ASN Jadi Tersangka Penggelapan Uang Investor Korea Selatan di Klaten, Nilainya Rp2,1 Miliar

Seorang aparatur sipil negara (ASN) jadi tersangka kasus dugaan penggelapan uang senilai Rp2,1 miliar milik investor asal Korea Selatan di Klaten.

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, KLATEN — Satgas Pemberantasan Mafia Tanah Klaten menetapkan SK, seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Sukoharjo, sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan uang senilai Rp2,1 miliar milik investor asal Korea Selatan, Mr W.

SK bersama-sama dengan seorang perantara tanah lainnya, EP, diduga menggelapkan uang Mr W pada 2019 lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, penggelapan uang tersebut bermula saat Mr W ingin membeli lahan di kawasan Troketon, Kecamatan Pedan.

Saat itu, Mr W butuh lahan seluas lima blok untuk mendirikan pabrik. Satu blok tanah seluas kurang lebih 2.000 meter persegi. Namun usaha mendirikan pabrik tersebut urung dilakukan karena tahapan pembebasan lahan tak kunjung rampung.

Baca Juga: Nunggu Kereta Lewat, 4 Kendaraan Kecelakaan Karambol di Depan Mapolres Klaten

Hingga awal 2019, lahan yang dibebaskan di Troketon, Kecamatan Pedan, baru seluas empat blok. Pembebasan sisa satu blok lahan di Troketon tak kunjung rampung hingga awal 2019. Usut punya usut, ternyata SK dan EP diduga menilap uang Rp2,1 miliar milik Mr W.

Aparat kepolisian yang tergabung dalam Satgas Pemberantasan Mafia Tanah Klaten pun menetapkan SK dan EP sebagai tersangka kasus penggelapan.

“SK itu seorang guru berstatus ASN di Pemkab Sukoharjo. Sedangkan EP orang swasta. Kasus itu sudah gelar perkara di Polda Jateng,” kata Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Tanah Klaten yang tak lain Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo, Jumat (27/8/2021).

Baca Juga: Kesulitan Air Bersih, Warga Bayat Klaten Ngangsu ke Sumur di Tengah Sawah

Ancaman Hukuman 4 Tahun Penjara

Andriyansyah mengatakan SK dan EP dijerat Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penggelapan. Berdasarkan ketentuan itu, SK dan EP terancam hukuman empat tahun penjara.

“Kami sudah memintai keterangan beberapa saksi, termasuk general manager kepercayaan orang Korea itu. Gara-gara tak kunjung memperoleh lahan, orang Korea Selatan itu tak bisa membangun pabrik di Pedan. Saya hanya mengurus kasusnya, enggak hafal pabriknya itu bergerak di bidang apa,” katanya.

Baca Juga: Satnarkoba Polres Klaten Gulung Produsen Tembakau Gorila di Karangnongko

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Klaten, Agus Suprapto, mengakui kawasan di Desa Troketon, Pedan, sedang dilirik seorang investor asal Korea Selatan untuk membangun pabrik alat kesehatan. Sejauh ini, Agus Suprapto telah membangun komunikasi dengan seorang warga asal Korea Selatan itu.

“Rencananya memang ada calon investor masuk ke Klaten. Dia berasal dari Korea Selatan dan ingin bangun pabrik di Troketon, Pedan. Nilai investasinya enggak hafal. Sesuai rencana, akan ada pemaparan ke kami juga tentang company profile pabrik orang Korea Selatan itu,” katanya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Pemkab Sragen Anggarkan Operasional Pintu Palang KA Bedowo di 2022

Dishub Sragen memastikan akan memasang pintu palang semi-elektronik di perlintasan KA Bedowo pada 2022.

KSPI Karanganyar Tolak Bahas UMK 2022, Ini Alasannya

KSPI Karanganyar menilai PP No. 36/2021 tidak berpihak kepada pekerja.

SGS 2021 Tinggal 4 Hari Lagi, Buruan Tukar Poin Sebelum Ditutup!

Para pembeli pada ajang Solo Great Sale atau SGS diimbau segera menukar struk mereka dengan poin agar bisa mengikuti undian berhadiah rumah, mobil, dan lainnya.

Menko PMK Sebut Karanganyar Cocok untuk Pengembangan Pendidikan

Menko PMK, Muhadjir Effendy, menilai Karanganyar menjadi lokasi ideal di wilayah aglomerasi Soloraya untuk pengembangan pendidikan.

CFD Belum Dibuka, Alun-Alun Sukoharjo Ramai Pedagang pada Akhir Pekan

Kawasan Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo ramai pedagang saat akhir pekan padahal Pemkab belum mengizinkan CFD tiap Minggu pagi berlangsung.

BRI Panen Hadiah, 64.152 Nasabah Simpedes Berpeluang Raih Rp639 Juta

Sebagai wujud apresiasi, BRI Sragen menyediakan hadiah dengan nilai lebih dari setengah miliar rupiah bagi para nasabah Simpedes di Bumi Sukowati.

Jalur Pungkruk-Mungkung Sragen Ditinggikan 1 Meter

Pemkab Sragen menggandeng Polres Sragen melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan persimpangan Pungkruk karena jalan itu akan ditinggikan.

Peresmian Kantor Baru PAC PDIP Banjarsari Solo akan Dihadiri Megawati

Peresmian kantor baru PAC PDIP Banjarsari, Solo, pada Kamis (28/10/2021), rencananya dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Mahasiswa UNS Solo Beri Ultimatum: Bubarkan Menwa!

Ratusan mahasiswa UNS Solo memberi ultimatum kepada petinggi kampus untuk membubarkan Menwa karena dianggap tidak urgen dalam iklim akademik.

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Sragen 83 Persen dari Target

Herd immunity di Sragen baru bisa tercapai bila 775.774 orang yang berumur di atas 12 tahun sudah divaksin.

Di Karanganyar akan Dibangun Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah akan membangun universitas di Karanganyar. Izin operasionalnya sudah turun.

Mantul, Penyandang Disabilitas di Klaten Belajar Bikin Pupuk Organik

Penyandang disabilitas di Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Klaten, berlatih membuat pupuk organik untuk mendukung ketahanan pangan di desa setempat di tengah pandemi Covid-19.

ODGJ Mengamuk, Kamar Singgah Dinsos Karanganyar Dirusak

Sebelum dibawa ke RSJD Solo, ODGJ itu mengamuk hingga merusak pintu kamar mandi di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Karanganyar.

Menilik "Rekam Jejak" UMK Sragen, Melambung di 2020, Anjlok di 2021

Dalam periode lima tahun terakhir, UMK Sragen mengalami kenaikan naik paling tinggi secara nominal pada 2020, yakni Rp142.414.

Huh.. Hah.. Inilah 5 Kuliner Ekstra Pedas di Sragen yang Layak Dicoba

Lima kuliner ekstra pedas yang layak dicoba di Sragen.