Awasi Pergerakan Warga Dari Zona Merah Covid-19, Korlantas Polri Siapkan 152 Pos Pemeriksaan

Korlantas Polri menyiapkan 143 pos pemeriksaan atau check point untuk pengawasan pergerakan warga keluar masuk zona merah risiko Covid-19.

 Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Istiono, menyampaikan jumlah pos check point setelah berkoordinasi di ruang TMC Satlantas Polresta Solo, Rabu (16/6/2021) malam. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

SOLOPOS.COM - Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Istiono, menyampaikan jumlah pos check point setelah berkoordinasi di ruang TMC Satlantas Polresta Solo, Rabu (16/6/2021) malam. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO — Korlantas Mabes Polri menyiapkan 152 pos pemeriksaan atau check point di wilayah zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19. Selain itu, Korlantas mengubah mobil SIM Keliling menjadi mobil pelayanan swab antigen secara gratis.

Hal itu disampaikan Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Istiono, saat mengunjungi gedung TMC Polresta Solo pada Rabu (16/6/2021) malam. Menurutnya, check point itu untuk mengawasi, mengantisipasi, mengecek, mengingatkan, hingga menjaga agar warga dari zona merah tidak masuk ke zona kuning.

Baca Juga: RS Kota Solo Kirim Sampel WGS ke UGM, Ada Temuan Covid-19 Varian India?

“Solo memang tidak zona merah, namun harus dijaga. Perbatasan Solo, luar Solo, ada zona merah. Jadi kami jaga agar jangan sampai Solo jadi zona merah,” paparnya.

Jenderal bintang 2 itu mengatakan check point di zona merah risiko Covid-19 itu juga untuk mengantisipasi pergerakan masyarakat menuju lokasi kegiatan masyarakat seperti destinasi wisata. “Ini harus dioptimalkan dan berbuat semaksimal mungkin untuk menekan angka Covid-19 di Solo,” paparnya.

Baca Juga: Positif Covid-19, Tujuh Anggota TNI Jalani Karantina Di Benteng Vastenburg Solo

Sementara itu, mobil SIM Keliling wilayah Polda Jateng telah diperintahkan untuk beralih fungsi menjadi mobil swab keliling. Mobil itu juga menjadi media publikasi tentang protokol kesehatan serta pembagian masker secara gratis.

Fungsi PPKM Mikro

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri, mengatakan masyarakat terus menjalankan fungsi PPKM Mikro menyikapi angka kasus Covid-19 yang fluktuatif seusai libur Lebaran. Masyarakat Solo dapat mengidentifikasi warga-warga pendatang dari zona merah risiko Covid-19. Lalu mengoordinasikan dengan petugas agar dites swab.

Baca Juga: Wali Kota Solo Gibran Tak Setuju Seluruh Pulau Jawa Lockdown, Apa Alasannya?

Polresta terus berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Solo untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 seperti di Kudus. Ia menjelaskan tim Polresta Solo kembali intensif woro-woro kepada masyarakat agar jangan abai menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan itu dilakukan di beberapa lokasi seperti Alun-Alun Kidul, Pasar Ikan Nusukan, Balekambang, dan lokasi lain yang diidentifikasi banyak pedagang dari luar Solo. Ia menambahkan operasi yustisi di beberapa akses masuk Solo juga kembali gencar dilakukan.

Baca Juga: Waduh! Lonjakan Kasus Covid-19 Bikin Rumah Sakit di Solo Hampir Penuh

Warga yang tidak memakai masker dan berkerumun bakal dites swab antigen dengan sistem random sampling.

Berita Terkait

Berita Terkini

Alhamdulillah.....Satlantas Solo Bagikan 1.500 Paket Sembako

Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini yang membutuhkan kepekaan sosial untuk saling menguatkan. “

Operasi Knalpot Brong Karanganyar Jaring 1 Pelanggar

Polisi sudah memetakan sejumlah lokasi untuk penertiban knalpot brong maupun balap liar.

Mahasiswa UIN RM Said Surakarta Tuntut PTM Segera Digelar

Bagi mahasiswa yang berasal dari tempat yang jauh kuliah online dari indekos terasa kurang nyaman dan kurang maksimal.

Mabes Polri: Jangan Lengah, Corona Belum Musnah!

Indonesia kembali menerima 684.900 dosis vaksin AstraZeneca yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu.

Walah, Petugas Pelayanan E-KTP Door to Door Klaten sampai Naik Atap demi Sinyal Internet

Petugas pelayanan e-KTP secara door to door di Klaten kerap mendapat pengalaman unik, salah satunya harus naik atap demi dapat sinyal Internet.

Setelah Semanggi, Giliran Rumah Warga Eks HP 10 Tipes Solo Siap-Siap Dibongkar

Rumah warga di lahan eks HP 10 di Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, bakal dibongkar untuk program Kotaku.

Gibran soal Gaji Wali Kota Solo: Bukannya Tidak Diambil, Tapi...

Gibran Rakabuming Raka mengakui gaji sebagai Wali Kota Solo memang tidak besar dan ia tetap mengambilnya untuk sejumlah keperluan.

Digitalisasi dan Inovasi Jadikan Bisnis Makin Sehat, Makin Cepat, Makin Dekat

Berkat digitalisasi di masa pandemi sejumlah pelaku usaha mengaku bisnis mereka makin sehat, makin cepat, makin dekat.

Tertabrak Truk di Jalan Solo-Sragen, Pasutri Meninggal, Anak Patah Tulang

Pasutri yang memboncengkan seorang anak laki-laki meninggal dunia akibat tertabrak truk di jalan Solo-Sragen wilayah Masaran, Sragen.

Jemput Rezeki, 6 Dalang Boyolali Ngamen Bareng dari Rumah ke Rumah Warga

Sejumlah dalang dari Boyolali ngamen dari rumah ke rumah warga yang mau nanggap demi menjemput rezeki dan mengobati kerinduan penggemar.

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.