Sosialisasi penanganan sarang tawon di gedung RSPD Klaten, Jumat (22/11/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Serangan tawon Vespa affinis masih mengancam warga Klaten. Saat ini diperkirakan masih ada 300-an sarang tawon tersebut.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten telah mengagendakan membasmi 40-an sarang tawon Vespa affinis dalam waktu dekat.

Data tersebut diketahui saat Sosialisasi Penatalaksanaan Kasus Sengatan Tawon dn Pemberantasan Sarang Tawon di gedung Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Klaten, Jumat (22/11/2019).

Dianggap Sudutkan Kaum Hawa, Penulis Nakhoda Kapal Pecah Diserang Netizen

Hadir pada kesempatan itu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Klaten, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), para kepala desa (kades) dan lurah di Klaten, sukarelawan di klaten, dan tamu undangan lainnya.

Sedangkan pemateri di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Klaten Srihadi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Cahyono Widodo, dan Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagaswaras Klaten Limawan.

Kepala Satpol PP Klaten, Sugeng Haryanto, mengatakan sosialisasi seperti itu perlu dilakukan agar pemahaman masyarakat tentang keamanan dan keselamatan menghadapi serangan tawon Vespa affinis dapat dilakukan secara cepat dan benar.

Kisah Sukarni Beli Mobil dari Hasil Jualan Soto Rp1.000/Mangkok di Sragen

"Sepanjang 2016-2019, ada 667 kasus [penanganan sarang tawon]. Selain sembilan warga meninggal dunia, ada yang menjalani perawatan medis juga. Tahun ini, ada dua orang yang opname,” kata dia.

Sugeng Haryanto mengatakan pembasmian sarang tawon saat ini sangat mengandalkan petugas Damkar Klaten. Padahal Damkar Klaten hanya memiliki 27 anggota.

Di sisi lain, permintaan pembasmian sarang tawon terus ada hampir setiap hari. Akibatnya Damkar Klaten kewalahan menangani laporan dari masyarakat.

Musim Durian Wonogiri Sudah Tiba, Saatnya Berburu!

“Tugas utama Damkar Klaten itu sebenarnya terkait kebakaran. Saat ini ada tugas tambahan, di antaranya membasmi sarang tawon," kata dia.

Selain terbatasnya anggota, pembasmian sarang tawon ini harus dilakukan pada malam hari guna mengurangi risiko. Dalam waktu dekat ini, sudah ada 40-an sarang tawon yang masuk waiting list untuk dibasmi.

Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, mengatakan penanganan sarang tawon Vespa affinis harus komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Penanganan warga yang telah diserang tawon juga harus lintas sektoral.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten