Atiqah Akui Ratna Sarumpaet Bohong, Tapi Tak Pernah Menyebarkan

Berkas perkara kasus dugaan penyebaran berita bohong dengan tersangka Ratna Sarumpaet telah dinyatakan lengkap atau P21. Putri Ratna Sarumpaet, Atiqah Hasiholan, yang ikut mendampingi ibundanya saat dipindahkan ke Kejari Jakarta Selatan mengatakan ibunya tidak pernah menyebarkan kebohongannya ke publik.

Atiqah Akui Ratna Sarumpaet Bohong, Tapi Tak Pernah Menyebarkan

SOLOPOS.COM - Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) tiba di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/10/2018). (Antara-Akbar Nugroho Gumay)

Solopos.com, JAKARTA — Berkas perkara kasus dugaan penyebaran berita bohong dengan tersangka Ratna Sarumpaet telah dinyatakan lengkap atau P21. Putri Ratna Sarumpaet, Atiqah Hasiholan, yang ikut mendampingi ibundanya saat dipindahkan ke Kejari Jakarta Selatan mengatakan ibunya tidak pernah menyebarkan kebohongannya ke publik.

Atiqah mengakui ibundanya memang berbohong dengan keluarga dan orang terdekat untuk menutupi lebamnya wajahnya pascaoperasi plastik. Namun, dia yakin tidak ada motif kejahatan atau merugikan orang lain.

“Ibu saya berbohong tapi seperti yang dikatakan Bang Insank, apakah berbohongnya pidana atau tidak, apa merugikan atau tidak, ada motif kejahatan atau tidak, itu yang harus dicari tahu. Karena selama ini yang kami lihat memang tidak ada,” katanya, Kamis (31/3/2019).

Atiqah meyakini meski ibundanya berbohong tapi tidak pernah menyebarkannya ke publik. “Kalau ditanya harapan dari keluarga ya secara logika ibu saya bebas,” katanya.

Kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, mengungkapkan pihaknya akan mempersiapkan bukti untuk menghadapi persidangan kliennya.

“Pastinya kami menyiapkan diri menghadapi persidangan nanti, termasuk kami persiapkan bukti kami untuk menguji sejauhmana perbuatan beliau. Karena menurut kami, Ratna Sarumpaet betul dia berbohong tapi apa sampai menjadi viral itu karena perbuatan dia? Ini yang akan kami uji,” kata Insank di Jakarta, Kamis.

Insank menyebut pihaknya akan menguji barang bukti berupa foto yang sempat menjadi viral di media sosial. Akan tetapi, ketika ditanya apakah dirinya menilai ada pihak lain yang bertanggung jawab atas kasus tersebut, Insank menyebut dirinya tidak ingin mengarahkan demikian.

“Saya fokus sejauh mana perbuatan Ibu Ratna Sarumpaet karena hukum pidana itu tidak ada yang mewakili dan tidak ada yang mewariskan perbuatan orang lain,” ujarnya.

Penyidik Polda Metro Jaya menyerahkan Ratna Sarumpaet dan bukti-bukti kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dalam pelimpahan tahap dua, Kamis.

Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks, Jumat (5/10/2018) lalu. Aktivis perempuan itu sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Singkat cerita, akhirnya kebohongan itu terungkap. Lebam di wajah Ratna bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RS Bina Estetika. Ratna dijerat Pasal 14 UU No 1/46 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dari penerapan pasal berlapis itu, Ratna terancam hukuman 10 tahun penjara.

Berita Terkait

Berita Terkini

Anthony Ginting Gagal ke Final Olimpiade 2020, Masih Berpeluang Raih Perunggu

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, gagal melaju ke babak final cabang olahraga bulu tangkis nomor tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020.

Warga di Masaran Sragen Kenakan Jas Hujan Saat Memandikan & Memakamkan Jenazah, Biar Aman

Kisah unik tentang warga Desa Jirapan, Masaran, Sragen, yang memandikan dan memakamkan jenazah salah seorang perangkat desa memakai jas hujan agar aman dari penularan Covid-19.

Kabar Baik, BOR Rumah Sakit Covid-19 di Karanganyar Mulai Turun

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Karanganyar sudah mulai turun.

Tersangka Ilham Siregar Meninggal karena Sakit, Bagaimana Kelanjutan Kasus Korupsi ASABRI?

Tersangka kasus dugaan korupsi PT ASABRI Ilham W Siregar meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit.

Geger! Teror Bra Gelantungan Bikin Heboh Warga Rembang

Teror bra bergelantungan di sejumlah lokasi menggegerkan warga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kempis-Kempis, 8.000 Karyawan Lion Air Dirumahkan

Sekitar 8.000 karyawan maskapai penerbangan Lion Air bakal dirumahkan agar perusahaan mampu bertahan menghadapi pandemi.

Kuliner Solo, Memanjakan Selera Harus Tahu Batas

Laman Kementerian Komunikasi dan Informatika menggolongkan informasi bahwa satai brutu menyebabkan mudah lupa atau mudah pikun sebagai disinformasi.

Kebakaran Kandang di Grobogan: 13.000 Ekor Ayam Hangus, Rugi hingga Rp1,2 Miliar

Kebakaran terjadi di kandang berisi 13.000 ekor ayam di Grobogan, Jawa Tengah, yang menimbulkan kerugian mencapai Rp1,2 miliar.

Kasus Kematian Covid-19 di Jateng Tinggi, 90% dari Pasien Usia 40 Tahun ke Atas

Kasus kematian atau crisis fatality rate (CFR) akibat Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) masih terbilang tinggi.

Kisah Tragis 2 Wanita Kembar Dijuluki PSK Tertua di Dunia

Kisah tragis kali ini tentang wanita kembar yang dijuluki sebagai PSK tertua di dunia.

Pembangunan Fisik Capai 95%, Bendungan Bendo Ponorogo Mulai Diisi Air

Bendungan Bendo yang berada di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, mulai diisi air awal atau impounding, Sabtu (31/7/2021)

Terlibat Kejar-kejaran dengan Orang Tak Dikenal, Remaja Meninggal Seusai Tabrak Pohon di Jogja

Seorang remaja meninggal setelah menabrak pohon perindang di Jalan AM. Sangaji, Jetis, Kota Jogja, Sabtu (31/7/2021) dini hari.