Astagfirullah! 2 Pelajar SMA di Pekalongan Bercumbu di Depan Masjid

Aksi sepasang pelajar SMA di Pekalongan yang bercumbu di depan masjid viral di media sosial.

 Ilustrasi perbuatan tidak senonoh. (Solopos.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi perbuatan tidak senonoh. (Solopos.com)

Solopos.com, PEKALONGAN — Aksi tidak senonoh dilakukan dua pelajar SMA di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), dengan bercumbu di depan sebuah masjid. Aksi kedua pelajar yang masih mengenakan seragam itu pun viral setelah videonya tersebar di media sosial (medsos).

Perbuatan tidak senonoh kedua pelajar ini diketahui dilakukan di halaman Masjid Al-Muttaqin, Medono, Kota Pekalongan, Selasa (9/8/2022). Aksi mereka pun viral setelah dibagikan sejumlah akun di Instagram, salah satunya @pekalonganinfo.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Sepasang Pelajar SMA Lakukan Aksi Tak Senonoh di Halaman Masjid Al-Muttaqin Medono,” tulis akun @pekalonganinfo, sambil membagikan video kedua pelajar yang sedang bercumbu dalam posisi tiduran itu.

Dalam unggahannya itu, akun @pekalonganinfo juga menyebutkan jika kedua remaja yang tengah dimabuk cinta itu tak sadar jika aksinya direkam oleh seseorang. Akun itu juga menghujat aksi yang dilakukan sepasang pelajar SMA di Kota Pekalongan itu karena dilakukan di depan tempat ibadah atau masjid.

Perbuatan yang dilakukan sepasang pelajar tersebut tidak patut ditiru, apalagi perbuatannya dilakukan di tempat ibadah yang suci,” tulis akun tersebut.

Baca juga: Mengenal Tradisi Minum Teh Poci di Tegal

Unggahan akun @pekalonganinfo tentang dua pelajar SMA yang bercumbu di depan masjid di Kota Pekalongan ini pun langsung mematik emosi netizen atau warganet. Banyak warganet yang menghujat aksi sepasang pelajar tersebut karena dilakukan di depan masjid.

“pray for attitude,” tulis akun @koceh_bstrd.

“Kalau saya pasti tak tegur tanpa menyebarkan aib nya,” respon @iin.majidofficial.

Baca juga: Bercumbu di Makam China, Aksi Sejoli Direkam Warga

gpp kak buat efek jera, biar mereka tau malu dan mikir2 lagi berbuat seperti itu nantinya,” sambung akun @muchammadsodri.

“tegur doang pasti di ulangi. Ini supaya ada efek jera tuman,” respons @edhie.kz.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Catat, KPU Salatiga Butuh 5.918 Tenaga Penyelenggara Pemilu 2024

      Sebagai persiapan Pemilu 2024, KPU Kota Salatiga membutuhkan setidaknya 5.918 orang yang dibutuhkan sebagai badan ad hoc penyelenggara pemilu mulai dari KPPS, PPS hingga PPK.

      Solo Valley Werken, Proyek Gagal Belanda di Lembah Sungai Bengawan Solo

      Pemerintah Hindia Belanda pernah menginisiasi Solo Valley Werken, proyek pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi yang termahal pasca-perang Jawa, namun sayangnya gagal.

      Bahan Baku Menipis, Pengrajin Eceng Gondok Rawa Pening Berburu ke Luar Daerah

      Stok eceng gondok di Rawa Pening semakin menipis seiring dimulainya proyek revitalisasi. Untuk mencukupi kebutuhan barang baku kerajinan, para pengrajin berburu eceng gondong ke Demak dan Purwodadi.

      4 Mantan Teroris Beri Kuliah Umum di Udinus Semarang

      Empat eks napi teroris (napiter) memberi materi dalam kuliah umum Refreshing Kepemimpinan, Pencegahan Faham Radikalisme dan Terorisme Untuk Aktivitas Organisasi Kemahasiswaan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

      Siap-Siap, Bansos Rp2,3 Miliar untuk Warga Salatiga Segera Cair

      Anggaran bansos senilai Rp2,3 miliar disiapkan Pemkot Salatiga untuk program pengendalian dampak pengalihan subsidi BBM dan pengendalian inflasi 2022.

      Long Weekend, Ini Rekomendasi Tempat Wisata Keluarga di Semarang

      Berikut rekomendasi sejumlah tempat wisata yang mengusung konsep keluarga di wilayah Semarang Raya.

      Masa Kejayaan Hotel Dibya Puri Semarang, Langganan Para Artis hingga Menteri

      Sebelum berhenti beroperasi pada 2008, Hotel Dibya Puri Semarang menjadi langganan menginap para artis hingga kalangan menteri pada era Orde Baru.

      Tak Tampak 3 Hari, Nenek 80 Tahun di Semarang Ditemukan Meninggal dalam Rumah

      Warga Kampung Bulustalan, Semarang Selatan, digegerkan dengan penemuan mayat warga lansia atau nenek berusia 80 tahun di dalam rumah.

      Setahun, 2.800 Tenaga Honorer di Cilacap Diangkat Jadi ASN

      Sebanyak 2.800-an tenaga honorer di lingkungan Pemkab Cilacap telah diangkat sebagai ASN, baik CPNS maupun PPPK, dalam kurun waktu 2021-2022.

      Geger, Mayat Bayi Laki-Laki Ditemukan Dekat Gereja di Jepara

      Penemuan mayat bayi di lingkungan gereja di Desa Welahan, Jepara, menimbulkan misteri terkait sosok pembuangnya.

      Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Kompleks Karaoke Cumpleng Indah Blora Ditutup

      Pemerintah Kabupaten Blora resmi menutup kompleks hiburan malam karaoke Cumpleng Indah karena diduga menjadi praktik prostitusi.

      Menipis, Stok Vaksin Covid-19 di Semarang Tinggal 198 Dosis

      Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang menyebut stok vaksin Covid-19 kian menipis dan tinggal tersisa untuk memenuhi kebutuhan selama 1-2 hari.

      Ratusan Warga Pekalongan Terserang DBD, 2 Meninggal

      Sebanyak 155 orang di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) terserang DBD pada tahun ini, di mana dua di antaranya mengalami kematian.

      Korban Cabut Laporan, Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Salatiga Disetop

      Pratu RW, anggota TNI di Salatiga yang menjadi korban pengeroyokan lima preman mencabut laporannya ke polisi.

      45 Perempuan di Jateng Jadi Korban KDRT, Paling Banyak dari Semarang

      Sebanyak 45 perempuan di Jawa Tengah (Jateng) mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam kurun dua tahun terakhir.