Pengendara sepeda motor melintasi jembatan di pintu air Demangan di Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, Kamis (6/12/2018). Proyek pembangunan pintu air Demangan akan dikerjakan mulai Februari 2019./Nicolous Irawan

Solopos.com, SOLO—Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) akan menjadikan pintu air lama sebagai destinasi wisata heritage. Nantinya, di sekitar bangunan berumur seabad itu bakal dilengkapi taman dan pedestrian. Saat ini, konsep yang digadang-gadang mirip Bendung Karet Tirtonadi itu tengah digodok. Di saat yang sama, proyek pintu air Demangan baru sudah memasuki tahapan lelang.

Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWSBS, Andri Rachmanto Wibowo, mengatakan pintu air Demangan merupakan bangunan cagar budaya (BCB) sehingga tak banyak perubahan yang bisa dilakukan. Penataan menyasar area di sekitarnya. “Alasan kenapa membangun pintu air baru, salah satunya karena status BCB. Selain itu struktur lama juga sudah tidak kuat menahan air banjir. Kondisi saat ini selisih limpahan dari Bengawan Solo dan Kali Pepe dibatasi setinggi dua meter. Lebih dari itu, pintu air sudah bergetar dan bisa jebol,” kata Andri saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (11/12/2018).

Andri mengatakan selain menata area sekitar pintu air, BBWSBS juga mengecat ulang rumah pompa. Ia meminta masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai agar wisata air di hilir Kali Pepe dapat terwujud. “Kalau pintu air baru sudah beroperasi, pintu air lama akan dibuka nonsetop,” ucap Andri.

Soal pintu air Demangan baru, Andri belum bisa membocorkan rancangannya secara detail. Hanya, Andri menyebut di sekitar rumah pompa bakal dibangun taman untuk masyarakat.

Avatar
Editor:
Syifaul

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten