Pengunjung menaiki unta di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo. TSTJ Solo ingin menjadi wahana edukasi dan rekreasi yang menyenangkan. (Solopos.com-Shoqib Angriawan)

Solopos.com, SOLO – Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo telah mengantongi izin sebagai lembaga konservasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tempat wisata yang juga dikenal dengan Jurug Solo Zoo ini berkomitmen untuk meningkatkan layanan dan menjadi menjadi wahana edukasi dan rekreasi bagi wisatawan.

Direktur Jurug Solo Zoo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengatakan memasuki usia 44 tahun, terus berbenah sebagai lembaga konservasi yang profesional.

“Usia Jurug Solo Zoo saat ini memasuki 44 tahun, sebagai lembaga konservasi kami terus berusaha untuk berbenah, menata sarana dan prasarana kandang, manajemen, menjaga satwa, bahkan mengawetkan satwa yang dilindungi,” tuturnya saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Rabu (19/6/2019).

Sebagai lembaga konservasi, lanjutnya, Jurug Solo Zoo juga berhasil mengembangbiakkan satwa. Salah satu satwa tersebut adalah lutung jawa. “Semula lutung jawa di Solo Zoo hanya ada satu ekor, kemudian setelah berkoordinasi dengan BKSDA diberi satu betina. Kami ingin hewan tersebut juga berkembang biak sehingga sampai puluhan tahun ke depan anak cucu kita bisa melihat hewan tersebut,” katanya.

Jurug Solo Solo saat ini memiliki koleksi 81 spesies hewan dengan total 386 ekor. Ratusan ekor di antaranya merupakan satwa yang dilindungi, seperti gajah, buaya, harimau, singa, hingga jenis burung seperti elang, kakak tua, nuri dan lainnya.

 Koleksi hewan di Solo Zoo (Istimewa)

Saat berkunjung ke Jurug Solo Zoo, pengunjung juga bisa memberikan makanan kepada sejumlah hewan yang diperbolehkan, yaitu domba batur, kambing ceko, kelinci, rusa kuku belah (rusa timur, rusa sambar, rusa tutul black bug, nilgae, sitatunga dan lainnya). Pengunjung juga bisa berswafoto dengan hewan seperti burung dan kura-kura.

“Jurug Solo Zoo juga memiliki koleksi satwa eksotik, misalnya unta tunggang. Satwa ini menjadi satu-satunya yang dimiliki di Jawa Tengah,” katanya.
Selain lembaga konservasi, Jurug Solo Zoo ingin menjadi wahana edukasi dan rekreasi bagi pengunjung. Dia mengaku sudah menyiapkan paket edukasi untuk pengunjung, di antaranya dengan menyediakan pemandu wisata.

 Pengunjung berfoto di Solo Zoo (Istimewa)

Dia mengakui keberadaan jalan tol mempermudah akses wisatawan untuk ke Jurug Solo Zoo. “Banyak wisatawan dari luar kota yang berkunjung ke sini. Ini karena akses Solo Zoo menjadi semakin mudah dijangkau setelah adanya jalan tol,” ujarnya. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten