Asyiknya Nonton Live Music Merakyat Ala Keroncong Monpers Solo

Monumen Pers Nasional Kota Solo menghadirkan hiburan merakyat berupa live music Keroncong Monpers di teras museum tersebut pada akhir pekan ini.

 Orkes Keroncong (OK) Merah Putih asal Sondakan, Laweyan, Solo, tampil saat  pertunjukan live music Keroncong Monumen Pers di depan gedung Monumen Pers Nasional, Jl. Gajah Mada, Solo, Minggu (3/7/2022) malam. (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Orkes Keroncong (OK) Merah Putih asal Sondakan, Laweyan, Solo, tampil saat pertunjukan live music Keroncong Monumen Pers di depan gedung Monumen Pers Nasional, Jl. Gajah Mada, Solo, Minggu (3/7/2022) malam. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLOMonumen Pers Nasional menggelar pertunjukan langsung musik Keroncong Monpers di teras museum di Jl Gajah Mada, Solo, itu selama dua hari, Sabtu (2/7/2022) dan Minggu (3/7/2022). Pengisi acara hari Sabtu yakni Humardani dari UKM Musik ISI Solo.

Sementara pada hari Minggu diisi orkes keroncong Mutiara Putih dari Kelurahan Sondakan,Laweyan, Solo. Pranata Humas Monumen Pers Nasional, Lazuardi Pratama, mengatakan konsep live music keroncong ini adalah panggung masyarakat.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Setiap orang yang melewatinya bisa langsung datang dan bergabung di teras Monumen Pers. Penonton tidak dipungut biaya sepeser pun untuk menikmati musik keroncong malam itu.

“Jadi konsepnya seperti panggung masyarakat, ada orang main musik, orang lewat mampir, beli makanan di wedangan dan nonton keroncong,” ucapnya saat dihubungi Solopos.com melalui telepon, Minggu (3/7/2022).

Ardi mengajak sekitar lima pedagang angkringan yang biasa berjualan di sekitar Stasiun Solo Balapan untuk meramaikan pertunjukan musik Keroncong Monpers Solo tersebut. Saat diajak, mereka antusias mau bergabung di acara malam itu.

Baca Juga: 90 Anak Ikuti Lomba Mewarnai di Monumen Pers Solo, Siapa Pemenangnya?

Ya jadi mereka kami ajak untuk jualan di sini [teras Monumen Pers] dan lumayan mereka jadi tambah laris, jadi mereka bisa sekalian makan sambil nonton keroncong,” ungkapnya.

Lagu-Lagu Lawas

Sekitar 100 orang yang hadir meramaikan acara keroncong selama dua hari di Monumen Pers Solo itu. Mayoritas penonton hari Sabtu, menurut Ardi, berasal dari kalangan mahasiswa. Sedangkan pada pertunjukan Keroncon Monpers di Solo pada Minggu mayoritas berasal dari kalangan paruh baya.

“Sekitar 100 [penonton] ya, kalau yang Sabtu kemarin yang ngisi dari Humardani ISI Solo, jadi yang datang kebanyakan mahasiswa. Hari ini [Minggu] sebenarnya juga ada tapi yang hari ini malah kebanyakan orang tua, karena yang ngisi kan dari senior,” ucapnya.

Baca Juga: Yuk, Nostalgia ke Pameran Foto Pesona Solo Tempoe Doeloe Monumen Pers

Pengisi acara membawakan lagu-lagu lawas dengan alunan musik keroncong. Mereka membawakan lagu seperti Bengawan Solo, Kota Solo,  hingga Mawar Biru.

Ardi mengatakan ini merupakan kali ketiga Keroncong Monpers atau Monumen Pers Solo digelar. Sebelumnya Sabtu (18/6/2022) juga digelar Keroncong Monpers.

“Jadi sebenarnya ini acaranya kali ketiga ya, yang pertama itu hari Sabtu [18/6/2022], kemarin dan hari ini. Dengan nama panggungnya Keroncong Monpers,” kata dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Sambut HUT RI, Warga Binaan LP Kelas II B Klaten Lomba Makan Kerupuk

      Warga binaan pemasyarakatan (WBP) LP Kelas II B Klaten mengikuti aneka lomba di LP setempat, Jumat (5/8/2022).

      Pengumuman! Besok Pagi Hindari Simpang Joglo Solo, Ada Penutupan 1 Jam

      Bakal ada penutupan jalan kawasan Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari, Solo, selama satu jam pada Rabu (10/8/2022) pagi.

      Bakar Daun Siang-Siang, Warga Perumahan di Jaten Karanganyar Waswas

      aksi bakar-bakar daun kering oleh warga di Desa Papahan, Tasikmadu, bikin warga lain di Perumahan, Desa Jati, Jaten, Karanganyar waswas. Mereka lantas meminta bantuan pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

      Ada Raden Bagus Munyul di Situs Pringgoloyo Zaman Megalitikum Klaten

      Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten diyakini menyimpan kawasan diduga situs peninggalan zaman megalitikum atau masa prasejarah.

      Pasar Hewan di Karanganyar Belum Juga Dibuka, Ada Apa?

      Disdagnakerkop UKM Karanganyar belum ada rencana membuka kembali pasar hewan yang sudah ditutup sejak Juni lalu.

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat

      Sego Trondol Mbok Kam Boyolali Rp5.000, Beri Penasaran Pengunjung

      Sego Trondol Mbok Kam itu mirip nasi kucing dengan menu bandeng, mi, sambal, dan cap jay.

      Dari Pecandu Kini Jadi Pengedar Narkoba, Warga Baki Dibekuk Polisi

      Tersangka sudah membeli obat-obatan terlarang sebanyak lima kali melalui online.