Kategori: Nasional

Asperindo Tolak Seruan Pemboikotan JNE, Ini Alasannya...


Solopos.com/Rinaldi Mohammad Azka

Bisnis.com, JAKARTA — Pasca viral #BoikotJNE pada sosial media Twitter, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress, Pos, dan Logistik Indonesia menolak keras seruan boikot tersebut. Asperindo menolak karena menyadari seruan pemboikotan sebagian netizen terhadap PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE dan dilatarbelangi kebencian kepada Haisal Hassan.

Haikal Hassan yang menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada JNE adalah Sekjen HRS Center yang turut tampil sebagai juru bicara presidium Alumni atau PA 212. Pengusaha itu dianggap sebagai kadal gurun yang mendukung Muhammad Rizieq Syihab.

Rizieq Syihab seperti diketahui adalah pentolan Front Pembela Islam atau FPI. Ia belum lama ini kehilangan enam laskar di ujung pelor panas polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km. 50 sekaligus ditahan oleh polisi dengan alasan pelanggaran protokol kesehatan yang belakangan dituduh sebagai penghasut.

Perhatikan 5 Kesalahan Penataan Rumah Menurut Fengsui Ini!

Dengan kaitan dengan Haikal Hassan itu, sebagian netizen menyebarkan opini bahwa JNE memelihara orang yang menyukai narasi kebencian dan pemecah belah bangsa. Heboh tanda pagar (tagar) #BoikotJNE yang digema di laman sosial media Twitter lalu menjadi trending topics membawa juga misi kebencian sebagian netizen terhadap umat Islam. Kebencian yang diembuskan sebagian netizen terdapat Haikal Hassan sejatinya menggamit juga sejumlah tokoh Islam lain.

Direktur Eksekutif Asperindo Syarifuddin mengatakan sebagai salah satu perusahaan yang telah berkontribusi terhadap negara dan menaati peraturan yang berlaku, PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) harus didukung terus keberadaannya karena merupakan aset bangsa.

Tetap Bersanding

"Asperindo menentang keras imbauan pemboikotan kepada JNE karena hal semacam ini pun juga dapat terjadi kepada perusahaan anggota Asperindo lainnya. Oleh karenanya, secara internal Asperindo menyerukan kepada segenap anggotanya untuk terus mewujudkan semangat dan dukungan kepada JNE dalam bingkai motto bersaing namun tetap bersanding," paparnya, Minggu (13/12/2020).

Asperindo menegaskan bahwa JNE dan perusahaan jasa pengiriman anggota Asperindo lainnya tidak mengaitkan operasionalisasi perusahaannya dengan organisasi politik ataupun menjadikan bagian anasir politis itu bagian dari perusahaan. Karena itulah, Asperindo tegas menolak pemboikotan JNE tersebut.

Jangan Lengah, Soft Skill Ini Kamu Butuhkan di Dunia Kerja!

Menurutnya, JNE terus melakukan perbaikan, pembenahan, pengembangan dan inovasi memberikan pelayanan yang lebih maksimal agar dapat selalu memenuhi beragam kebutuhan pengiriman paket seluruh pelanggan. "JNE juga menjalankan aturan-aturan yang berlaku untuk perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik sesuai yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia," katanya.

Asperindo beranggotakan 354 perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos dan logistik atau kurir berizin dengan lebih dari 50.000 titik layanan di seluruh Indonesia.

Dia menegaskan semua perusahaan anggota tunduk pada ketentuan yang terdapat di dalam Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga Asosiasi. Peraturan-peraturan tersebut antara lain menyebutkan anggotanya bersifat mandiri, non-pemerintah, bukan organisasi politik.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono