Kondisi Ruang Pertemuan Balai Desa Pelemgadung, Karangmalang, Sragen, yang atapnya ambruk, Jumat (1/11/2019). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Atap Ruang Pertemuan Balai Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Sragen, tiba-tiba ambruk, Kamis (31/10/2019) malam.

Ambruknya atap ruang pertemuan itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB atau saat warga sekitar tengah melaksanakan Salat Isa. Saat itu, Desa Pelemgadung tengah diguyur gerimis dengan tiupan angin yang tidak terlalu kencang.

Meski begitu, tiupan angin itu ternyata cukup untuk merobohkan atap ruang pertemuan yang dibangun pada 1976 itu. Ruang pertemuan itu sudah setahun terakhir ini tidak dipakai lagi untuk berkegiatan.

Pantauan Solopos.com di lokasi, Jumat (1/11/2019), atap ruang pertemuan berukuran 25 meter x 10 meter itu hanya menyisakan sedikit di bagian depan. Sekitar 80% struktur bangunan atap runtuh.

UMK Solo 2020 Disepakati Rp1,95 Juta

Reruntuhan atap berupa kayu bekas kuda-kuda, usuk, reng, plafon, hingga pecahan genting masih berserakan di lantai ruang pertemuan itu.

“Saya baru mendapat kabar ambruknya atap ruang pertemuan itu di atas pukul 19.00 WIB. Kebetulan saya tidak langsung mengecek ke lokasi karena tengah mengikuti kegiatan arisan,” ujar Penanggung jawab (Pj) Kepala Desa (Kades) Pelemgadung, Basri, saat ditemui Solopos.com tak jauh dari Balai Desa Pelemgadung.

Sudah satu tahun terakhir ruang pertemuan itu dikosongkan karena struktur atapnya sudah keropos. Pemdes Pelemgadung sebenarnya sudah merencanakan membongkar ruang pertemuan itu pada 2020.

Dalam hal itu, Pemdes Pelemgadung sudah menyiapkan bahan bangunan seperti batu bata dan besi. Rencananya, Pemdes Pelemgadung itu akan mengganti ruang pertemuan itu menjadi gedung olahraga yang bisa dimanfaatkan warga sekitar.

Perampok Pasutri Juragan Beras di Plupuh Sragen Dibekuk Setelah Hampir 2 Tahun Buron

Warga sekitar bisa menyewa gedung olahraga itu untuk menggelar berbagai kegiatan seperti turnamen olahraga atau hajatan nikah. “Rencananya gedung olahraga itu nanti akan dikelola BUM Desa,” jelas Basri.

Dibutuhkan total dana sekitar Rp800 juta untuk membangun gedung olahraga tersebut. Akan tetapi, Pemdes Pelemgadung tidak bisa merealisasikan pembangunan gedung olahraga itu dalam satu tahun anggaran.

“Pagu dana desa kami tahun ini kan sekitar Rp700 juta. Kalau seluruhnya digunakan untuk membangun gedung olahraga saja belum cukup. Solusinya ya harus dua tahun anggaran masing-masing Rp400 juta supaya kegiatan lain juga jalan," papar Basri.

Kenaikan Iuran BPJS Pengaruhi Usulan UMK Sukoharjo 2020?

Ditemui sebelum ruang pertemuan itu roboh, Sekretaris Desa (Sekdes) Pelemgadung, Zepri Martin, mengatakan ruang pertemuan itu terpaksa ditutup setahun terakhir untuk menghindari jatuhnya korban.

Menurutnya, pembangunan ruang pertemuan itu sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Desa Pelemgadung yang akan direalisasikan mulai 2020.

“Nanti akan dibangun secara bertahap. Yang utama, bangunan berdiri dulu. Kenapa diubah menjadi gedung olahraga karena dana desa tak bisa dipakai untuk pembangunan ruang pertemuan,” terang Zepri.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten