Australia tingkatkan kemampuan militer

SYDNEY: Australia akan membelanjakan lebih dari 70 miliar dolar AS untuk meningkatkan pertahanannya selama 20 tahun mendatang untuk merespon meningkatnya pembangunan militer regional dan perubahan kekuatan, kata pemerintah Sabtu (2/5).

Cetak biru strategi jangka panjang untuk angkatan bersenjata Australia masa depan itu memperingatkan bahwa perang mungkin akan terjadi di kawasan Asia Pasifik dalam tempo dua dasawarsa mendatang, sebagai akibat munculnya kekuatan-kekuatan seperti China, yang makin mendongkrak kemampuan militernya.

Amerika Serikat (AS) akan terus mepertahankan dominasi militernya dan akan menjadi sekutu yang sangat diperlukan untuk Australia, kata buku putih pertahanan itu.

Namun munculnya atau kebangkitan kembali kekuatan-kekuatan seperti China, India dan Rusia akan menguji keutamaan AS, kata laporan itu. Karena ada "satu masalah kecil namun masih mencemaskan kemungkinan terjadinya konfrontasi antara beberapa kekuatan itu", tambahnya.

"China akan menjadi kekuatan militer terkuat di Asia, berdasarkan pertimbangan terbatas," kata laporan tersebut.

"Besarnya kekuatan China bisa diperkirakan akan mengembangkan kemampuan penting militer secara global sesuai dengan ukurannya."

"Namun langkah, cakupan dan struktur modernisasi militer China mempunyai potensi untuk memberikan dampak kekhawatiran terhadap negara-negara tetangganya, jika tidak dengan berhati-hati menjelaskan, dan jika China tidak mendekati negara-negara tetangganya itu untuk membangun kepercayaan berkaitan dengan rencana-rencana militernya," katanya.

Apabila China tidak melakukan langkah-langkah itu, buku putih tersebut mengatakan akan ada sebuah pertanyaan di dalam benak negara-negara kawasan tersebut mengenai apa tujuan pembangunan strategi jangka panjangnya itu, terutama karena modernisasi pertahanan tampaknya berpotensi diperlukan untuk menghadapi konflik dengan Taiwan.

Canberra akan mendapatkan rudal jelajah jarak jauh, melipat duakan armada kapal selamnya menjadi 12, dan membeli 100 pesawat jet "Joint Strike Fighter" F-35, serta delapan kapal perang baru yang kini dalam perencanaan, dengan judul "Force 2030".

"Force 2030 akan menambah potensi kekuatan di berbagai bidang tertentu, terutama pertempuran di bawah laut, dan pertempuran anti-kapal selam, pertempuran di permukaan laut, perang superioritas udara, perang strategi, pengamatan inteligen dan pengintaian, serta perang dunia maya," kata buku putih itu. (Antara)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom