Awas Foto Hoax Bangkai Sinar Bangun di Danau Toba, Cek Ini Yang Benar!
Foto Hoax KM Sinar Bangun di Danau Toba (Twitter)

Solopos.com, MEDAN -- Dalam beberapa hari terakhir di dunia maya beredar foto-foto bangkai KM Sinar Bangun yang karam di dasar Danau Toba, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah foto-foto KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatra Utara. Sejak Senin (25/6/2018) beredar foto sebuah kapal yang diklaim sebagai foto bangkai kapal KM Sinar Bangun.

Dikutip dari Suara.com, Juru Bicara BNPB Sutopo Purno Nugroho, Selasa (26/6/2018), mengatakan foto itu hoax. Foto yang bergambar latar hijau itu diduga hasil editan. KM Sinar Bangun yang mengangkut lebih dari 100 orang tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018), sekitar pukul 17.30 WIB.

Capture foto sepeda motor di bangkai KM Sinar Bangun (Youtube)

Akhirnya pada Kamis (28/6/2018), tim Basarnas berhasil menemukan lokasi karamnya Sinar Bangun. Alat Remotely Operated Underwater Vehic (ROV) ECA H1000 atau robot bawah air berhasil menemukan lokasi kapal tenggelam dan korban di dasar danau. Kapal berada di kedalaman sekitar 450 meter.

Berdasarkan video yang diperoleh iNews sebagaimana dikutip Okezone.com, Jumat (29/6/2018). Terlihat dengan jelas menunjukkan objek yang diduga KM Sinar Bangun dan juga sepeda motor yang diangkut menggunakan kapal tersebut.

Bangkai Sinar Bangun

Basarnas menunjukkan foto bangkai KM Sinar Bangun di dasar Danau Toba (Okezone)

Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi menyampaikan hasil ROV memperlihatkan objek KM Sinar Bangun dan korban berada di titik kordinat 02 derajat 47 menit 03,7203 detik, kemudian 98 derajat 46 menit 11,1499 detik east, dengan kedalaman kurang lebih 450 meter.

"Atas pertolongan Allah SWT, siang tadi kita diberikan perkembangan yang sangat signifikan untuk bisa melihat korban-korban tersebut dan barang-barang di kapal tersebut," ungkap Syaugi di kantornya.

Syaugi melanjutkan, kini tim gabungan yang terdiri dari TNI kepolisian dan instansi lainnya masih berkoordinasi mencari cara untuk mengangkat bangkai dan para korban yang terjebak di kedalaman 450 meter tersebut.

"Kita masih memikirkan, karena kita belum punya alat untuk mengangkat dari kedalaman 450 meter, saya sudah tanya di rekan-rekan saya, tentang kejadian-kejadian sebelumnya itu kurang lebih di 100 meter," pungkasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho