Beberapa siswa SMKN 1 Miri, Sragen, menunggui teman mereka yang dirawat di RS Karima Utama, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (20/11/2019). (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tiga siswa yang menjadi korban ambruknya aula SMK Negeri 1 Miri, Sragen menjalani operasi patah tulang di RS Karima Utama (RSKU) Kartasura, Sukoharjo, Rabu (20/11/2019) malam.

Ketiganya adalah Bayu Samudra, Alfian Yudianto, dan Bagas Dwi P. Ketiganya merupakan siswa kelas X Teknik Pengelasan.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di RSKU, Rabu malam, Bayu Samudra mengalami patah tulang kaki kiri, Bagas Dwi P. mengalami gangguan di tempurung lutut kiri, dan Alfian Yudianto mengalami patah tulang di tangan kiri dan kaki kiri.

Aula SMK 1 Miri Sragen Ambruk Diterjang Angin, Belasan Siswa Terluka

Wakil Kepala SMK Negeri 1 Miri, Sutarno, mengatakan ketiga siswa itu masuk ke RSKU sekitar pukul 17.00 WIB. Sebelumnya ketiganya sempat dibawa ke RSUD Gemolong, kemudian dirujuk ke RSKU.

Saat dibawa ketiganya dalam keadaan sadar. "Saat ini semua sudah ditangani dokter," ujar Sutarno ketika ditemui Solopos.com.

Sementara itu, Guru Animasi yang turut mendampingi di RSKU, Munaa Ranaa Nafiisah, mengatakan operasi dimulai malam ini dengan penanganan untuk Alfian. Sementara Bayu dan Bagas masih menunggu jadwal esok hari.

Detik-Detik KA Tabrak Pemuda Difabel di Makamhaji Sukoharjo Terekam CCTV

Munaa menyebutkan masih ada kemungkinan siswa lain yang mengalami luka cukup parah juga dirujuk ke RSKU. Namun Munaa belum dapat memastikan jumlahnya.

Sementara itu sejumlah siswa SMK Negeri 1 Miri juga datang ke RSKU untuk menjenguk ketiga teman mereka. Keluarga dan kerabat siswa yang terluka juga ikut menunggu.

Orang tua Alfian, Junaedi, membenarkan putranya harus menjalani operasi. Junaedi menyerahkan semua proses penanganan kepada tim dokter.

Hal senada juga diungkapkan ayah Bagas, Tohir. Dia masih menunggu jadwal operasi putranya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten