Alfian M. Fajri (tengah) tampak puas seusai menjuarai IFSC Climbing World Cup di Chamonix, Prancis, Jumat (12/7/2019) malam waktu setempat. (istimewa)

Solopos.com, CHAMONIX — Atlet panjat tebing Indonesia, Alfian Muhammad Fajri, berhasil membuktikan diri sebagai yang tercepat setelah mengalahkan pemanjat dari China, Zhong Qi Xing, dalam final IFSC Climbing World Cup di Chamonix, Prancis, Jumat (12/7/2019) malam waktu setempat.

Atlet asal Solo ini berhasil menggondol medali emas nomor speed world record setelah mencatatkan waktu 5,764 detik, unggul 0,618 detik dari Zhong di posisi kedua. Adapun medali perunggu diraih atlet Rusia, Vladislav Deulin.

Dilansir fpti.or.id, Sabtu (13/7/2019), ini kali pertama Indonesia meraih juara di era speed dalam kejuaraan internasional yang digelar di Eropa. Alfian sudah menunjukkan potensinya sejak tahun lalu dengan menjuarai IFSC Worldcup di Chongqing, China. Saat itu dia menorehkan catatan waktu 5,970 detik.

Alfian mengatakan kunci kemenangannya adalah ketenangan. Ia mengaku berhasil menjadi yang terbaik karena mampu menguasai diri dan fokus. “Saya merasa semakin tenang dalam menghadapi tekanan,” ujar peraih medali perak nomor speed relay Asian Games 2018 itu.

Manajer Timnas Panjat Tebing, Pristiawan Buntoro, mengaku bangga dengan pencapaian Alfian di Prancis. “Di era speed, ini kali pertama kami juara dunia di Eropa,” ujar Pristiawan.

Selain Alfian, atlet Indonesia Aspar Jaelolo sejatinya lolos ke putaran final kejuaraan. Sayang dia gagal melaju ke perempat final. Di nomor speed putri, Aries Susanti Rahayu dan Nurul Iqamah juga lolos ke putaran final. Aries gagal di perebutan perunggu, sedangkan Nurul gagal di melaju ke perempat final. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten