Kategori: Wonogiri

Asyik Mancing, Bocah SD Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Sungai Ngasem Wonogiri


Solopos.com/Aris Munandar

Solopos.com, WONOGIRI -- Seorang bocah yang masih duduk di Sekolah Dasar meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Ngasem, Dusun Ngasem RT 003/RW 007, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, Selasa (2/2/2021), pukul 12.45 WIB.

Bocah laki-laki berinisial DAK, 12, merupakan warga Dusun Putat RT 001/RW 010, Desa Trukan, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Korban tenggelam ke sungai karena terpeleset saat sedang memancing.

Baca Juga: Nasib Atlet Taekwondo Nasional Asal Sukoharjo yang Berjuang dari Kelumpuhan, Sempat Hilang Ingatan

Hal itu diungkapkan oleh Camat Pracimantoro, Warsito, saat dihubungi Solopos.com, Selasa malam. Ia mengatakan, saat memancing korban tidak sendiri, melainkan bersama tiga temannya.

"Mereka berempat naik sepeda motor, saling berboncengan. Padahal jarak antara Putat dengan Ngasem itu cukup jauh, kok bisa sampai sana," ungkap dia.

Warsito mengatakan korban dan tiga temannya semua terpeleset dan jatuh ke sungai. Sehingga mereka berempat keseret arus. "Tiga teman korban bisa berenang dan bisa menyelamatkan diri Namun korban tidak bisa berenang," ujar dia.

Terseret 20 Meter

Setelah ketiga teman korban selamat, kata Warsito, mereka langsung melaporkan kejadian ke warga setempat. Kemudian dilakukan upaya pencarian. Bocah Wonogiri itu ditemukan 20 meter dari lokasi kejadian dengan kondisi sudah meninggal dunia.

"Setelah dicari selama 30 menit, korban ditemukan. Memang kalau sedang hujan deras arus air di sungai itu kencang. Korban sudah diserahkan keluarga dan telah dimakamkan. Ketiga teman korban sudah dibawa pulang," kata Warsito.

Baca Juga: Suporter Persis Solo Garis Keras Kumpulkan Donasi Rp21 Juta Untuk Korban Bencana Alam

Sementara itu, Paur Subbag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing, mengatakan berdasarkan visum luar yang dilakukan, korban meninggal dunia murni karena tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Keluarga korban sudah menerima musibah tersebut. Pihak keluarga juga tidak menghendaki tindakan autopsi dan dikuatkan dengan membuat surat pernyataan," kata dia.

Share