Awas! Dispenser yang Seperti Ini Bisa Jadi Sumber Berbagai Penyakit

Penggunaan dispenser air merupakan hal umum yang dilakukan masyarakat modern. Meski cukup praktis, penggunaan dispenser menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Tahukah Anda jika jutaan kuman bisa tertelan akibat penggunaan dispenser kotor?

Awas! Dispenser yang Seperti Ini Bisa Jadi Sumber Berbagai Penyakit

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penggunaan dispenser (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Penggunaan dispenser air merupakan hal umum yang dilakukan masyarakat modern. Meski cukup praktis, penggunaan dispenser menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Sebab, tempat penyimpanan air itu bisa menjadi sarang kuman penyebab berbagai penyakit.

Hasil penelitian terbaru seperti dikutip dari Times of India, Rabu (28/8/2019), mengungkap, air yang disimpan di dispenser sangat mungkin terkontaminasi bakteri. Hal tersebut kemungkinan besar terjadi karena bagian dalam dispenser kotor dan penuh bakteri. Sayangnya, bagian tersebut tidak pernah dibersihkan karena posisinya tertutup.

Hasil penelitian dari National Science Foundation International menyebut setiap 1 inchi dispenser bisa dihinggapi sekitar 2,7 juta kuman. Air yang dimasukkan ke dalam dispenser bisa langsung terpapar kuman penyakit atau debu dan kotoran lainnya. Bayangkan saja bagaimana jadinya jika kuman penyakit itu masuk ke dalam tubuh lewat air yang diminum? Mengerikan bukan?

Seorang pakar kesehatan, Dewi Friska, mengatakan, dispenser menjadi sarang kuman jika tidak rutin dibersihkan. Selain itu, pemakaian air yang tidak memenuhi standar kebersihan juga rentan tercemar kuman.

Sebelum mengganti air galon yang habis, ada baiknya mengeluarkan air sisa di dalam dispenser. Air sebaiknya dikuras untuk menghilangkan kuman yang mungkin berkembang biak di dalamnya,” terang Dewi Friska dalam video tayangan Ayo Hidup Sehat yang ditilik Solopos.com dari Youtube.

Dewi Friska menambahkan, dispenser air aman dipakai jika rutin dibersihkan minimal enam pekan sekali. Cara membersihkannya pun tidak sembarangan, yakni menggunakan air panas yang dicampur sari buah lemon. Sementara air galon yang dipakai minum sebaiknya diganti setiap tiga hari.

Idealnya air galon yang sudah dipasang semestinya dikonsumsi hanya dalam waktu tiga hari. Selanjutnya, air tersebut dibuang untuk mencegah perkembanganbiakan bakteri,” tutup Dewi Friska.

Berita Terkait

Berita Terkini

FOTO : Hujan Deras, Sejumlah Kendaraan Mogok di Depok

Genangan air akibatkan kendaraan mogok di Jl. Margonda Raya, Depok, Jabar

Dulu Ganjar Disindir Puan, Kini Ditegur Megawati

Dari layar zoom, tampak Ganjar Pranowo merespons dengan senyuman terkait antisipasi banjir rob di Semarang.

Pengukuran Lahan Rel Layang Joglo Disampaikan, Warga Diberi Waktu Sanggah Sepekan

Warga diberi kesempatan menyanggah hingga sepekan ke depan baru kemudian nilai aprraisal santunan turun.

Bocoran Spesifikasi Xiaomi Mi Mix 4, Ponsel Pertama Dengan Chipset Snapdragon 888 Plus

Berikut bocoran spesifikasi Xiaomi Mi Mix 4 yang akan rilis pada bulan Agustus ini dan menjadi ponsel pertama dengan chipset Snapdragon 888 plus.

LSP UNS Gandeng LSP PEP dan BNSP Gelar Sertifikasi Kompetensi Kerja

Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho mengatakan bahwa adanya LSP di UNS merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab UNS.

Persis Gotong Royong Absen Liga 3 Jateng 3 Musim Beruntun

Kali terakhir Persis GR terjun berkompetisi pada musim 2017 atau saat mereka menembus final Liga 3 zona Jateng.

Purwokerto dan Cilacap Tercatat Alami Inflasi Pada Juli 2021

Bank Indonesia mencatat Juli 2021 Purwokerto dan Cilacap mengalami inflasi, yaitu masing-masing sebesar 0,09% (mtm) dan 0,06 % (mtm).

Rayakan Kemerdekaan RI di Nava Hotel, Ada Diskon 17% sampai Menginap Gratis

Nava Hotel tidak hanya punya promo dan diskon menarik, hotel ini juga memberikan kado spesial buat tamu yang merayakan ulang tahun.

Pendekar Sukoharjo Mendapat Vaksinasi Bareng Ribuan Warga

Total ada 3.724 orang yang mendapat vaksinasi yang berasal dari berbagai organisasi di Sukoharjo.

Anak Yatim Piatu Gegara Corona di Sukoharjo Dapat Bantuan Rp5 Juta

Saat ini, Pemkab Sukoharjo tengah mendata anak yatim piatu baru karena kedua orang tuanya meninggal dunia akibat virus corona.

667 Pelamar CASN Solo Tak Lolos Seleksi Administrasi

Dari 6.376 pelamar CASN Kota Solo, 5.709 orang lolos seleksi administrasi dan 667 orang tidak lolos.

Bos JNE M. Feriadi Soeprapto Dinobatkan Sebagai Best CEO Award 2021

Bos JNE M. Feriadi Soeprapto punya pengalaman bertahun-tahun di bidang penjualan, pemasaran, dan menjadi kurir on board ke berbagai negara.