Tutup Iklan

Aturan Baru! Jagong dan Berwisata di Sukoharjo Syaratnya Sudah Vaksin

Pemkab Sukoharjo mensyaratkan wajib sudah divaksin bagi warga yang hendak menggelar dan menghadiri hajatan serta masuk ke tempat wisata.

 Ilustrasi hajatan di tengah era new normal. (Istimewa/Satpol PP)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi hajatan di tengah era new normal. (Istimewa/Satpol PP)

Solopos.com, SUKOHARJO — Pemkab Sukoharjo mengeluarkan aturan baru bagi masyarakat yang hendak menggelar atau menghadiri hajatan (jagong) dan mengunjungi tempat wisata di Kabupaten Makmur.

Warga yang ingin melakukan dua aktivitas itu wajib sudah divaksin Covid-19. Kebijakan ini untuk mencegah munculnya klaster baru yang berimbas pada naiknya status level penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sesuai Instruksi Bupati (Inbup) No 15/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 menyebutkan taman, destinasi wisata, dan area publik lainnya diperbolehkan beroperasi. Namun dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga: Minim, Bantuan Subsidi Bunga Pinjaman UMKM Sukoharjo Baru Terserap 15%

Selain itu, jumlah tamu undangan hajatan atau resepsi pernikahan dibatasi maksimal 50 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengatakan masyarakat yang hendak mengunjungi objek wisata harus sudah menerima vaksin.

Tak hanya masyarakat, karyawan dan pengelola tempat wisata juga harus divaksin sebelum destinasi wisata kembali beroperasi.

“Jadi vaksinasi menjadi kunci dalam pelonggaran aktivitas usaha, perdagangan, dan kegiatan masyarakat. Masuk ke destinasi wisata harus sudah divaksin,” katanya seusai kegiatan Sukoharjo Go Green di kawasan objek wisata Batu Seribu, Sukoharjo, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: Rubicon Hilang di Sukoharjo Ketemu? Polres: Kasusnya Ditangani Polda

Aturan wajib vaksin diterapkan saat masyarakat Sukoharjo yang menggelar hajatan atau resepsi pernikahan. Pemerintah telah memberi kelonggaran dengan menambah jumlah tamu undangan dari 20 orang menjadi 50 orang.

Tamu undangan tersebut harus sudah divaksin sebelum menghadiri resepsi pernikahan. Akselerasi vaksinasi menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan pandemi Covid-19.

Menyisir Data Warga

“Cakupan kumulatif vaksinasi di Sukoharjo mencapai 74 persen. Vaksinasi terus digenjot dengan menyisir data warga yang belum menerima vaksin di setiap desa/kelurahan. Ini terus dilakukan setiap hari,” ujarnya.

Baca Juga: Dishub Akui Sukoharjo Kekurangan 2.000-An Lampu Penerangan Jalan Umum

Bupati menyampaikan saat ini Sukoharjo masih menerapkan PPKM level 2. Status level PPKM bisa kembali naik apabila terjadi lonjakan tajam kasus Covid-19 dan rendahnya capaian vaksinasi.

Masyarakat terus diingatkan agar menjalankan protokol kesehatan secara ketat saat beraktivitas di luar rumah. Peran serta dan partisipasi masyarakat menjadi bagian dari pengendalian pandemi Covid-19.

“Kalau bisa status PPKM turun ke level lebih rendah karena capaian vaksinasi di Sukoharjo sudah melampaui 70 persen dari populasi atau herd immunity. Masyarakat juga harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” paparnya.

Baca Juga: Situasi Covid-19 Sukoharjo Melandai, Hampir Sepekan Tak Ada Kematian

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, menyatakan jumlah pasien positif aktif berkurang dibanding beberapa hari lalu. Saat ini, jumlah pasien aktif per 14 Oktober yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 21 orang.

Sedangkan pasien aktif yang dirawat di rumah sakit sebanyak enam orang. Satgas tingkat kecamatan dan desa/kelurahan telah melacak kontak erat lini pertama pasien positif.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.

Kecelakaan di Kebakkramat Karanganyar: Truk Masuk Parit, Mobil Terbalik

Dua buah kendaraan keluar jalur setelah bersenggolan di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan PT Manunggal Adipura, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (14/12/2021).

PPKM Level 3 di Boyolali Jelang Nataru, Tempat Wisata Wajib Taat Prokes

Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Harga Tanah Gentan Sukoharjo vs Colomadu Karanganyar, Mahalan Mana?

Kira-kira mana yang lebih mahal antara harga tanah di Gentan, Baki, Sukoharjo dengan Colomadu di Karanganyar?

ANBK SD 2021 di Solo Kelar, Begini Evaluasi dari Proktor

Masih adanya 8 SD di Solo yang menumpang pelaksanaan ANBK ke SMP karena keterbatasan prasarana, menjadi perhatian Proktor ANKB SD.

Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Hadap ke Selatan, Ini Kata Kades

Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Tanah Dikeruk Untuk Proyek Tol, Warga Pedan Klaten Blokir Jalan

Warga Dukuh Blasinan, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten, dengan kegiatan pengerukan yang dilakukan tanpa sosialisasi dan memakan sebagian lahan warga.

Kongres ke-41 di Solo, Syarikat Islam Didorong Fokus Ekonomi Halal

Wakil Ketua DPR RI, Rahmat Gobel, menyebut potensi ekonomi halal luar biasa, namun belum banyak dikembangkan. Ia mendorong Syarikat Islam menjadi pelopor ekonomi halal.

Edarkan Sabu-Sabu, 2 Warga Solo dan Boyolali Dikukut Polisi

Satres Narkoba Polresta Solo berhasil menangkap dua pengedar sabu-sabu saat bertransaksi di Pucangsawit, Jebres, Solo. Kedua tersangka masing-masing warga Klego, Boyolali dan Laweyan, Solo.

Gegara Puntung Rokok, Rumah Warga Karangmojo Tasikmadu Ludes Terbakar

Nyaris semua perabotan di rumah Samiyati di Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, ludes dilalap api yang diduga berasal dari puntung rokok yang membakar kasur.

Harga Cabai Rawit Merah di Sragen Meroket, Tembus Rp57.000/Kg

Musim hujan membuat cabai lebih cepat membusuk. Kondisi ini membuat harganya menjadi naik, seperti yang terjadi di Sragen.

Hadiri Pramuka Berselawat, Ganjar Ketemu Habib Syech di Solo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Pramuka Berselawat yang diisi Habib Syech di Kota Solo.

Lowongan Perangkat Desa di Sragen Bertambah Jadi 228 Kursi

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen menekankan pentingnya transparansi dan taat aturan dalam menjalankan seleksi perangkat desa agar tak menimbulkan masalah.

Ini Alasan Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Menghadap ke Selatan

Semua rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, menghadap ke selatan.