Tutup Iklan
Atasi Karhutla, Perhutani KPH Surakarta Petakan Sumber Mata Air di Hulu
Petugas gabungan berusaha memadamkan api yang membakar Gunung Lawu di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (17/11/2019). (Istimewa/BPBD Magetan)

Solopos.com, KARANGANYAR--Perum Perhutani KPH Surakarta menggandeng stakeholder terkait untuk menentukan lokasi penampungan air di wilayah hulu.

Administratur (Adm) Perum Perhutani KPH Surakarta, Sugi Purwanta, menindaklanjuti usulan Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, perihal pemanfaatan sumber mata air di hulu. Air dari hulu itu akan ditampung dan dimanfaatkan untuk memadamkan api saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu.

Stakeholder yang dilibatkan untuk menentukan lokasi penampungan air, seperti sukarelawan, warga sekitar, Pemkab Karanganyar, Polres Karanganyar, dan lain-lain.

Pilot Garuda, Sriwijaya, dan Citilink Ditangkap karena Kasus Narkoba

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, mengapresiasi ide Kapolres. Siti Nurbaya menyebut segera menyampaikan masukan itu kepada kementerian terkait, yakni PUPR. Harapannya, Kementerian PUPR menerjunkan tim untuk mengecek.

Siti Nurbaya menilai pemanfaatan sumber mata air di hulu lebih masuk akal ketimbang membawa air dari bawah maupun menggunakan pesawat untuk water bombing. Solusi itu menyulitkan apabila lokasi kebakaran di lereng gunung.

Sugi menuturkan pemerintah pusat memperhatikan kasus karhutla. Termasuk karhutla di Gunung Lawu. Tahun lalu, terjadi sejumlah kasus kebakaran hutan di Gunung Lawu.

Percikan Api dari Lampu, Pertamini  di Pulokulon Grobogan Ludes Terbakar

"Gunung Lawu salah satu gunung yang menjadi perhatian nasional. Kami selalu berkoordinasi dengan Pemkab, Polres, BKSDA, dan sukarelawan. Dalam waktu dekat, kami agendakan apel siaga melibatkan semua stakeholder. Persiapan karhutla saat musim kemarau," tutur Sugi saat berbincang dengan wartawan seusai menyambut kunker Menteri LHK ke Taman Sakura Lawu Cemara Kandang, Sabtu (11/7/2020).

Sugi memberikan gambaran rencana yang diusulkan Kapolres. Dimulai dari membuat tempat penampungan berukuran 2 meter x 1 meter atau 2 meter x 2 meter di sekitar sumber mata air.

Tempat penampungan akan dibuat di sejumlah lokasi. Sugi menyebutkan sudah memetakan sejumlah sumber air di wilayah hulu, seperti di atas Telaga Madirda, Tambak, dan lain-lain.

Hasil Tes PCR RSUD Wongsonegoro Keliru, Calon Penumpang di Bandara YIA Gagal Terbang

"Pemanfaatan air di hulu itu usulan bagus. Bu Menteri [LHK] mengapresiasi itu untuk memadamkan api. Kalau air dibawa dari bawah kan susah. Padahal di lereng Lawu banyak sumber air kapasitas kecil maupun besar. Bu Menteri mengusulkan membuat semacam dam penampungan," ujar dia.

 

 

Karhutla Mongkrang

Saat ini, air di hulu dimanfaatkan masyarakat untuk konsumsi dan pengairan ke lahan pertanian. Sugi memastikan pembuatan dam penampungan tidak akan mengganggu kepentingan masyarakat. "Sederhana saja, aliran yang turun ditampung. Buat bangunan dari semen begitu. Nanti di beberapa tempat. Kami survei bersama. Ketika ada karhutla, teman-teman sukarelawan tinggal ambil air dari lokasi penampungan terdekat. Tidak perlu bawa dari bawah," jelas dia.

Dalam waktu dekat, Perhutani akan membuat dam penampungan di sejumlah lokasi sebagai percontohan. Di sisi lain, saat ditanya potensi karhutla di Mongkrang dan kemungkinan membuat dam penampungan di situ, Sugi mengaku belum menentukan. Dia belum mendapat laporan lokasi sumber air di Mongkrang.

Awas, 25 Lokasi Rawan Karhutla Pulau Jawa di Kawasan Gunung

"Nanti akan kami cek. Kalau kami berharap tidak ada kebakaran. Tetapi, kebakaran ini kan pasti kejadian setiap tahun.  Nah itu yang harus diantisipasi. Saya senang melihat teman-teman guyup. Bahkan ada slogan Lawu tanpa asap. Jangan sampai ada kebakaran walaupun kecil. Itu harus ditangani."


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho