Sejumlah pimpinan Yarsis menggelar rapat pleno di RSIS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (2/3/2019). (Solopos/Iskandar)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Ketua Pengawas Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis), M. As’ad, mengatakan akan mengawali pengoperasian RSIS dengan membuka instalasi gawat darurat (IGD) lebih dulu.

Jika IGD sudah beroperasi dia optimistis tak lama lagi poliklinik segera menyusul beroperasi. Hal itu disampaikan As’ad di sela-sela rapat pleno perdana pengurus Yarsis yang terdiri atas pembina, pengurus dan pengawas di RSIS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (2/3/2019).

Dia menjelaskan rapat yang diikuti belasan orang itu membahas pemantapan rencana operasional RSIS. “Pada rapat konsolidasi tadi semua pihak sepakat adanya percepatan operasional rumah sakit sesuai keinginan para karyawan. Karena mereka saat ini dalam semangat kerja tinggi, kami tangkap momen ini,” ujar dia.

Untuk itu dia segera membentuk tim yang setiap hari siaga di rumah sakit. Dengan demikian nanti ada pengurus harian di rumah sakit.

Selain pendirian IGD, kata dia, perlu pengadaan alat-alat penunjang lainnya di laboratorium, alat rontgen dan sebagainya. Alat rontgen milik RSIS yang telah lama tak dioperasionalkan perlu perbaikan.

Selain itu RSIS juga akan melengkapi kembali sejumlah peralatan lainnya yang raib. Menyinggung dana yang diperlukan untuk mengoperasikan kembali rumah sakit yang dulu pernah berjaya itu, pengawas Yarsis mengaku telah menyediakannya.

Dia memperkirakan total dana yang dibutuhkan untuk operasional RSIS mencapai Rp1 miliar lebih. As’ad memastikan dana tersebut tersedia. Kalau tidak ada, dia tidak berani membuka segel ke RSIS.

“Ketika awal masuk kami sampaikan kepada karyawan, harus punya ‘peluru’. Kalau tidak mempunyai ‘peluru’ masa masuk ke RSIS membersihkan berbagai tempat dan alat terus tanpa ada makanan dan minuman? Kami juga menggaji mereka,” kata dia.

Di sisi lain, dia bersyukur karena sejumlah dokter yang dulu bekerja di RSIS sudah banyak yang mengontak. Mereka justru menanyakan kapan RSIS akan beroperasi lagi.

Dia mengatakan ketertarikan para dokter ingin bergabung dengan RSIS karena pangsa pasar RSIS dinilai bagus. “RSIS itu adalah rumah sakit bernuansa Islam dan orang sakit itu mesti ingat sama Tuhan. Karena itu nanti semoga rumah sakit ini bisa tetap berjalan lagi,” ungkap dia.

Ditanya soal gaji karyawan yang belum dilunasi selama beberapa bulan ini, As’ad mengakui sampai saat ini belum membahasnya. Dia mengingatkan para karyawan masih mempunyai uang pensiun yang dipotong dari gaji yang tersimpan di bank.

Dalam hal ini Yarsis tak mengutak-utiknya karena itu hak para karyawan. Namun jika mereka memilih keluar dan ingin mengambil uang tersebut harus meminta tanda tangan dari yang berwenang di kubu sebelah.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten