Tutup Iklan
Atap Rumah Bersubsidi di Karanganyar Roboh Timpa Anak Balita 
Kondisi atap rumah milik Mei yang roboh di Perumahan Zada Regency 3 Blok A11, Plesungan, Karanganyar, Rabu (23/1/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Atap rumah bersubsidi di Perumahan Zada Regency 3 Blok A11, Plesungan, Karanganyar, roboh pada Rabu (23/1/2019) pukul 18.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, Nisa, 4, seorang balita mengalami luka di kepala karena tertimpa reruntuhan material atap rumah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, kondisi Perumahan Zada Regency 3 Blok A11 Plesungan, Karanganyar, hujan gerimis, Rabu pukul 18.30 WIB. Di saat hujan gerimis itu, tiba-tiba atap rumah milik Mei roboh.

Reruntuhan atap rumah itu menimpa Nisa, 4, anak Mei. Saat kejadian, Nisa terlelap tidur di kamarnya. Selain luka di kepala, Nisa juga sempat tertimbun material bangunan.

Nisa memperoleh dua jahitan di kepala saat dilarikan ke klinik Mojosongo, Solo. Kuat dugaan, robohnya atap rumah disebabkan kayu yang digunakan penopang atap rumah tidak layak pakai.

Kayu yang dipasang di perumahan bersubsidi itu jenis glugu muda. Setelah kejadian, Mei langsung melapor ke pengembang Perumahan Zada Regency 3 Blok A11 agar memperoleh perhatian.

Mei baru menghuni di perumahan bersubsidi di Plesungan sejak 10 bulan silam. Saat kejadian, Nisa baru tertidur di kamar. Sedangkan Mei berada di dapur. Atap yang roboh menimpa Nisa.

"Memang material bangunannya tidak layak. Kayu glugu dipencet kayak gabus, jadi tidak kuat menyangga atap. Kejadian ini sudah saya laporkan ke developer, tapi belum ada keputusan [akan diperbaiki atau tidak]. Saya juga sudah melapor ke Bank BTN,” kata Mei yang tengah hamil delapan bulan kepada Solopos.com, Jumat (25/1/2019).

Mei mengatakan harga rumah bersubsidi di perumahannya berkisar Rp123 juta-Rp130 juta. Selain atap rumahnya yang sudah roboh, terdapat empat rumah lain juga sudah mengkhawatirkan.

“Ada empat unit yang atapnya hampir roboh. Selain itu, ada tetangga yang mengeluhkan tembok sudah mulai rampal dan lumpur bisa masuk ke rumah. Ini kan rumah subsidi pemerintah, tapi kenapa bahan dan materialnya seperti itu? Rumah ini kan untuk berlindung. Anak saya masih trauma dan memilih tinggal bersama embahnya di Sragen,” katanya.

Selain kejadian atap rumah roboh di Plesungan, berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar terdapat sejumlah daerah terdampak angin kencang, Kamis (24/1/2019).

Di antaranya di Sringin (Jumantono), Lalung (Karanganyar), Tunggul (Jumantono), Durenan (Jumantono), Trobo (Jumantono), Ktukan (Jumantono, Gantiwarno (Matesih), Plosorejo (Matesih), Tegalgede (Karanganyar), Balong (Karanganyar), Dawug (Matesih), Sroyo (Jaten), Plesungan (Gondangrejo), Koripan (Matesih), Genengan (Jumantono).

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Bambang Djatmiko, mengaku belum dapat memberikan keterangan detail mengenai kejadian itu. Sebelumnya, Bambang Djatmiko mengimbau warga Karanganyar agar selalu waspada karena tingginya frekuensi hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Avatar
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho