Aston Villa (Reuters-Carl Recine)

Solopos.com, LONDON — Aston Villa dan Derby County boleh dibilang tim yang “beruntung” bisa masuk ke play-off final Divisi Championship untuk memperebutkan tiket promosi tersisa ke Liga Premier Inggris. Di klasemen akhir Divisi Championship, Villa dan Derby “hanya” menghuni peringkat kelima dan keenam.

Namun kualitas mental dan semangat pantang menyerah membuktikan mereka lebih berhak lolos ke play-off final ketimbang Leeds United dan West Bromwich Albion yang berada di posisi ketiga dan keempat klasemen akhir.

Di play-off semifinal, The Villans mampu keluar dari tekanan dengan memenangi adu penalti di kandang West Bromwich, The Hawthorns. Saat itu agregat sama kuat 2-2 sehingga laga harus dilanjutkan ke babak tos-tosan. Perjuangan Derby lebih dramatis lagi. Sempat tertinggal 0-1 di leg I semifinal, The Rams akhirnya menggondol tiket ke final setelah mempermalukan Leeds dengan skor 4-2 di Elland Road.

Kedua tim dipastikan bakal mati-matian dalam duel play-off final yang digelar di Wembley, Senin (27/5/2019) malam WIB. Performa impresif mereka sepanjang musim tentu bakal berakhir percuma apabila keok di laga penentuan ini. Pelatih Aston Villa, Dean Smith, mengklaim tak ada yang berbeda dari laga melawan Derby ketimbang laga yang sudah dilalui tim.

Menurut Smith, Jack Grealish dkk. bakal bertarung dengan semangat tinggi seperti biasa untuk meraih promosi setelah berada di kasta kedua tiga musim terakhir. “Kami telah bermain dalam laga berlabel wajib menang di 15 atau 16 laga terakhir. Tidak ada yang berbeda pada Senin nanti,” ujar Smith seperti dilansir BBC, Sabtu (25/5/2019).

Jelang akhir kompetisi, The Villans memang tampil luar biasa dengan memenangi 10 laga beruntun di Maret dan April. Striker pinjaman dari Chelsea, Tammy Abraham, menjadi salah satu pilar krusial tim dengan torehan 26 gol di liga.

Derby sendiri adalah salah satu lawan favorit Abraham lewat sumbangan empat golnya. Adapun Jack Grealish menjadi motor penggerak utama lini tengah Villa. Sang kapten juga cukup produktif dengan torehan enam gol.

Sementara itu, Derby yang mengincar promosi perdana sejak 2007/2008 mengandalkan pemain pinjaman asal Liverpool, Harry Wilson. Meski posisinya winger, dia adalah top scorer tim dengan 16 gol. Gelandang 20 tahun, Mason Mount, juga tak bisa diabaikan karena telah mencetak sembilan gol.

Namun pertahanan Derby diperkirakan sedikit pincang dengan absennya bek kiri Scott Malone karena kartu merah saat melawan Leeds. Beruntung Derby punya bek senior Ashley Cole yang bisa menjadi deputi Malone.

Pelatih Derby, Frank Lampard, meminta timnya bermain lepas saat melawan The Villans. Eks bintang Chelsea itu menilai semua bisa terjadi di laga berlabel penentuan. “Saya minta mereka bermain dengan kemerdekaan. Kami bisa menang atau kalah di laga ini, tapi sepanjang pemain memberikan segalanya, saya akan bangga demikian juga para fans,” kata Lampard. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten