Ayu Prawitasari

Ayu Prawitasari

Jurnalis di Solopos Group. Menulis konten di Solopos Group yaitu Harian Umum Solopos, Koran Solo, Solopos.com.

Follow Me:

Daftar Tulisan Ayu Prawitasari

Luka yang Tak Terlihat

Dibandingkan remaja lain, khususnya remaja laki-laki. bisa dikatakan saya memiliki keunikan. Saya laki-laki, tapi saya feminim.

Kerja Sama Panci dan Tutupnya

Panci dan tutupnya adalah dua hal berbeda, sering bergesekan malah. Namun, kerja sama keduanya menghasilkan masakan lezat.

Jangan Samakan Aku dengan Ibuku

Bagi para korban perundungan di sekolah, segeralah lapor gurumu supaya mendapat perlindungan.

Bahasa Daerah dan Globalisasi

Kenapa anak-anak muda justru bangga saat mengakui ketidakpahaman mereka akan konten berbahasa Jawa di kolom komentar media sosial? di media sosial

Pluralisme dalam Tradisi Grebeg Sudiro

Perayaan Tahun Baru Imlek memperkuat identitas budaya masyarakat Tionghoa sekaligus memperkuat upaya mereka berbaur dengan warga pribumi.

Toleransi di Kaki Gunung Lawu

Saat Nyepi, warga kampung toleransi di Ngargoyoso yang non-Hindu akan membantu menjaga rumah warga yang sedang memperingatinya, hal yang sama terjadi saat Hari Raya Idulfitri dan Natal.

Membentuk Manusia Toleran

Pesta siaga bukan sekadar mencari pemenang, tapi juga mengajarkan anak menghargai keberagaman.

Debat dan Keberagaman

Mengajar bahasa Inggris melalui metode debat memberikan banyak manfaat, keberanian sekaligus kemampuan siswa menghargai perbedaan.

Manusia Memang Berbeda-Beda

Manusia memang berbeda-beda, yang tunggal hanyalah Allah Yang Maha Esa.

Memahami Nyadran

Tidak hanya mengingatkan kita pada kematian, sadranan juga menjaga silaturahmi antarwarga terjaga lewat kegiatan membersihkan permakaman bersama.

Siswa Berhak Mendapat Pelayanan Terbaik

Guru wajib memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua siswa dari latar belakang dan kondisi apa pun.

Berbeda Boleh, Menjatuhkan Jangan

Salah satu warna demokrasi adalah kemampuan menghargai perbedaan dalam pemilihan umum. Beda boleh asal jangan menjatuhkan .

Meski Berbeda, Tujuan Kita Sama

Anggota keluarga besar saya memeluk agama yang beragam. Kami saling membantu dalam hal apa saja, termasuk saat perayaan agama.

Gamelan dan Harmoni di Sekolah

Dengan bermain gamelan, segala perbedaan di sekolah justru menjadi harmonisasi.

Kenalkah Aku dengan Siswaku?

Saat guru tahu nama murid-muridnya, apakah itu berarti guru tersebut benar-benar telah mengenal mereka?

Merindukan Buka Bersama

Hidup itu seperti semut, dengan bekerja sama maka masalah seberat apa pun akan lebih ringan untuk diselesaikan.

Mari Bersama Melawan Perundungan

Saat sekolah tatap muka berganti menerapkan pembelajaran jarak jauh, saat itu pula perundungan meluas hingga ranah dunia maya atau yang dikenal dengan cyberbullying.

Hilang Tanpa Coretan

Apakah kematian bisa diartikan sebagai ketidakadaan? Bisakah ada dan tidak ada hadir dalam satu waktu?

Saat Tradisi Menyesuaikan Zaman

Kunci hidupnya tradisi adalah toleransi. Setelah sempat ada perselisihan, tradisi bersih desa di Dusun Kalongan, Desa/Kecamatan Matesih, Karanganyar, hidup sampai saat ini.

Jurnalis Harus Peka terhadap Kaidah Bahasa Indonesia

Sekitar 120 jurnalis di Soloraya mengikuti acara peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia.

+ PLUS Kasus Berulang Orang Lansia Meninggal di Rumah Sendirian

Orang lansia meninggal di rumah sendirian adalah kasus berulang yang terjadi di perkotaan.

Berhenti Membandingkan Anak Kita

Memotivasi anak supaya menjadi lebih baik bukan dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain.

Mengenang Sahabat

Persahabatan Sari dan Lia yang berbeda latar belakang, agama, maupun ras, mengajarkan pada manusia bahwa manusia setara.

Beragam dalam Satu Tujuan

Di perumahan, tak semua warganya seagama. Kadang juga timbul konflik kecil. Namun, toleransi tetap menjadi kunci.

Kisah Narsi dan Keluarga Pengayuh Becak

Keluarga tukang becak itu menghasilkan banyak anak sukses, salah satunya Narsi, perawat yang berada di garda depan pandemi Covid-19.

Alarm Bahaya untuk Perempuan

Rumah, tempat publik, maupun institusi pemerintahan belum menjadi tempat yang aman untuk perempuan. Kapan berubah?

Melayat

Perbedaan agama bukan menjadi penghalang manusia memberikan penghormatan terakhir kepada manusia yang lain.

Cerita di Kelas Asa

Kelas Asa memberi pelajaran tentang perundungan yang memberikan luka pada korban maupun pelaku.

Aku dan Tai Chi

Tiap kali tahun baru Imlek datang, peserta senam tai chi selalu tampil. Mereka yang muslim dan berhijab tetap tampil dengan identitas itu.

Cerita Toleransi di Dukuh Pencil

Masjid dan gereja yang dibatasi jalan melintang dari timur ke barat, di Dukuh Pencil, Kelurahan Bendo, Kecamatan Pedan, Klaten, melahirkan banyak cerita tentang keberagaman.

Panjang Umur Pasar Tiban Cantel Kulon

Apa yang membuat Pasar Tiban Cantel Kulon bertahan lama? Jawabannya sikap saling menghargai antarpenjual maupun pembeli.

Beragam Budaya, Beragam Identitas

Kebudayaan beragam yang dimiliki Indonesia menjadi identitas tersendiri.

Logat dan Identitas Kita

Keberagaman bahasa adalah salah satu keunikan Indonesia. Mari kita lestarikan.

Anak Laki-Laki dan Impiannya

Menjadi chef adalah cita-citanya, seorang siswa laki-laki di Jurusan Tata Boga sebuah SMKN. Bukankah profesi koki memang tidak bergender?

Ketupat dan Kue Keranjang

Tiap Lebaran Ketupat tiba, ibu selalu membagi ketupat opor untuk keluarga yang keturunan Tionghoa, sebaliknya saat Tahun Baru Imlek, kami berlimpah kue keranjang dari mereka.

Misa Arwah di Keluarga Muslim

Misa arwah yang merupakan ritual mengantar jenazah umat Katolik berlangsung di rumah kakakku yang beragama Islam.

Pesan Ustaz tentang 10 Prinsip Toleransi

Jika kita bukan saudara seagama, setidaknya kita adalah saudara sekemanusiaan.

Memaknai Kemiskinan dan Kegagalan

Kemiskinan dan berulang kali kegagalan adalah tantangan dalam meraih keberhasilan.

Program Literasi Keberagaman Selaras dengan Sekolah Penggerak

Program Literasi Keberagaman Melalui Jurnalisme yang dilaksanakan Solopos Institute selaras dengan Program Sekolah Penggerak.

Keluarga Gado-Gado

Dalam keluarga besar saya terdapat beberapa penganut agama yang berbeda. Keluarga saya adalah keluarga gado-gado. Sebuah metafora untuk makanan yang lezat.

Apa yang Diceritakan Kue Keranjang?

Kue keranjang menceritakan persahabatan sekaligus trauma. Kue keranjang mengajarkan seseorang menjadi manusia yang lebih baik.

Ekstrakurikuler, Berbeda Menjadi Bersama

Esktrakurikuler menjadi miniatur kelompok-kelompok dalam masyarakat. Berbeda-beda, namun punya satu tujuan bersama.

Belajar dari Siswa

Dari kasus perundungan yang dilakukan siswa, guru juga bisa belajar tentang bagaimana mendidik anak yang berkarakter baik.

Bancakan Weton

Ada banyak doa dan kebersamaan yang bisa kita pelajari dari tradisi bancakan weton.

Saya Memanggil Dia Paklik

Dari persahabatan ayah yang orang Jawa dan pemilik toko onderdil yang orang China, saya belajar mengenai keberagaman.

Pagar Mangkuk Atau Pagar Tembok?

Relasi yang baik dengan manusia lain akan menghasilkan kehidupan yang baik pula.

PJJ dan Sikap Peduli

Pendidikan karakter menjadi tanggung jawab orang tua dan guru, terlebih saat pembelajaran jarak jauh (PJJ). Salah satunya pembentukan karakter peduli pada orang lain.

Dari Egoisme Lahirlah Intoleransi

Konflik intoleransi bukan karena kesalahan agama sebab tidak ada satu pun agama di dunia yang mengajarkan hal buruk.

Mengingat Leluhur, Merawat Tradisi, Menjaga Toleransi

Dengan mengingat leluhur, merawat tradisi, kita bisa menerapkan toleransi.

Merekatkan yang Sempat Terpecah

Pemilihan kepala desa membuat kerukunan warga terpecah. Pandemi merekatkannya kembali.

“Bermain Saya Ternyata Kurang Jauh”

Dalam hati kecil saya tertawa, tapi bukan menertawakan mereka. Tawa saya adalah tawa kepuasan karena saya merasa berhasil untuk mengenalkan keberagaman kepada anak didik.

Kampung Damai untuk Anak-Anak Tipes

Di Kampung Damai Tipes ada cerita tentang kerja keras warga untuk mewujudkan ruang damai bagi anak-anak mereka. Tidak ada lagi tempat untuk gerakan intoleransi.

Para Perempuan yang Bekerja Tanpa Pengaman

Kenapa pelecehan seksual dan pemerkosaan belum dipandang sebagai salah satu bentuk kecelakaan kerja?

Bayangan Toleransi dan Fakta Intoleransi

Semua orang tahu toleransi diperlukan bangsa ini, tapi kenapa mereka masih saja melakukan tindakan yang intoleran?

Belajar Toleransi dari Gobak Sodor

Selain kerja sama, gobak sodor mengajarkan pada anak bahwa kemenangan dan kekalahan selalu berganti-ganti.

Gelang Tali Sang Guru

Pahami setiap makna di balik keputusan dan pilihan yang diambil orang lain agar kita bisa menghormati pilihan tersebut.

Kenapa Tidak Ada Anak yang Bodoh?

Setiap anak dilahirkan dalam kondisi cerdas. Tidak ada anak yang bodoh.

Filosofi Petani dan Biji Padi

Filosofi Ki Hajar Dewantara memandang siswa sebagai seorang yang unik. Ibaratnya, pendidik adalah petani, sementara siswa adalah bijinya.

Racun Itu Bernama Perundungan

Memberikan label negatif pada anak hanya akan meracuni mereka.

Dialek

Perbedaan dialek memunculkan banyak kejadian lucu hingga konflik. Kejadian-kejadian itu seharusnya membuat kita lebih menghargai keberagaman.

Setop Perundungan di Tempat Kerja

Perundungan terjadi di mana saja, termasuk di tempat kerja. Jangan hanya diam, saatnya melawan.

Setelah Hujan Lebat Ada Pelangi

Roda kehidupan memungkinkan seseorang berada di atas dan di bawah. Jangan mengejek seseorang saat dia berada di bawah dan jangan mencemburui seseorang kala dia berada di atas.

Politik Identitas dan Rasa Kemanusiaan

Identitas perlu, namun jangan sampai terjebak pada egosentris. Hidup bersama itu mutlak dengan menghomarti identitas masing-masing.

Apakah Siswa Harus Berseragam?

Apakah seragam menjadi hal yang penting dalam membentuk siswa yang berprestasi?

Sekolah Melawan Perundungan

Perlu kerja sama antara semua elemen sekolah untuk melawan perundungan.

Beragam Menuju Toleran

Keberagaman tidak bisa ditawar. Yang perlu kita lakukan adalah menghormati dan bertoleransi.

Kita Bisa Seiring Sejalan

Bazar sekolah melatih siswa menerima perbedaaan demi tujuan bersama.

Menghormati Cinta Beda Agama

Hal yang paling penting diingat adalah setiap orang berhak memeluk agama dan kepercayaan masing-masing sehingga kita harus bersikap toleran terhadap siapa pun meski berbeda dari kita.

Orang-Orang yang Merawat Tanah Bineka

Konflik selalu ada salah satu jalan, namun upaya menjaga perdamaian juga selalu menemukan jalan yang lainnya.

Belajar Demokrasi di Sekolahan Kami

Lewat pemilihan ketua OSIS, siswa dipersiapkan menjadi pemilih pemula yang bijaksana.

Kisah Andi, Siswaku yang Autis

Andi adalah siswa autis yang selalu dirundung teman-temannya. Namun, Andi anak istimewa. Ia berhasil diterima di Teknik Nuklir UGM.

Yayasan Sahid Lantik Tiga Pimpinan Sekaligus

Yayasan Sahid Jaya Solo melantik tiga pimpinan sekaligus, yaitu Manajer Operasional Yayasan Sahid Jaya Solo, Wakil Rektor Usahid Solo, dan Kepala SMK Sahid Solo.

Melestarikan Nyadran dan Padusan

Melestarikan nyadran dan padusan adalah melestarikan tradisi.

Kekuatan Itu Justru dari Perbedaan

Dari Timnas Garuda kita belajar bahwa perbedaan dan keberagaman justru menjadi sebuah kekuatan.

Pencak Silat, Harmoni, dan Lagu Padi

Siswa SMA mengikuti berbagai kelompok pencak silat, namun tak pernah terjadi konflik di antara mereka.

Bukan Lagi Siput yang Pemalu

Kisah guru yang berhasil membangkitkan kepercayaan diri siswanya.

Belum Patuh Program Paksa Pilah Sampah, Petugas Tetap Ambil

Program Paksa Pilah Sampah di Banjarsari mulai dilaksanakan, namun beberapa warga belum patuh.

Saat Informasi Makin Murah, Apakah Hidup Kita juga Makin Mudah?

Era digital menjadikan informasi/berita menjadi kian murah dan kian mudah diakses. Menjadi paradoks karena banyak orang yang kesulitan memilah informasi yang baik dan buruk sementara konten berkualitas tidak banyak yang mengakses karena kultur yang tak mendukung.

Kisah Widya, Perempuan Berdaya dari Jalur Nonformal

Tiga tahun lalu, Widyaningsih Tri Kusumastuti, merasa hidupnya berada di titik paling rendah. Tidak ada masa depan dalam bayangan gadis kelahiran Solo, 2001 silam tersebut. Namun, yang terjadi sebaliknya.

Berulang Kali Guru di Solo Ketahuan Melanggar Protokol Kesehatan

Gibran kecewa saat menemukan guru di Solo tidak memakai masker ketika PTM. Kejadian yang sama pernah terjadi September 2021 lalu.

Pagi Ini Soloraya Cerah Berawan, Tidak Ada Hujan Lebat

BMKG meramalkan cuaca pagi hari ini cerah berawan sementara hujan ringan baru turun pada malam hari. Tidak ada hujan lebat.

+ PLUS Pembatalan Larangan Balita di Ruang Publik: Antara Urgensi dan Ekonomi

Pembatalan larangan anak di tempat publik mencerminkan tarik-menarik antara urgensi dan kepentingan ekonomi.

Hari ini: Pagi-Sore Berawan, Malam Hujan Ringan

Soloraya hari ini berawan dari pagi sampai sore hari, sementara pada malam hari mulai turun hujan ringan.

Senin, Hujan Ringan Merata di Soloraya

Hujan ringan turun merata di wilayah Soloraya pada Senin (8/11/2021) berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika.

Akhir Pekan Ditemani Hujan

Akhir pekan ini, Soloraya diwarnai hujan mulai siang menjelang sore hingga malam hari menurut prakiraan cuaca yang dirilis BMKG.

Pagi Berawan, Siang Soloraya Mulai Hujan

Soloraya pada pagi hari ini berawan, sementara siang hari kondisinya mulai hujan. Hujan turun merata di semua wilayah.

Ramalan Cuaca Hari Ini: Hujan Gerimis Mendominasi Soloraya

Memasuki musim penghujan, menurut prakiraan cuaca yang dirilis Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di laman resminya, bmkg.go.id, Kamis (4/11/2021), Soloraya didominasi hujan ringan.

+ PLUS Kebijakan Berubah-Ubah: Tak Hanya Pusat, Daerah Juga

Kebijakan pemerintah pusat untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang berubah-ubah, salah satunya kewajiban tes PCR menjadi antigen untuk perjalanan pesawat Jawa-Bali - yang saat ini menjadi sorotan - juga terjadi di daerah. Di Solo contohnya.

+ PLUS Di Antara Ratusan Pembubaran Kegiatan, Pelonggaran Dimulai

Ketika Solo memasuki level 2 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), konsekuensinya adalah pelonggaran sementara pada saat yang sama Satpol PP mencatat telah membubarkan ratusan bahkan ribuan kegiatan yang melibatkan kerumuman.

+ PLUS Paradoks Dunia Pendidikan: SD Negeri Kurang Siswa, Swasta Kelebihan

Paradoks yang menarik sejumlah orang tua siswa mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan di SD swasta, namun mereka justru antre mendaftar, bahkan inden setahun sebelum tahun ajaran baru dimulai.

+ PLUS Perjalanan Universitas Terbuka, dari Bahan Cetak hingga Full Digital

Pembelajaran yang digelar UT tidak langsung berbasis digital. Pembelajaran full digital baru dimulai pada 2015.

+ PLUS Apa yang Membuat Anak Muda Enggan Menyuarakan Keberagaman?

Siswa SMA/SMK di Soloraya khawatir mengunggah konten yang bermuatan keberagaman karena takut dirisak.

+ PLUS Workshop Jurnalistik: Dua Hari di Kehidupan Para Guru

Solopos Institute menggelar workshop jurnalistik yang diikuti delapan SMA/SMK di Soloraya.

+ PLUS Belanja Tak Terduga untuk Covid, dari Rp15 Miliar Jadi Rp25 Miliar

Belanja Tidak Terduga untuk penanganan Covid-19 di Klaten bertambah menjadi Rp25 miliar. Pemkab juga menyiapkan anggaran hingga Rp40 miliar.

+ PLUS Aksi Sosial Makin Subur

Pandemi Covid-19 meruntuhkan sendi-sendi perekonomian dan kesehatan. Pada saat bersamaan, krisis ini menyuburkan lahirnya aksi-aksi sosial.

+ PLUS Perpanjangan Pembatasan Diikuti Pengotimalan Isolasi Terpusat

Ketentuan pembatasan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Klaten masih berlaku hingga Minggu (25/7/2021). Sementara, mobilisasi pasien Covid-19 yang isolasi mandiri di rumah ke tempat isolasi terpusat menjadi lebih masif.

+ PLUS Evaluasi dan Perencanaan Matang Sebelum Relaksasi

Upaya relaksasi kebijakan penanganan pandemi Covid-19 memerlukan komitmen warga serta perencanaan dan evaluasi yang matang dari pemerintah.

+ PLUS Mengolah Daging Kurban agar Kolestrol Aman

Memasak daging sapi atau kambing menjadi momen yang paling dinanti orang-orang saat Iduladha. Namun, tak sedikit dari kita yang merasa cemas apabila kolesterol tubuh tinggi karena mengonsumsi daging berlebih.

+ PLUS Dapur Umum di Mana-Mana

Dissos P3AKB Klaten mengaktifkan dapur umum selama tiga pekan terakhir. Pemkab juga akan membuka lagi satu dapur umum di GOR Gelarsena.

+ PLUS Cara Pemerintah Batasi Mobilitas Anak

Pemerintah membatasi mobilitas ke luar daerah untuk anak-anak atau kelompok usia di bawah 18 tahun selama libur Iduladha 2021, periode 18-25 Juli 2021.