Awas, 6 Kecamatan di Sukoharjo Rawan Banjir!

Sabtu, 13 Oktober 2012 - 22:39 WIB Penulis: Ivan Andi Muhtarom Jibi Solopos Editor: R. Bambang Aris Sasangka | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Warga Dukuh Kesongo, Desa Tegal Made, Mojolaban, Sukoharjo, mengevakuasi ternak ke tempat yang lebih aman saat terjadi banjir tahun lalu.Banjir di wilayah itu terjadi akibat meluapnya Sungai Samin setelah hujan deras mengguyur. (JIBI/SOLOPOS/Hanifah Kusumastuti)

Warga Dukuh Kesongo, Desa Tegal Made, Mojolaban, Sukoharjo, mengevakuasi ternak ke tempat yang lebih aman saat terjadi banjir tahun lalu.Banjir di wilayah itu terjadi akibat meluapnya Sungai Samin setelah hujan deras mengguyur. (JIBI/SOLOPOS/Hanifah Kusumastuti)

SUKOHARJO – Enam kecamatan di Sukoharjo terancam banjir tingkat rendah, demikian data yang dirilis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) kepada Badan Penanggulangan Daerah Bencana (BPDB) Kabupaten Sukoharjo.

Sekretaris BPDB Sukoharjo, Sukito, 50, kepada Solopos.com mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi agar dapat memberikan reaksi yang tepat manakala bencana benar-benar terjadi. Data BMKG tentang prakiraan daerah potensi banjir Jawa Tengah Oktober 2012 yang disodorkan kepada Solopos.com mencatat Kecamatan Gatak, Mojolaban, Nguter, Polokarto, Sukoharjo dan Tawangsari berpotensi terkena banjir tingkat rendah.

Ia menambahkan, BPDB Sukoharjo memiliki fungsi koordinasi, komando dan penanganan bencana. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan beberapa unsur seperti SAR, PMI, Tegana (Taruna Siaga Bencana) Dinas Sosial Sukoharjo dan RAPI (Radio Amatir Penduduk Indonesia). BPDB menyiapkan gedung relawan di sebelah selatan kantor utama bagi mereka.

“Ada petugas dari Posko yang siap selalu untuk menangani bencana. Kami memetakan wilayah-wilayah rawan bencana di Sukoharjo, seperti bencana banjir, angir ribut, kekeringan bahkan kebakaran. Itulah mengapa ada beberapa unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang stand by di sini,” papar Sukito.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif