Awas, Teknofobia Bisa Hambat Kemajuan Bisnis Pelaku UMKM, Pahami Yuk! 

Teknofobia di kalangan pelaku UMKM harus dihilangkan karena bisa menghambat kemajuan bisnis dan usaha mereka terutama di era digital.

 Director and Chief and Sustainability Officer (CRSO) Amartha Mikro Fintek, Aria Widyanto, saat menjadi pembicara workshop KUR Festival Fintech 2022 di Solo Technopark, Kamis (19/5/2022). (Solopos/Afifah Enggar Wulandari)

SOLOPOS.COM - Director and Chief and Sustainability Officer (CRSO) Amartha Mikro Fintek, Aria Widyanto, saat menjadi pembicara workshop KUR Festival Fintech 2022 di Solo Technopark, Kamis (19/5/2022). (Solopos/Afifah Enggar Wulandari)

Solopos.com, SOLO — Teknofobia menjadi salah satu hal yang harus diwaspadai kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM karena bisa menghambat kemajuan usaha dan bisnis mereka. Apalagi di era digital sekarang ini yang tidak bisa lepas dari teknologi.

Director and Chief and Sustainability Officer (CRSO) Amartha Mikro Fintek, Aria Widyanto, menjelaskan teknofobia adalah semacam perasaan takut menggunakan teknologi karena takut salah. Teknofobia ini masih banyak dijumpai di kalangan perempuan pelaku usaha kecil hingga menengah.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Teknofobia itu mungkin secara kultur misalnya perempuan tidak boleh memakai handphone. Akhirnya mereka takut. Kemudian, perempuan ragu dalam menggunakan teknologi, takut salah. Nah ini yang disebut dengan teknofobia. Sehingga perlu diajarin,” jelasnya saat ditemui Solopos.com seusai menjadi pembicara dalam workshop KUR Festival Fintech 2022 di Solo Technopark, Kamis (19/5/2022).

Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Matematika, Ekshan Rahmad Wardani, dalam tesisnya yang dibuat pada 2022, menyinggung soal teknofobia yang menjadi kekhawatiran bagi pelaku UMKM ini.  Mengutip Giamoco (2019), teknofobia menjadi faktor risiko baru yang mungkin terjadi pada orang dewasa karena dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka melalui adaptasi rendah terhadap kehidupan digital.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan 64,5 persen atau 37 juta pelaku UMKM Indonesia pada 2018 adalah perempuan. Mereka masih bergerak pada sektor mikro dan informal. Para pelaku UMKM itu bahkan belum mempunyai akses ke dunia digital sehingga kemajuan bisnis mereka cenderung terhambat.

Baca Juga: Kain Lukis Produk UMKM Solo Tembus ke Jepang, Ternyata Begini Ceritanya

Kendala Akses Pasar

Sementara data Kementerian Koperasi dan UKM pada 2021 menunjukkan, 34,72 persen UMKM di Indonesia terkendala akses pasar, pemasaran, dan promosi. Ketiganya erat kaitannya dengan penggunaan teknologi.

Padahal sektor UMKM mampu memberikan kontribusi terhadap lapangan kerja sebesar 97 persen dan kontribusi terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) sebesar 57,8 persen. Aria yang merupakan lulusan studi pembangunan berkelanjutan, gender, dan kemiskinan Univesity of London, mengatakan perempuan dalam dunia UMKM khususnya, lebih tertinggal dalam urusan teknologi digital.

Perlu adanya edukasi kepada para pelaku UMKM itu agar tidak mengalami teknofobia. “Perempuan lebih tertinggal dalam teknologi digital sehingga perlu diajarin ya,” jelasnya. Kondisi tersebut dimungkinkan karena beberapa faktor.

Baca Juga: Geliatkan UMKM Soloraya, OJK Solo Dorong Optimalisasi Peran TPAKD

Di antaranya akses perempuan baik dalam pendidikan di daerah-daerah pinggiran utamanya, masih terbatas. Dengan begitu, mereka semakin terpinggirkan dari akses teknologi.

Padahal saat ini, teknologi menjadi sektor yang tak bisa dijauhkan dari sektor lainnya. Aria mencontohkan pelaku UMKM saat pandemi harus berpikir bagaimana usaha mereka tetap jalan. Sementara usaha makanan menengah ke atas sudah mulai beralih ke penjualan digital.

Edukasi Masyarakat Pinggiran

Sebagai pelaku usaha industri jasa keuangan, Aria mengatakan kewajiban industri jasa keuangan tidak hanya memberikan akses pemodalan namun juga mengedukasi masyarakat khususnya perempuan di pinggiran. Edukasi tersebut tentunya bukan menjadi tugas pelaku usaha jasa keuangan saja, namun juga pemerintah.

