Tutup Iklan

Awas Nabrak Lur! Ada Tiang Listrik di Tengah Jalan Depan TSTJ Solo

Warga berharap tiang listrik di tengah jalan depan objek TSTJ, Jebres, Solo, bisa digeser ke tepi jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan.

 Pengendara motor melintasi tiang listrik di tengah jalan di depan TSTJ Solo, Rabu (20/10/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Pengendara motor melintasi tiang listrik di tengah jalan di depan TSTJ Solo, Rabu (20/10/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Pengguna jalan yang melintas di Jl Ir Sutami, Jebres, Solo, tepatnya di depan objek wisata Taman Satwa Taru Jurug atau TSTJ harus ekstra hati-hati. Di lokasi itu ada satu tiang listrik yang berdiri di tengah badan jalan.

Pantauan Solopos.com di lokasi itu, Rabu (20/10/2021), tiang listrik berada di titik simpang antara Jl Ki Hajar Dewantara yang mengarah ke timur atau ke Jembatan Jurug. Posisinya tepat berada di tengah jalan.

Baca Juga: PPKM Turun Level, Penumpang KRL Solo-Jogja dan Prameks Terus Meningkat

Salah satu warga Solo yang sering melewati jalan tersebut, Handayani, mengaku pernah hampir menabrak tiang tersebut. “Itu sudah cukup lama kejadiannya. Saat itu malam hari dan di situ gelap. Tiang listriknya tidak kelihatan, hampir saja motor saya menabrak tiang itu karena saya kaget,” ungkapnya kepada Solopos.com, Rabu.

tiang listrik di tengah jalan depan TSTJ solo
Tiang listrik di tengah jalan di depan TSTJ Solo, Rabu (20/10/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Handayani berharap tiang listrik di tengah jalan depan TSTJ Solo itu dipindahkan ke tepi jalan supaya tidak membahayakan pengguna jalan. “Apalagi itu posisi di tikungan, kalau dari arah belakang kampus itu blind spot,” imbuhnya.

Baca Juga: Nunggak Pajak, Aset Perusahaan di Solo Senilai Rp560 Juta Disita 

Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com dari warga sekitar, tiang listrik itu sudah ada di tengah jalan sejak lama. Warga juga menyebut keberadaan tiang listrik itu bukan dampak dari pelebaran jalan.

Meski belum pernah terjadi kecelakaan lalu lintas karena keberadaan tiang listrik itu, warga sekitar berharap agar tiang itu digeser ke tepi jalan sebagai antisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Baca Juga: Masuk TSTJ Solo Tak Dibatasi Usia, Tingkat Kunjungan Langsung Melonjak

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, mengatakan akan berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai keberadaan tiang listrik di tengah jalan depan TSTJ tersebut.

“Kalau dari kami selama tidak ada keluhan dari masyarakat ya tidak apa-apa. Tapi kalau ada masyarakat yang mengeluhkan, kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait, karena mengenai infrastruktur beda kewenangannya,” kata Hari seperti dikutip Detikcom, Selasa (19/10/2021).


Berita Terkait

Espos Plus

Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

+ PLUS Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

Yang perlu diingat adalah manusia tidak bisa mencegah letusan gunung berapi, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mengurangi risiko (risk reduction) akibat bencana letusan gunung berapi.

Berita Terkini

Lokasi WNA Ukraina Tersesat di Merbabu Ternyata Jadi Habitat Elang Jawa

Blok Tulangan yang menjadi lokasi penemuan warga negara asing (WNA) yang tersesat di lereng Gunung Merbabu ternyata menjadi habitat dari elang jawa yang terancam punah.

Lagi Viral Kuliner Rating Rendah di Soloraya, Banjir Komentar Sadis

Baru-baru ini viral di media sosial potret review kuliner rating rendah di Google Review yang mengulas salah satu warung makan di Soloraya.

Viral Video Mesum Sejoli 25 Detik, Diduga Terjadi di Sragen

Beredar sebuah video mesum sejoli di kamar berdurasi 25 detik, yang diduga terjadi di Sragen, Jawa Tengah.

Round Up: 3 Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.

Hari ke-3, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Jelajahi Ibu Kota

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 tiba di Jakarta, Minggu (5/12/2021) pukul 23.45 WIB.

3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

Kedelapan personel yang berangkat ke Lumajang itu terdiri atas tiga dokter, tiga sukarelawan SAR dan dua sopir.

Tokoh Difabel Kota Solo Dorong Kesetaraan Akses Pekerjaan

Tokoh difabel di Kota Solo mendorong adanya kesetaraan akses untuk kaum difabel sesuai undang-undang dan tidak adanya inklusivitas di lingkungan kerja.

Kinerja BPR Syariah Diklaim Tumbuh Positif dalam Setahun Terakhir

Bank Pembiayaan Rakyat atau BPR Syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang tumbuh secara positif selama kurun waktu setahun terakhir.

6 Peserta Workshop Bawa Pulang Penghargaan Festival Ayo Membaca 2021

Enam orang peserta membawa pulang penghargaan dalam workshop penulisan cerpen dan artikel sebagai rangkaian Festival Ayo Membaca (FAM) 2021.

Lalu Lintas Solo Padat Saat Nataru? Dishub Siapkan Tim Patroli Keliling

Dishub Solo akan mengerahkan semua sumber daya termasuk tim patroli keliling untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas saat momen Nataru.

Kisah Eric, Trader Emas asal Boyolali Sukses lewat DNA Pro Akademi

Seorang trader emas asal Boyolali menceritakan pengalamannya sukses dalam investasi emas dengan bantuan DNA Pro Akademi.

Soal Jam Buka Saat Nataru, Pengelola Mal Solo Instruksi Resmi Wali Kota

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan Kota Solo masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota terkait penambahan jam buka selama penerapan PPKM level 3 Nataru.

Hari Kedua Rampung, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital Menuju Jakarta

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mengakhiri agenda liputan di Semarang pada hari kedua Minggu (5/12/2021) sore.

Mewarisi Api Perjuangan Sapto Nugroho, Pejuang Difabel Asal Solo

Sapto Nugroho terkenal dengan pemikiran “Ideologi Kenormalan” sebagai sarana memperjuangkan kesetaraan dengan kalangan nondifabel.

Atasi Tengkes, PKK Wonogiri Realisasikan Bumi Limase pada 2022

PKK akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, karang taruna, kader posyandu, dan layanan kesehatan melalui Program Ibu Hamil dan Balita Makan Sehat (Bumi Limase).

Ukur Kecepatan Evakuasi, Warga KRB III Merapi Swadaya Gelar Simulasi

Simulasi yang dilakukan meliputi respons warga ketika ada tanda untuk berkumpul dan bersiap evakuasi hingga kecepatan warga.