Awas! Tak Pakai Masker di Klaten Bisa Kena Sanksi?
Seorang model asal Jepang membuat masker dari bra (Twitter/@asahinayumeno).

Solopos.com, KLATEN – Pemkab Klaten mewacanakan memberi sanksi kepada warga yang kedapatan tak pakai masker saat beraktivitas di luar. Hal itu menyusul segera diterbitkannya Surat Edaran (SE) baru tentang kewajiban pengguaan masker.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan munculnya pandemi Covid-19 mewajibkan semua orang untuk membiasakan diri melakukan protokol kesehatan demi mencegah persebaran virus corona.

“Dengan kenormalan baru ini, semua diminta membiasakan diri bawah PHBS itu harus melekat di diri masing-masing. Kemudian membiasakan diri mengenakan masker. Tanpa kedisiplinan dan kesadaran masyarakat, sangat sulit untuk memutus mata rantai Covid-19,” kata Mulyani saat ditemui wartawan di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (26/5/2020).

Eks Bek Persis Solo Jadi Korban Tabrak Lari di Jogja

Soal mengenakan masker, Mulyani menuturkan sebelumnya sudah mengeluarkan SE tentang kewajiban mengenakan masker tertanggal 16 April lalu. Salah satu poin dalam SE itu yakni seluruh anggota masyarakat dalam kondisi sakit ataupun sehat harus menggunakan masker. Penggunaan masker terutama saat beraktivitas di luar rumah, ketika bepergian ke luar rumah, berkomunikasi dengan orang lain di luar rumah, atau pada saat meminta pelayanan publik.

Hanya saja, hingga kini masih banyak warga yang tak pakai masker ketika beraktivitas di luar rumah. Terkait kondisi tersebut, Mulyani menuturkan segera mengeluarkan SE kembali ihwal kepatuhan mengenakan masker.

“Nanti akan kami buat SE kepada seluruh warga. Ketika berkegiatan di luar rumah wajib mengenakan masker. Bagi pelaku usaha, wajib menerapkan protokoler Covid-19 seperti rumah makan dan pertokoan. Ketika ada [pengunjung] yang tidak mengenakan masker, tidak boleh masuk,” jelas Mulyani.

8 OTG Positif Covid-19 di Sragen Dinyatakan Sembuh

Pemberian Sanksi

Disinggung penerapan sanksi, Mulyani mengatakan dalam SE yang segera dibuat dan diedarkan masih bersifat imbauan.

“Kalau memang ada masyarakat yang diimbau lewat tulisan atau omongan masih bandel, kami ada sanksi. Harapan saya dengan SE ini warga sudah disiplin sehingga kami tidak perlu memberlakukan sanksi,” tutur dia.

Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan setelah SE kewajiban mengenakan masker untuk kali kedua dibuat, operasi bakal dilakukan Satpol PP bekerja sama dengan sukarelawan, polres, hingga Kodim. Dia menjelaskan SE kedua ini masih bersifat imbauan.

Ronny juga mengatakan pemkab mempertimbangkan untuk memberlakukan sanksi bagi warga yang tak pakai masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Kabur Seusai Beraksi, Penjambret Tabrak Jembatan di Boyolali

“Yang kami temukan kemarin ada yang tidak mengenakan masker ternyata sudah dapat masker. Kami sudah mendapatkan laporan dari sukarelawan dan tentu ini mendesak untuk dievaluasi gugus tugas. Dalam pekan ini akan ada rapat dari gugus dan akan disimpulkan apakah butuh sanksi atau tidak [terkait pelanggaran penggunaan masker]. Kalau ada sanksi, nanti bentuknya apa, itu akan dibahas di gugus,” jelas Ronny.

Lebih lanjut, Ronny mengatakan masker menjadi salah satu kunci untuk mencegah penularan Covid-19 selain membiasakan PHBS serta menjaga imunitas tubuh.

“Masker itu menjadi kunci. Karena beberapa hasil penelitian sudah menunjukkan penyebaran lewat droplet. Kalau orang mengenakan masker dan lawan bicara mengenakan masker, tingkat penularan hanya 1,5 persen,” urai dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho