Tutup Iklan
Pendiri Sasana Wushu Eagle Fist Kungfu Fighting Solo, Yonathan Hendryk Setyawan. (istimewa)

Solopos.com, SOLO - Pendiri Sasana Wushu Eagle Fist Kungfu Fighting Solo, Yonathan Hendryk Setyawan, 47, sukses meraih satu medali emas dan satu medali perunggu pada kejuaraan wushu internasional menyemarakkan ulang tahun ke-29 International South Shaolin Wu Zu Quan Association di Quanzhou, Tiongkok, Minggu (3/11/2019).

Meski meleset dari target, hasil itu bisa dibanggakan insane wushu khususnya di Kota Bengawan. Sebelumnya, shifu (guru) Hendryk menargetkan mampu meraih dua emas di ajang tersebut.

Namun, ia akhirnya berhasil meraih emas di kategori tangan kosong dan hanya mampu meraih perunggu di kategori senjata tradisional. Pada 2015 lalu, di ajang yang sama, Hendryk berhasil menyabet medali perak.

Hendryk mengatakan kompetisi tersebut diikuti oleh sekitar 250-an atlet dari 30 negara. Mereka bertanding dari kelas anak-anak hingga veteran. “Saya mendapat emas di kategori tangan kosong setelah mengungguli 18 peserta dari berbagai negara,” ungkapnya melalui pesan Whatsapp kepada Solopos.com, Senin (4/11/2019).

Ia mengatakan sasananya langsung mempersiapkan diri untuk mengikuti Kejuaraan Wushu Kapolda Cup yang akan diselenggarakan pada 18-22 Desember 2019 mendatang di Denpasar, Bali.

Sekretaris Pengkot Wushu Solo, Hananto, memberikan ucapan selamat atas prestasi yang diraih salah satu tokoh wushu Solo tersebut. Sejak sebelum berangkat, kata Hananto, Hendryk sudah berkoordinasi dan meminta dukungan kepada Pengkot Wushu Solo.

“Selamat atas pencapaian Hendryk Setyawan yang mewakili Sasana Wushu Eagle Fist Kungfu Fighting Solo di International South Shaolin Wu Zu Quan Association,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten