. Aplikasi GoFood masih nomor satu di tempat kami. Ke depan, dirinya akan terus mengikuti perkembangan zaman dalam berbisnis,” katanya.

Head of Regional Corporate Affairs Gojek for Central Java, Mulawarman, mengatakan capaian merchant yang sudah bergabung di GoFood mengalani kenaikan signifikan, yakni dari 500.000 merchant menjadi 900.000 merchant sejak Desember 2020. Pemesananan paket ayam (makanan) via GoFood masih mendominasi di tengah pandemi Covid-19. Selain ayam, terdapat juga pemesanan kopi.

“Ke depannya, kami akan berinvestasi di teknologi (otomatisasi fitur-fitur dan layanan) dan nonteknologi (pengembangan sumber daya manusia/SDM). Kami akan terus menjembatani usaha mikro kecil menengah (UMKM) [agar terus berkembang ke depannya],” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Polresta Solo Ungkap 8 Kasus Narkoba, 10 Orang Ditangkap

Satresnarkoba Polresta Solo mengungkap delapan kasus penyalahgunaan narkoba dan menangkap 10 orang pelaku baik pengedar, kurir, maupun pemakai.

Perlu Peran Akademisi untuk Atasi Kekeringan di Gilirejo Baru Sragen

Upaya mitigasi bencana kekeringan di Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen, perlu melibatkan akademisi dari perguruan tinggi.

Duh, 86 Ha Sawah di Bulu Sukoharjo Terendam Banjir Luapan Kali Buntung

Hujan yang mengguyur wilayah Sukoharjo mengakibatkan ketinggian air Kali Buntung bertambah signifikan pada Minggu (16/1/2022) malam.

Gede Banget! Pemkot Solo akan Bangun Gedung Berkapasitas 15.000 Orang

Pemkot Solo berencana membangun gedung pertemuan atau hall yang diklaim sangat besar dan mampu menampung hingga 15.000 orang.

Vaksinasi Anak Dosis II Boyolali Dimulai, Targetkan 5.360 Sasaran

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun dosis pertama di Boyolali hingga Senin ini sudah mencapai 94.514 sasaran atau sekitar 98,7 persen dari target 95.713 sasaran.

+ PLUS Keraton Pengging, Cikal Bakal Kerajaan Pajang yang Hilang di Boyolali

Joko Tingkir yang menjadi raja pertama Kesultanan Pajang merupakan cucu dari Andayaningrat yang pernah memimpin Keraton Pengging.

Tim Gabungan di Bulu dan Mojolaban Gencarkan Patroli Tegakkan Prokes

Sasaran patroli yakni menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang masih beraktivitas malam agar tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes), terutama saat berada di luar rumah.

Berkat KIP, Mahasiswa asal Miri Sragen Ini Bisa Kuliah Sekaligus Usaha

Berkat Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, seorang warga Miri, Sragen, dari keluarga miskin bisa kuliah bahkan membuka usaha.

Segini Kerugiannya, Gara-Gara Bakul Pasar Tanjung Klaten Mogok Jualan

Sebanyak 256 pedagang Pasar Tanjung, Klaten mendadak mogok berjualan Senin (17/1/2022) sehingga menyebabkan perputaran uang mencapai Rp100 juta per hari terhenti.

Kearifan Lokal Boyolali, Kerajinan Logam Cepogo Kian Mendunia

Produk kerajinan seni kriya logam dari Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali, merupakan kearifan lokal yang kian mendunia.

Waduh! Pasar Tanjung di Klaten Sepi, Pembeli Kecele

Sejumlah pembeli kecele saat datang ke Pasar Tanjung di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Senin (17/1/2022) pagi.

+ PLUS Piala Dunia U-20 Jadi Momen Emas Eksplorasi Sport Tourism di Kota Solo

Datanganya wisatawan domestik dan mancanegara saat gelaran Piala Dunia U-20 pada 2023 bisa menjadi momen emas untuk pengoptimalan potensi destinasi sport tourism di Kota Solo.

Hipmi Boyolali Punya Ketua Baru, Program ke Depan Ingin Dampingi UMKM

Anggota Hipmi Boyolali sekitar 40 orang, terdiri dari pengusaha jasa kontruksi, pengusaha apotek, pengusaha tempat wisata, kuliner, peternak, konter, dan lain-lain.

Ini Lo Penyebab Retribusi di Pasar Tanjung Klaten Naik Ugal-Ugalan

256 pedagang di Pasar Tanjung, Juwiring, Klaten, Jateng mogok berjualan di pasar setempat, Senin (17/1/2022) pagi karena memprotes kenaikan retribusi ugal-ugalan pada awal 2022.

Retribusi Pasar Tanjung Klaten Naik Ugal-Ugalan, Bakul Mogok Berjualan

Sebanyak 256 pedagang di Pasar Tanjung, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendadak mogok berjualan di pasar setempat, Senin (17/1/2022) pagi.

Nunggak Semi Boyolali-Sukoharjo Angon Rasa ke Magelang, Ini Tujuannya

Komunitas Nunggak Semi adalah komunitas yang bergerak di bidang sosial, seni dan budaya.