Salah satu lokasi di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) yang rawan bencana longsor. (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SALATIGA — Sejumlah wilayah di Kota Salatiga rawan mengalami bencana tanah longsor saat musim penghujan. Salah satu lokasi yang paling riskan terletak di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) dan jalan penghubung kawasan Promasan dengan Randuares. Kedua lokasi rawan longsor itu pun berada di wilayah Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

Lurah Kumpulrejo, Eska Bayu Sukmawan, membenarkan dua lokasi di wilayahnya itu rawan mengalami longsor saat musim penghujan. "Untuk yang titik rawan longsor di JLS sebenarnya sudah dibangun penahan dan tanggul darurat," ujar Bayu kepada wartawan di Salatiga, Selasa (21/1/2020).

Kendati sudah dibangun penahan, Bayu menilai lokasi di JLS itu belum sepenuhnya aman. Terlebih, penahan longsor tersebut hanya berukuran dua meter, sedangkan tinggi tebing mencapai 25 meter.

"Kalau ada longsor, pasti materialnya melompat sampai di jalan utama [JLS] yang menghubungkan Semarang-Solo. Dulu, ada batu besar yang menutup jalan," ujarnya.

Sementara tanggul darurat terbuat dari bambu, saat ini kondisinya sudah rusak karena termakan usia. "JLS ini jalan utama, dan titik rawan longsor tersebut pas putaran kendaraan yang akan ke arah Kopeng atau Magelang, kalau akhir pekan selalu padat kendaraan," kata Bayu.

Sementara untuk yang di jalan penghubung Promasan-Randuares, lanjutnya, tanah bergerak menyebabkan jalan retak-retak. "Kekhawatiran saya, karena kemarin di Kumpulrejo mengalami kekeringan yang lama, ada rongga di tanah yang saat ini terisi air hujan sehingga menjadi pemicu longsor," papar Bayu.

Dia mengimbau kepada warga yang berada di daerah rawan bencana untuk memantau pergerakan tanah dan secepatnya melapor ke perangkat jika keadaan darurat. Sementara itu, seorang pengguna JLS yang dijumpai Semarangpos.com, Dian Permana, mengaku khawatir dengan ancaman longsor itu.

"Saya tiap hari lewat jalan ini karena jalur tercepat ke Semarang. Harusnya memang dibuat tanggul yang permanen dan aman untuk menghalau longsor," tutur Dian.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten