Awas, Sakit Jantung Intai Generasi Muda
Ilustrasi orang terkena serangan jantung (Pictagram)

Solopos.com, JAKARTA – Penyakit jantung dulu identik menyerang usia paruh baya kini mulai menyerang kalangan lebih muda, yakni 25-29 tahun. Hal ini berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Johan Winata, penyakit kardiovaskuler seperti stroke dan jantung koroner adalah penyebab kematian urutan pertama di dunia dan Indonesia.

"Angka penderita stroke dan jantung koroner makin tinggi setiap tahun, dan penderitanya semakin dini," kata Johan di acara Nestle Acticor, Jakarta, Minggu (29/4/2019) sebagaimana dilansir Antara.

Johan mengatakan porsi serangan jantung yang terdeteksi pada orang-orang di bawah 35 tahun mencapai angka 20 persen.

Beberapa faktor penyebab tingginya penyakit jantung di Indonesia meliputi gaya hidup tidak sehat, misalnya kurang aktivitas fisik serta konsumsi buah dan sayur yang rendah.

"Stres dan gampang marah juga membuat usia muda rentan terkena penyakit jantung koroner," jelas Johan.

Ada tiga cara yang bisa diterapkan untuk terbebas dari risiko penyakit jantung, yakni rajin berolahraga, tidak merokok, dan menyantap makanan-makanan sehat.

Rokok adalah salah satu faktor yang mempercepat risiko penyakit jantung terhadap kalangan muda.

Dia juga mengingatkan untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji, sebab kebanyakan menunya tinggi kalori. "Habis makan langsung kenyang, jadi enggak mau makan sayur dan buah," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho