Awas, Warga di 14 Kelurahan di Solo Paling Rawan Kebanjiran
Daerah yang paling terancam banjir./Kurniawan, Nur Wahid

Solopos.com, SOLO-Ancaman banjir datang dari Bengawan Solo dan anak sungainya seperti Kali Pepe, Kali Anyar, Kali Jenes, Kali Premulung, Kali Wingko, dan Kali Brojo. Pada Januari 2019 diprediksi menjadi puncak musim penghujan dan rawan banjir.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, dari 25 kelurahan kategori rawan banjir, sebanyak 14 kelurahan masuk kategori kerawanan tinggi. Masyarakat yang tinggal di wilayah itu diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Solo, Eko Prajudhy Noor Aly, saat diwawancarai Solopos.com, Senin (17/12/2018), mengatakan data kerawanan banjir tersebut berdasarkan fenomena terjadinya banjir selama beberapa musim penghujan terakhir di Solo.

“Dari keseluruhan data kelurahan rawan banjir, tidak semua kelurahan rutin terkena banjir. Ada yang kadang-kadang saja banjirnya. Tapi untuk yang kategori kerawanan tinggi, daerah itu rutin terkena banjir saat penghujan,” tutur dia.

Jumlah warga Solo yang tinggal di daerah rawan banjir, menurut Eko, belum dihitung secara rigid. Tapi dia mengimbau masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi potensi ancaman banjir.

Sampah dan endapan di sungai berpotensi memicu banjir lantaran daya tampung sungai menyusut. “Kami mohon warga Solo aktif menjaga kebersihan selokan dan saluran dari sumbatan sampah,” kata dia.

Warga juga diminta mengawasi anak-anak agar tidak bermain dekat sungai atau saluran air yang arusnya deras selama penghujan. Sikap tersebut menurut dia untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan air yang menelan korban jiwa.

Selain daerah rawan banjir, menurut Eko, ada beberapa lokasi di Solo masuk kategori rawan genangan air. Kendati tidak begitu membahayakan, tapi keberadaan genangan air di lingkungan permukiman penduduk mengganggu warga.

 

Avatar
Editor:
Syifaul


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom