Tutup Iklan
Ilustrasi penangkapan pelaku tindak kriminalitas. (millenniumpost.in)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Warga Desa Paulan, Colomadu, https://soloraya.solopos.com/read/20190516/494/992419/bergudang-di-sukoharjo-sindikat-rokok-ilegal-rugikan-negara-rp26-miliar" title="Bergudang Di Sukoharjo, Sindikat Rokok Ilegal Rugikan Negara Rp2,6 Miliar">Karanganyar, Mn, mengaku kaget saat mendengar anaknya yang berinisial IHM ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Gemolong, Sragen, Selasa (14/5/2019) pagi.

Setahu Mn, IHM tidak menunjukkan keganjilan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Mn pun tak pernah terpikir anaknya bakal menjadi terduga teroris.

“Dulu ketika masih di Colomadu, anak pertama saya ini [IHM] kalau di rumah ya baik-baik saja. Tetapi kalau sudah di luar rumah saya tidak tahu,” ujar Mn ketika ditemui di kediamannya, Kamis (16/5/2019).

Lebih lanjut, Mn yang sehari-hari berjualan kelapa muda di Colomadu ini mengatakan saat ini belum tahu kondisi putranya. Hingga Kamis itu dia belum bisa berkomunikasi atau bertemu.

Terkait hal itu dia berharap agar urusan yang menimpa salah satu putranya segera selesai. Diberitakan sebelumnya, IHM yang tercatat sebagai warga Trowangsan, Malangjiwan, Colomadu, https://soloraya.solopos.com/read/20190515/494/991980/pelajar-sma-lulus-un-konvoi-war-wer-hingga-motor-terbakar-netizen-ini-sudah-2019-woy" title="Pelajar SMA Lulus UN Konvoi War-Wer Hingga Motor Terbakar, Netizen: Ini Sudah 2019 Woy!">Karanganyar, ditangkap Densus 88 saat hendak ke masjid di dekat rumah mertuanya di Gemolong, Sragen, Selasa sekitar pukul 05.00 WIB. IHM baru dua bulan menikah dengan perempuan asal Gemolong, Sragen.

Di sisi lain, Kepala Dusun Trowangwangsan, Suwarno, juga mengaku tak menyangka IHM ditangkap Densus karena diduga terlibat terorisme. Sepekan sebelum ditangkap, IHM sempat mengisi kultum Salat Tarawih di salah satu masjid di Malangjiwan bersama dirinya.

“Ketika itu saya yang mengimami Salat Tarawih dan IHM mengisi kultumnya. Menurut saya ketika itu isi kultum yang diberikannya biasa-biasa saja, normatif,” ujar dia.

Di mata Suwarno, IHM yang belum genap dua bulan menikah di Balai Desa Malangjiwan ini tidak neka-neka. Acara pernikahan IHM yang berbarengan dengan pernikahan adiknya berlangsung sederhana. Suwarno menjadi MC di acara pernikahan tersebut.

Tetangga Mn, Sukarno, mengatakan dalam kehidupan sehari-hari keluarga Mn dikenal baik. Karena itu dia juga mengaku kaget ketika mendengar IHM ditangkap di Gemolong karena diduga terlibat terorisme.

“Saya kenal dekat dengan ayah IHM karena teman makelaran https://soloraya.solopos.com/read/20190514/494/992025/tragis-pelajar-smp-karanganyar-meninggal-tertimpa-batu-dari-tebing-sepulang-sekolah" title="Tragis, Pelajar SMP Karanganyar Meninggal Tertimpa Batu Dari Tebing Sepulang Sekolah">tanah dengan saya. Mn orangnya tidak neka-neka, bahkan ketika dinakali temannya saat makelaran seperti tidak diberi uang lelah, dia hanya diam,” ujar dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten