Awas! 4 Jenis Ruam Kulit Ini Bisa Jadi Gejala Covid-19
Ilustrasi ruam kulit (Freepik)

Solopos.com, JAKARTA--Tak jarang kita menemukan masalah pada kulit berupa ruam kulit. Namun jangan anggap biasa, karena bisa jadi merupakan gejala Corona.

Ya! Saat ini gejala terinfeksi Covid-19 bukan hanya batuk dan demam. Saat seseorang terinfeksi Virus Corona, berbagai gejala mulai muncul seperti demam, batuk, hingga kehilangan kemampuan indera penciuman dan perasa.

Selain ketiga gejala umum tersebut, ruam kulit juga bisa muncul saat terinfeksi Covid-19. Meski gejala ini masih jarang ditemukan pada pasien Covid-19, tetapi harus tetap diwaspadai.

Baca Juga: Waduh! Stunting Dan Obesitas Masih Jadi Masalah Indonesia

Lalu ruam kulit seperti apakah yang patut diwaspadai sebagai gejala Covid-19? Simak ulasannya di tips kesehatan kali ini.

Dikutip dari Daily Star, sebuah studi baru menunjukkan bahwa sebanyak 17 persen pasien Covid-19 mengalami beberapa gejala termasuk ruam ini. Sedangkan sebanyak 21 persen pasien lainnya mengaku hanya mengalami ruam kulit sebagai satu-satunya gejala yang muncul setelah terinfeksi Corona.

Berikut empat jenis ruam kulit yang bisa terjadi saat seseorang terinfeksi Covid-19 sebagaimana dikutip dari detikcom, Sabtu (6/3/2021):

1. Lesi kulit seperti chilblain

Ruam kulit ini biasanya terjadi pada jari dan telapak kaki yang biasa disebut dengan Covid-19 toes.

Pada 1 pekan-2 pekan pertama Covid-19 toes ini muncul, lesi akan berubah warna dan pembengkakannya berkurang hingga sembuh tanpa pengobatan. Gejala ini umumnya dialami kelompok remaja dan dewasa muda.

Berdasarkan sebuah penelitian, lesi kulit ini disebabkan oleh sel darah yang rusak akibat respons sistem kekebalan tubuh terhadap virus, atau beberapa gumpalan darah di jari kaki.

Baca Juga: Lakukan Diet Sehat, Pilih Tempe Atau Tahu?

2. Ruam makulopapular

Jenis ruam kulit ini memicu perubahan warna pada area kulit. Berdasarkan penelitian di Spanyol terhadap 375 pasien Covid-19, sebanyak 47 persen di antaranya mengalami ruam jenis ini.

Ruam jenis ini dikaitkan dengan gejala Covid-19 yang lebih parah, dan lebih sering dialami para pasien yang berusia lanjut. Gejala ini biasanya berlangsung selama 18 hari dan muncul 20-36 hari pasca infeksi terjadi.

Sama seperti Chilblain, ruam makulopapular ini dipicu oleh sistem kekebalan tubuh yang berjuang melawan infeksi. Biasanya, fase hiper inflamasinya dimulai 7-10 hari setelah infeksi.

3. Gatal-gatal

Biduran adalah kondisi kulit yang menonjol karena iritasi dan biasanya terasa gatal. Jika kondisi ini berkaitan dengan Covid-19, rasa gatalnya muncul bersamaan dengan gejala khas Corona lainnya agar lebih mudah diidentifikasi.

Baca Juga: Ada Penipuan Vaksinasi Covid-19 Berbayar, Begini Modusnya

Biduran ini muncul setelah infeksi, karena menyebabkan kerusakan sel yang memicu pelepasan histamin melalui sistem kekebalan. Masalah kulit ini umumnya dialami pasien paruh baya dan berhubungan dengan penyakit yang lebih parah.

4. Lesi vesikuler

Secara visual, jenis ruam ini mirip dengan cacar air. Lesi vesikuler ini adalah kantung berisi cairan bening yang terbentuk di bawah kulit dan kurang umum dialami pasien Covid-19.



Berita Terkini Lainnya








Kolom