Kategori: Nasional

Awas Hoaks: Covid-19 Bukan Konspirasi dan Bukan Penyakit Biasa


Solopos.com/Cahyadi Kurniawan

Solopos.com, SOLO--Sebuah meme beredar di Facebook menyatakan Covid-19 di Indonesia hanya akal-akalan sebab penyakit ini hanya ada di China. Meme itu juga menuding Covid-19 merupakan penyakit biasa.

Meme itu diunggah oleh akun Facebook AgungBoy di grup Boykot (Boyolali Kota), Minggu (4/10/2020).

Meme itu berisi teks dengan bertuliskan “Corona itu adanya di China bukan di sini. Di sini Cuma di ada adakan. Lagian Corona hanya penyakit biasa, bukan wabah di zaman Nabi. Jadi shouf di masjid-masjid wajib di rapatkan kembali, agar tdk mengundang murka Allah SWT.”

“Benar ni..,” tulis akun Facebook AgungBoy dalam statusnya sembari mengunggah meme itu.

Klaim yang Salah

Klaim perihal virus Corona hanya ada di China merupakan klaim salah. Wakil Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Herawati Sudoyo, dalam sebuah Kuliah Umum Pandemi, Juli 2020, mengatakan virus Corona kali pertama muncul di Wuhan, China, pada akhir Desember 2019.

Kemudian, kasus pertama di luar China ditemukan di Thailand pada 13 Januari 2020. Lalu, di Jepang pada 15 Januari 2020, dan ke seluruh dunia.

PLN Turunkan Tarif Listrik Tujuh Golongan Ini

Penyakit yang diakibatkan oleh virus SARS-CoV-2 ini dilaporkan kali pertama di Indonesia pada 2 Maret 2020. Pasien ke-1 dan ke-2 dilaporkan tertular setelah kontak seorang warga negara asing yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Tak hanya itu, Covid-19 bukanlah penyakit biasa. Herawati menjelaskan virus SARS-CoV-2 jauh lebih mematikan dibandingkan jenis virus corona lain yang jumlahnya ribuan. Dari jumlah itu, ada empat yang menyebabkan flu, salah satunya SAR-CoV-2 yang menyebabkan pandemi pada 2020 ini.

Menurut Herawati, SARS-CoV-2 bisa memicu pandemi yang lebih mematikan karena bisa menular meskipun orang yang terinfeksi belum menunjukkan gejala. Jadi SARS-CoV-2 itu meningkatkan proses penularan. “Sebab, gen virus ini salah satunya memiliki mekanisme proofreading yang baik,” kata Herawati.

Yuk, Intip Uniknya Pesawat Bermasker Milik Garuda Indonesia!

Covid-19 Adalah Nyata

Data Satgas Penanganan Covid-19 Indonesia per 5 Oktober 2020 menunjukan jumlah kasus terkonfirmasi berjumlah 307.120 orang, sembuh 232.593 orang, dan meninggal dunia 11.253 orang.

Sementara itu, di tingkat global, data Worldometers menunjukkan ada 35.424.257 orang terinfeksi virus Corona. Dari jumlah itu, 1.042.178 orang meninggal dunia dan 26.639.438 orang dinyatakan sembuh. Selain itu, masih ada 7.742.641 orang masih dalam perawatan.

“Ini menjadi tantangan kita bagaimana harus menjelaskan kepada masyarakat bahwa Covid ini adalah nyata. Covid ini bukan rekayasa. Covid ini bukan konspirasi. Korban jiwa di tingkat global sudah lebih dari 1 juta orang,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Indonesia, Doni Monardo, dalam peluncuran Sosialisasi Strategi Perubahan Perilaku, Jumat (2/10/2020).

Doni mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menghentikan penularan virus Corona dengan melaksanakan protokol kesehatan. Protokol ini terdiri atas wajib memakai masker serta wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Terakhir, rajin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

Berdasarkan analisis di atas, klaim virus Corona hanya ada China dan merupakan penyakit biasa adalah klaim menyesatkan. Hal ini masuk ke dalam kategori disinformasi.

Share