Awas! Tak Pakai Masker di Sragen Bakal Kena Denda Rp50.000
Ilustrasi penggunaan masker. (Reuters)

Solopos.com, SRAGEN — Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menegaskan akan memberi sanksi denda bagi warga yang kedapatan tak memakai masker di luar rumah. Hal itu demi mendisiplinkan warga dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah persebaran Covid-19.

Sanksi denda senilai Rp50.000 itu, ditargetkan bisa diterapkan pada September 2020 ini. "Sekarang payung hukumnya masih dikaji di Bagian Hukum [Setda Sragen]. Target kami pada September mendatang, sanksi denda itu sudah bisa diberlakukan," ucapnya saat berada di Dukuh Bojong, Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Minggu (23/8/2020).

Menurut bupati yang akrab disapa Yuni itu, rencana sanksi denda Rp50.000 mendapatkan sambutan baik. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap sosialisasi kepada warga.

Indonesia Siap Transfer Teknologi, Laser Tracing Covid-19 dari UEA

Dalam kesempatan itu, selain menjelaskan sanksi denda tak bermasker, sang bupati Sragen itu juga sempat menegur warga yang tak mengenakan masker. Bupati yang saat itu mengikuti acara gowes sempat menyapa warga Dukuh Bojong dalam kegiatan penyerahan hadiah lomba HUT ke-75 Kemerdekaan RI.

Kebetulan terdapat dua warga yang tidak memakai masker. Bupati sempat menegur keduanya karena tidak memakai masker di kerumunan warga. Saat ditanya, keduanya beralasan bila masker yang dipakainya hilang di jalan.

Yuni lalu memberikan dua buah masker kepada dua warga itu untuk dipakai. "Perlu saya sampaikan, warga yang tak pakai masker nanti bisa didenda Rp50.000. Kami butuh dukungan warga. Mari bergotong royong untuk mencegah penularan Covid-19. Sekarang sudah ada 11 warga Sragen yang meninggal dunia setelah terkonfirmasi positif corona," tegasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom