Ilustrasi/Laboracademy

Solopos.com, JAKARTA -- Keberhasilan suatu pekerjaan membutuhkan kerja sama yang baik dengan sesama rekan sekantor maupun atasan. Namun praktiknya, hubungan antara atasan dan bawahan seringkali tidak harmonis dan canggung.

Umumnya hubungan struktural tersebut hanya disadari keseganan dan menghormati atasan sebagai bos di perusahaan Anda.

Banyak dari anak buah atau bawahan yang merasa tidak cocok dengan bosnya karena dianggap terlalu menuntut dan memberikan instruksi yang berubah, atau bahkan pelit dalam memberikan pujian pada anak buahnya.

Sang atasan sendiri tak jarang memarahi dan mengkritik anak buahnya tanpa memberikan reward yang dibutuhkan untuk memicu semangat bawahan. Kondisi semacam itu bisa memicu suasana tak kondusif yang berujung pada krang sempurnanya hasil pekerjaan.

Tapi, daripada Anda merasa frustrasi menghadapi bos semacam itu, sudah saatnya melakukan strategi untuk memuluskan hubungan dengan atasan Anda. Berikut tips sukses menjalin hubungan profesional dengan atasan menurut Alicia Clark, Psy.D. seperti dikutip dari psychologytoday.com:

1. Bersikap baik

Salah satu cara untuk mengubah pola pikir Anda dan membantu Anda keluar dari perasaan frustrasi dan jengkel Anda sendiri adalah menumbuhkan belas kasih dan empati untuk atasan Anda.

Daripada membalas sikap buruk mereka, cobalah untuk mempertimbangkan pendekatan empati. Dengan menempatkan diri Anda pada posisi mereka, Anda akan meningkatkan belas kasih Anda untuk mereka.

Pada gilirannya, fokus ulang ini akan membantu Anda berkomunikasi dengan sikap terbuka dan positif, dibandingkan menunjukkan kekesalan dan frustrasi Anda. Perhatikan bahwa mengubah pola pikir Anda dalam hal ini tidak berarti memaafkan perilaku mereka sehingga Anda bisa bekerja dengan lebih santai dengannya.

2. Mengubah harapan

Harapan berlebih bisa membuat kecewa siapapun, termasuk dalam hubungan profesional. Karena itu, kelola harapan Anda agar tidak berlebihan. Sangat penting untuk fokus pada realitas situasi, daripada berharap segala sesuatunya sesuai keinginan Anda,

Langkah ini akan membantu Anda mengelola frustrasi Anda. Berfantasi tentang bos yang lebih baik tidak akan membantu Anda mendapatkan bos yang lebih baik, sedangkan perencanaan untuk membuat hubungan lebih baik kemungkinan akan membuat hubungan lebih harmonis.

3. Tetap selangkah lebih maju dalam komunikasi

Gunakan kekuatan prediksi Anda untuk mengantisipasi percakapan dan e-mail yang mungkin tidak jelas, dan berusaha untuk membuat komunikasi Anda setransparan mungkin. Ketika bos Anda mengatakan sesuatu kepada Anda atau meminta Anda untuk melakukan sesuatu, pastikan untuk mengulang kembali kepada mereka apa yang Anda dengar dari mereka.

Ini akan membantu dua hal: Pertama, ini akan membantu Anda menjelaskan apa yang ditugaskan, dan membantu Anda menggambarkan apa yang dibutuhkan. Kedua, bos  juga bisa mendengar kembali apa yang Anda dengar dari mereka dapat membantu mereka mengklarifikasi pikiran mereka juga. Dengan cara ini, Anda membantu diri sendiri dan bos Anda.

4. Ambil inisiatif

Kendalikan situasi kapan pun Anda bisa dengan sopan menawarkan saran cara untuk membantu. Hal ini tidak hanya menumbuhkan lebih banyak keterlibatan untuk Anda, tetapi juga menunjukkan kepada atasan Anda kesediaan Anda untuk bertanggung jawab atas proyek-proyek.

Memang, mengambil inisiatif bisa rumit karena beberapa bos lebih terlibat dalam pekerjaan bawahan mereka, jadi Anda perlu menyesuaikan pendekatan Anda sesuai itu. Bagaimanapun, mengambil inisiatif adalah praktik yang patut dipertaruhkan untuk menunjukkan potensi Anda.

Mencoba berbagai pendekatan untuk memfasilitasi kemudahan komunikasi dengan bos yang sulit dapat membutuhkan waktu. Hal utama adalah tetap dengan rencana Anda dan tidak mengambil perilaku mereka secara pribadi. Mudah untuk menerima kritik terkait; namun, memisahkan perilaku bos yang sulit dari kinerja Anda sendiri sangat penting.

Pada saat yang sama, ketahuilah jika upaya Anda untuk memudahkan komunikasi tidak membuahkan hasil, Anda perlu menilai kembali situasi kerja Anda.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten