Acil, pria Sragen yag beratraksi di kora-kora (Solopos.com-Chelin Indra Sushmita)

Solopos.com, SOLO – Sudah pernah naik wahana permainan kora-kora? Siapa yang tidak dibuat deg-degan menaiki wahana menantang adrenalin ini? Hampir semua orang yang menjajal wahana permainan ini tentu akan berteriak histeris. Betapa tidak, Anda akan terombang-ambing menaiki perahu yang diayun 180 derajat.

Bayangkan saja, bagaimana rasanya tubuh diayun-ayun dengan kecepatan tinggi di udara? Itulah sebabnya sebagian orang berteriak histeris hingga meminta sang operator kora-kora menghentikan laju perahu tersebut. Namun, teriakan histeris tersebut sama sekali tak terdengar ketika Wafa, 17, warga Sragen, Jawa Tengah, menaiki kora-kora.

Pemuda asal Bumi Sukowati tersebut justru dengan santai bergelantungan di tiang-tiang penyangga kora-kora. Awalnya dia memulai atraksi menaiki bagian paling ujung dari wahana permainan berbentuk perahu. Dengan cepat dia berpindah posisi ke bagian tengah dan bergelantungan di tiang penyangga.

Tak hanya duduk diam, Wafa atau yang akrab disapa Acil menunjukkan atraksi lain yang membuat pengunjung pasar malam di dekat Gapura Makuta, Jalan Adi Sucipto, Karangasem, Laweyan, Solo. Dia bergerak dengan lincah layaknya penari pole dance dengan bergelantungan di tiang penyangga kora-kora. Maklum saja, dia sudah dua tahun bergelut dengan wahana permainan tersebut.

"Saya kurang lebih sudah dua tahun jadi operator kora-kora. Ikut pasar malam di berbagai tempat, paling jauh sampai ke Jakarta," kata Acil saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (25/9/2018), malam.

Acil melakoni pekerjaan menjadi operator permainan di pasar malam sejak lulus sekolah menengah pertama (SMP). Dia melakoni pekerjaan tersebut untuk mencari uang, teman, serta kesenangan. "Sudah dua tahun saya jadi operator permainan di pasar malam. Tujuannya cari uang, teman, dan kesenangan. Gajinya 15 persen dari pendapatan, sekitar Rp150.000 semalam," sambung Acil.

Sebagai informasi, kora-kora adalah wahana permainan yang terinspirasi dari perahu tradisional Maluku. Perahu besi tersebut dijalankan dengan mesin yang kecepatannya diatur oleh si operator. Pada awalnya Anda akan merasa nyaman ketika perahu mulai berjalan perlahan. Namun, lama-kelamaan kecepatannya akan ditambah hingga membuat penumpang berteriak histeris.

Kecepatan perahu kora-kora itulah yang membuat banyak orang merasa mual, pusing, dan ketakutan. Jika tidak punya cukup nyali, lebih baik urungkan niat untuk menaiki wahana permainan tersebut. Namun, jika tetap ingin mencoba, ada trik khusus yang dapat membuat Anda merasa nyaman saat menaiki wahana permainan itu.

"Kalau naik kora-kora yang penting harus yakin dulu. Ikuti alur perahunya. Badannya lemas saja, jangan kaku. Kalau perahu naik ya badan ikut naik. Kalau turun ya turun. Jangan tegang dan mencoba melawan. Terus bisa juga sambil lihat ke atas biar enggak terlalu pusing," terang Acil.

Nah bagi yang ingin menjajal sensasi naik kora-kora silakan datang ke pasar malam di sebelah barat Palm Resto Jalan Adi Sucipto. Pasar malam yang buka mulai pukul 17.00 WIB itu rencananya digelar sampai awal Oktober 2018.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten