Awas, 8 Kebiasaan ini Diam-Diam Bisa Curi Kebahagiaan Kita
Delapan kebiasaan ini bisa diam-diam curi kebahagianmu. (ilustrasi/ freepik)

Solopos.com, SOLO – Sumber kebahagiaan bisa berasal dari hal terkecil hingga yang paling besar. Kemiskinan atau kurangnya hiburan bukanlah, alasan terbaik untuk menyatakan kalian kurang bahagia. bahkan, bisa saja ketidakbahagian kita itu berawal dari kita  sendiri.

Melansir dari liputan6.com, Senin (14/9/2020), berikut 8 kebiasaan yang bisa diam-diam mencuri kebagaiaan kita.

1. Membiarkan masa lalu dan masa depan mengganggu hidup

Memikirkan masa lalu atau masa depan, bukan berarti bisa membuat kita tak bahagia, tapi lebih baik menghindari agar tidak selalu terjebak di sana. Memikirkan masa lalu menunjukkan ada beberapa masalah yang tak terselesaikan yang terus memberatkan kalian. Sementara itu, terlalu berfokus pada masa depan, bisa berarti kalian memiliki masalah dengan kecemasan.

2.Bergantung pada pendapat orang lain

Pastinya, kalian juga ingin mengesankan orang yang tak disukai atau membuktikan pada mereka yang sebenarnya tak dipedulikan olehmu. Padahal menurut penelitian, orang yang bergantung pada pendapat orang lain cenderung merasa cemas dan tertekan, serta tak mampu mempertahankan batas-batas pribadi mereka. Cobalah bertanya pada diri sendiri, "Apakah saya baik-baik saja dengan itu atau apakah saya melakukannya demi orang lain?"

3.Fokus pada kesuksesan orang lain

Saat era digital dan penggunaan media sosial yang meningkat seperti sekarang, akan sangat sulit untuk tidak jatuh dalam perangkap perbandingan. Saat kalian terus-menerus sibuk mengikuti kehidupan orang lain, kalian akan mengabaikan hidupmu dan kehilangan waktu yang bisa dihabiskan untuk membangun kesuksesan diri sendiri.

Update Covid-19 Indonesia: Pasien Positif Tambah 3.141, Total Kasus Jadi 221.523

4.Seolah-olah tahu pikiran orang lain

Kalian belum tentu mengetahui apa yang dipikirkan orang lain dan terkadang akhirnya kita menyimpulkan sendiri apa yang dalam pikiran meski belum tentu benar. Saat itu terjadi, pikiran kalian mungkin saja berpikir bahwa "Aku terlihat bodoh di mata mereka." atau "Mereka mungkin berpikir aku membosankan".

Sebuah saran sederhana untuk kalian yang mempunyai kebiasaan ini, cobalah untuk percaya bahwa orang-orang berpikir yang terbaik darimu. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri dan membantumu berkomunikasi secara terbuka.

5.Menyimpan dendam

Menyimpan dendam akan berdampak buruk pada kesehatan, mulai dari depresi ringan hingga penyakit kardiovaskular akut. Kemudian, ketika kalian bereaksi dengan dendam yang telah kalian simpan, tidak hanya membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang positif. Namun, juga akan menyakiti diri sendiri dan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi.

6.Suka menjadi korban

Menyalahkan hal sekitar adalah cara cepat menuju ketidakbahagiaan. Namun, saat dirimu mengubah perspektif sumber masalah berasal dari diri sendiri. Maka, kalian akan mendapatkan pilihan untuk mengubah situasi tersebut. Sehingga, Alih-alih menjadi hambatan, kalian akan melihat peluang dalam masalah kalian.

Pilkada Sukoharjo: Berkas Penuhi Syarat, EA-Joswi Tunggu Penetapan & Pengundian Nomor Urut

7.Tak membiarkan diri melakukan kesalahan

Kebanyakan keberhasilan berasal dari kegagalan. Memang, tidak ada salahnya sempurna di CV (Curriculum Vitae), tapi apakah itu benar-benar membawa kebahagiaan untuk kalian. cobalah untuk mengubah persepektifmu tentang kegagalan. Bahkan jika itu berupa kesalahan kecil.

8.Mematikan perasaan diri sendiri

Kalian pasti sering diberi tahu untuk tidak menunjukkan emosi yang tak menyenangkan, seperti "Jangan menangis," "Jangan sedih tentang itu," dan lainnya. Sedikit demi sedikit. Alhasil, kita pun menyembunyikan emosi negatif yang sebenarnya alami untuk ditunjukan.

Sayangnya, perilaku ini bisa menghasilkan pengalaman hidup yang lebih buruk. Menurut para ahli, berjuang dengan emosi negatif membuat kita mati rasa terhadap emosi positif. Hal ini juga mengarah pada komunikasi dan hubungan yang lebih buruk.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom