Awal Maret! Jumlah Pasien Covid-19 di Wonogiri Tembus 3.139 Orang, Kasus Aktif Ada 47
Ilustrasi penanganan virus corona (Covid-19). (Freepik)

Solopos.com, WONOGIRI - Kumulatif kasus Covid-19 di Kabupaten Wonogiri mencapai 3.139 orang per Senin (1/3/2021). Kendati demikian, penambahan kasus Covid-19 di Wonogiri dianggap telah menurun.

Menurut data yang dihimpun Solopos.com, dari total 3.139 kasus, sebanyak 2.957 orang telah dinyatakan sembuh. Sementara 135 orang dinyatakan meninggal dunia karena Covid-19. Artinya, masih ada 47 kasus aktif di Wonogiri dengan perincian 31 orang dirawat di rumah sakit dan 16 orang menjalani isolasi mandiri.

Baca Juga: Program Kartu Prakerja Wonogiri Sudah Gelombang 12 Loh, Pendaftar Jangan Lalai!

Sementara itu, dipastikan tidak ada kecamatan di Wonogiri yang berstatus zona merah dalam persebaran Covid-19 saat ini. Ada empat kecamatan yang berstatus zona oranye yakni Kecamatan Tirtomoyo, Wuryantoro, Jatipurno dan Puhpelem berstatus zona oranye. Sedangkan 21 kecamatan lainnya berstatus zona kuning.

Adapun kecamatan yang mempunyai kasus tertinggi berada di Kecamatan Wonogiri Kota. Ada sembilan orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan rincian tujuh orang dirawat di rumah sakit dan dua orang menjakani isolasi mandiri.

Imbas PPKM

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro yang diselenggarakan secara serentak memiliki dampak dalam menekan persebaran covid-19. PPKM mikro marupakan suatu langkah yang terintegrasi.

"Saat ini kami melakukan langkah monitoring. Termasuk penggunaan dana desa sebesar delapan persen yang tercantum dalam peraturan untuk penanganan Covid-19 selama PPKM mikro," kata dia di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda & Litbang) Wonogiri, Senin (1/3/2021).

Baca Juga: Dari Pembangunan Disneyland Hingga Sriwedari Solo, Gibran Diserang Serangkaian Hoaks

Pria yang akrab disapa Jekek itu akan terus berupaya agar kasus Covid-19 di Wonogiri berada dalam tren positif. PPKM mikro berakhir 8 Maret 2021, belum pasti diperpanjang atau tidak. Yang terpenting pihaknya terus melakukan edukasi dan sosialiasais secafa masif agar masyarakat tetap tidak lengah menerapkan protokol kesehatan.

"Pagebluk masih berlangsung, kami tidak mau lengah. Kebiasaan baru harus menjadi tata nilai masyarakat meski kasus sudah mulai menurun dan ruang isolasi rumah sakit rujukan mulai longgar," kata Jekek.



Berita Terkini Lainnya








Kolom