Baca Juga: Keren, 3 E-Commerce Dampingi 50 UMKM Solo Hingga Mahir Jualan Online

“Para pelaku industri jasa keuangan itu juga harusnya memiliki kewajiban tidak hanya memberikan akses permodalan. Tapi juga mengedukasi masyarakat untuk bertransformasi ke sektor digital,” katanya.

Bila masyarakat pinggiran telah teredukasi, mereka akan bisa memanfaatkan tekonologi untuk hal produktif, mampu meningkatkan skill yang berimbas kepada tingkat kesehajteraan mereka.

“Sehingga mereka [perempuan yang mengalami teknofobia] menggunakan Internet untuk keperluan yang lebih produktif dan bisa meningkatkan kesejahteraan dan skill termasuk bagaimana mengakses marketplace dan sebagainya,” jelasnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Jadi Paru-Paru Dunia, Mangrove Juga Jamin Food Security Warga Pesisir

+ PLUS Jadi Paru-Paru Dunia, Mangrove Juga Jamin Food Security Warga Pesisir

Upaya perlindungan mangrove sebagai ekosistem blue carbon tidak hanya mampu mengurangi emisi dan peningkatan simpanan carbon benefit tetapi juga memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkini

Ganjar Disomasi Terkait PPDB, Rudy: Malah Terkenal

Rudy, panggilan akrabnya justru menilai somasi terhadap Ganjar sebagai sesuatu yang bagus karena akan membuat Ganjar kian terkenal. 

Megawati Pusing Capres PDIP? Ini Kata Pengamat

Megawati Soekarnoputri diprediksi pusing memilih antara mementingkan internal partai atau mengikuti keinginan publik dengan mencapreskan Ganjar Pranowo. 

Prabowo, Anies dan Ganjar Maju Capres, Wapres dari Kelompok Islam

Ketiga capres yang diprediksi bakal bertarung adalah Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo.

Pengunjung Grojogan Sewu Tawangmangu Naik 2 Kali Lipat

Saat ini jumlah pengunjung Grojogan Sewu naik dua kali lipat dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Penerbangan Langsung dari Luar Negeri ke Solo Dikebut

Kemenparekraf bakal mempercepat layanan penerbangan langsung luar negeri ke Kota Solo.

Diminta Gibran, Sandiaga Siapkan Direct Flight dari Luar Negeri ke Solo

Menparekraf, Sandiaga Uno, menjanjikan akan mempercepat layanan penerbangan langsung dari luar negeri ke Kota Solo atas permintaan Gibran

Gibran: Percuma Promosi Pariwisata Tak Ada Direct Flight Luar Negeri

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, ingin ada penerbangan langsung atau direct flight dari luar negeri ke Solo seperti dulu.

Di Depan Rudy, KIB Solo Dukung Ganjar Pranowo sebagai Capres

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) Kota Solo siap mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024.

Ruwatan di Gunung Lawu, Pusat Pemujaan Suci Masyarakat Jawa Kuno

Gunung Lawu, sama seperti gunung lainnya di Pulau Jawa dipercaya sebagai pusat kekuatan sakral dan pemujaan yang menghubungkan masyarakat Jawa kuno dengan dewa atau leluhur yang dianggap memiliki kekuatan gaib, sehingga kerap digunakan sebagai lokasi ruwatan.

Kota Solo 2 Kali Gagal Dapat Pengakuan UNESCO, Gibran: Proposale Elek

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, buka-bukaan kenapa kotanya dua kali gagal dapat pengakuan UNESCO sebagai Kota Kreatif.

Solo Gagal Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO, Sandiaga Turun Tangan

Menparekraf Sandiaga Uno akan membantu Solo mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai kota kreatif.

Anak Tak Lolos PPDB, Ortu Minta Kelas Virtual Pasar Kliwon Ditambah

Warga Pasar Kliwon, Kota Solo, meminta kuota rombongan belajar (rombel) kelas virtual ditambah agar bisa menampung lebih banyak siswa asal kecamatan itu yang tak lolos PPDB SMAN 2022.

Calhaj Asal Solo Mulai Diberangkatkan ke Jeddah

Jemaah calon haji (calhaj) asal Kota Solo sudah mulai diberangkatkan ke Tanah Suci. Calhaj asal Kota Solo dibagi menjadi dua kelompok terbang atau kloter, yaitu 41 dan 42.

Penjualan Meningkat, Peternak Sukoharjo Malah Curhat Kurang Modal

Di tengah meningkatnya penjualan ternak untuk kurban di Kabupaten Sukoharjo, peternak justru curhat butuh modal.

Jejak Garam Rumahan Paranggupito Wonogiri dan Keunikan Pantainya

Kecamatan Paranggupito menjadi satu-satunya wilayah di Wonogiri, Soloraya, dan Jawa Tengah yang memiliki keunikan pesisir Pantai Selatan Pulau Jawa, dimana pernah ditemukan jejak pembuatan garam rumahan.