Kategori: Wonogiri

Asyik! Pemkab Wonogiri Berencana Izinkan Tempat Wisata Dibuka


Solopos.com/Rudi Hartono

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengisyaratkan bakal membolehkan tempat wisata dibuka, dalam waktu dekat. Jika dibolehkan buka, pengelola tempat wisata harus memberlakukan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara ketat.

Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Wonogiri sedang menyiapkan standar operasional prosedur penerapan protokol kesehatan di tempat wisata. Pada bagian lain, pembukaan tempat wisata diharapkan mendasarkan pada peta risiko penularan Covid-19 di kecamatan. Bagi tempat tempat wisata yang berada di wilayah dengan risiko penularan Covid-19 tinggi, sebaiknya tidak dibuka terlebih dahulu.

22 Sukarelawan dari Sragen Dikirim ke Lereng Merapi Harus Rapid Test Dulu

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat (20/11/2020), rencana pembukaan tempat wisata dibahas Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri di Sekretariat Daerah, Kamis (20/11/2020) siang hingga sore. Saat itu hanya ada satu agenda pembahasan, yakni ihwal persiapan pembukaan tempat wisata. Topik tersebut menjadi bahasan khusus mengingat tempat wisata di Wonogiri ditutup sejak Maret lalu.

Belum Final

Sekda Wonogiri, Haryono, mengonfirmasi Satgas sudah membahas persiapan pembukaan tempat wisata di tengah pandemi Covid-19. Namun, soal pembukaan tempat wisata itu belum menjadi keputusan final. Keputusan akhir akan diambil dalam rapat Satgas lagi, awal pekan depan. Dalam rapat finalisasi tersebut akan membahas payung hukum, waktu yang tepat tempat wisata boleh dibuka, dan lainya.

“Kalau nanti ada kebijakan tetap harus ada payung hukumnya. Entah itu Perbup [Peraturan Bupati] atau SE [surat edaran] akan dibahas di rapat selanjutnya,” ucap Haryono saat ditemui Solopos.com di depan Sekretariat Daerah, Jumat (20/11/2020) siang.

Orang Luar Masuk ke Pengungsian Warga Merapi Wajib Jalani Swab Antigen

Terpisah, Kepala Bidang Pariwisata DKOP Wonogiri, Agus Sriyanto, menyebut pembahasan dalam rapat Satgas sudah mengerucut pada kesepakatan untuk membolehkan tempat wisata dibuka. Sebab, Satgas tidak memungkiri bahwa faktor peningkatan ekonomi di sektor pariwisata juga penting.

Selama ini, meski tempat wisata tutup pengelola tetap mengeluarkan biaya operasional, seperti untuk pemeliharaan, membayar upah karyawan, dan lainnya. Sementara, pengelola sejak Maret hingga November ini tak mendapatkan pemasukan. “Terlebih, di beberapa daerah di Soloraya juga sudah ada yang membolehkan tempat wisata dibuka,” kata Agus.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi