Asl-Usul Cilacap, Bekas Kekuasaan Pajajaran & Mataram Islam

Pada akhir masa Kerajaan Majapahit (1294-1478), daerah cikal bakal Kabupaten Cilacap terbagi dalam beberapa wiayah, yaitu daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit, Adipati Pasir Luhur dan Kerajaan Pakuan Pajajaran.

 Ilustrasi gerbang masuk Kabupaten Cilacap. (cilacapkab.go.id)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi gerbang masuk Kabupaten Cilacap. (cilacapkab.go.id)

Solopos.com, CILACAP — Kabupaten Cilacap adalah satu-satunya wilayah di Provinsi Jawa Tengah yang penamaannya mirip dengan nama-nama kota/kabupaten di Provinsi Jawa Barat.

Tentu ada sejarah di balik berdirinya kabupaten yang dikenal sebagai lokasi PLTU-nya ini. Dihimpun dari Cilacapkab.go.id, Selasa (24/5/2022), sejarah Kabupaten Cilacap dibagi dalam dua zaman, yaitu zaman kerajaan Jawa dan zaman kolonialisme Belanda.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Pada zaman kerajaan Jawa, sejarah Kabupaten Cilacap diawali dari kerajaan Mataram Hindu hingga kerajaan Surakarta. Pada akhir masa Kerajaan Majapahit (1294-1478), daerah cikal bakal Kabupaten Cilacap terbagi dalam beberapa wiayah, yaitu kekuasaan Kerajaan Majapahit, Adipati Pasir Luhur, dan Kerajaan Pakuan Pajajaran.

Menurut pakar sejarah Husein Djayadiningrat, Kerajaan Hindu Pakuan Pajajaran menyerahkan daerah kekuasaannya atas Kabupaten Cilacap di sisi barat setelah dikalahkan Kerajaan Islam Banten dan Cirebon pada 1579. Sehingga bagian barat Kerajaan Pakuan Pajajaran diserahkan oleh Kerajaan Cirebon.

Pada saat yang bersamaan pula, Kesultanan Pajang berhasil menguasai wilayah timur wilayah cikal bakal Kabupaten Cilacap. Saat Kesultanan Pajang diserahkan kepada Kesultanan Mataram Islam pada 1587-1755, wilayah cikal bakal Kabupaten Cilacap secara otomatis menjadi bagian Kesultanan Mataram Islam.

Baca Juga: SMA Tertua di Indonesia Ternyata ada di Jawa Tengah, Ini Lokasinya!

Dibentuk Pemerintah Hindia Belanda

Sementara itu, pada zaman penjajahan Belanda, dibentuk sistem pemerintahan Onder Afdeling berdasarkan keputusan Gubernur Jendral D.De Erens pada 17 Juli 1839. Dalam keputusan tersebut dituliskan bahwa demi kepentingan pelaksanaan pemerintahan daerah yang lebih rapi di kawasan Banyumas selatan, maka dibentuklah Onder Afdeling Cilacap untuk distrik-distrik di bagian selatan yang dikepalai Asisten Resident

Baca Juga: Begini Kesaksian Pekerja Pabrik di Semarang saat Tanggul Laut Jebol

Sedangkan dalam pembagian wilayah, berdasarkan Besluit atau Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda pada 27 Juni 1841 Nomor 10 menyatakan bahwa Dayeuhluhur dipisahkan dari Kabupaten Banyumas dan dijadikan satu dengan Onder Adeling Cilacap.

Kota Cilcap sebagai ibu kota menjadi tempat kedudukan Kepala Bestuur Eropa, Asisten Residen, dan Kepala Besturr Pribumi Rangga atau Onder Regent.

Pada masa Residen Banyumas ke-9, Van de Moore mengajukan usul kepada Pemerintah Hindia Belanda pada 3 Oktober 1855 terkait pembentukan Kabupaten Cilacap. Permohonan ini juga telah mendapat tanda tangan dari Gubernur Jendral Duijmaer dan diserahkan kepada Menteri Kolonial Kerjaan Belanda dalam Kabinet Sreserpt pada 29 Desember 1855 Nomor 86, dan surat rahasia Menteri Kolonial tanggal 5 Januari 1856 Nomor 7/A dan telah disampaikan kepada Gubernur Jendral Hindia Belanda.

Permohonan ini secara resmi mendapat persetujuan dari Raja Belanda setelah menerima dokumen permohohan pada 21 Maret 1856 sehingga ditetapkanlah secara resmi dari status sebelumnya Onder Afdeling Cilacap menjadi Regentschap Cillacap (Kabupaten Cilacap) yang sekaligus oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap pasca-merdeka dijadikan sebagai perayaan hari jadi Kabupaten Cilacap.

Baca Juga: Tanggul di Semarang Jebol, PLN Respons Cepat Amankan Jaringan Listrik

Sedangkan kisah di balik penamaan ‘Cilacap’ berasal dari beragam cerita. Berdasarkan penelusuran Solopos.com, salah satu kisah penamaannya berasal dari kata ‘cacab’ yang dikenal oleh masyarakat Cilacap hingga sekarang sebagai cara menanam tanaman di lahan yang berair. Sedangkan imbuhan ‘Ci’ dipengaruhi oleh Bahasa Sunda yang berarti air.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sebagian kawasan cikal bakal Cilacap saat itu berada di bawah kerajaan Pakuan Pajajaran sehingga banyak masyarakat Sunda yang mendiami wilayah Cilacap hingga sekarang

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kondisi Global Ancam Stok Gandum Lokal dan Menakar Peluang Budidaya 

+ PLUS Kondisi Global Ancam Stok Gandum Lokal dan Menakar Peluang Budidaya 

Kondisi global seperti Perang Rusia-Ukraina dan larangan ekspor gandum oleh India telah berdampak pada meningkatnya harga dan pasokan gandum lokal, yang dikhawatirkan berpengaruh pada produksi makanan olahan gandum, lalu bagaimana peluang budidaya di Indonesia?

Berita Terkini

Perangkat Desa Jatipecaron Tersangka Kasus Korupsi Resmi Ditahan

Perangkat Desa Jatipecaron, SES, tersangka dugaan korupsi keuangan Desa Jatipecaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan resmi ditahan.

Ke Semarang, Jokowi Pimpin Upacara di Akpol & Bagikan Bansos di Pasar

Presiden Joko Widodo atau Jokowi diagendakan melakukan kunjungan kerja ke Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), salah satunya di Akpol.

Perhatian! Jembatan Wonokerto Demak Bakal Diperbaiki 8 Bulan

Jembatan Wonokerto di Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), yang menjadi jalur utama Semarang-Kudus akan diperbaiki mulai pekan depan.

Hasil PPBD Jateng 2022 Diumumkan, Ini Jumlah Peserta yang Diterima

Pengumuman hasil PPDB Jateng 2022 untuk jenjang SMA dan SMK negeri diumumkan melalui situs web ppdb.jatengprov.go.id.

Ini Hasil PPDB SMA dan SMK Negeri di Jateng Tahun 2022

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah atau Disdikbud Jateng telah mengumumkan hasil PPDB Jateng 2022 untuk jenjang SMA dan SMK negeri.

Cerita Mantan Pengguna Ganja di Semarang, Setuju untuk Medis?

Berikut cerita seorang mantan pengguna ganja yang saat ini menjadi konselor adiksi atau menanggani orang-orang yang kecanduan narkoba di Kota Semarang.

Desa Tertinggi di Jateng Masuk 50 Besar ADWI

Desa tertinggi di Jateng, yakni Desa Sembungan masuk dalam daftar 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI.

Wow! Desa Tertinggi di Jateng Ternyata Lebih Tinggi dari Gunung Ungaran

Inilah desa yang didapuk sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa dan Jawa Tengah atau Jateng, dengan ketinggian sekitar 2.300 mdpl.

Simak! Begini Cara Akses Pengumuman Hasil PPDB Jateng 2022

Berikut tutorial atau cara mengakses pengumuman hasil PPDB Jateng 2022 untuk jenjang SMA dan SMK negeri.

Pengumuman Hasil PPDB Jateng 2022 Hari Ini, Ini Kata Kadisdikbud

Pengumuman hasil PPDB Jateng 2022 untuk jenjang SMA dan SMK negeri akan dilaksanakan hari ini, Senin (4/7/2022).

Deretan Bus Bumel Semarang-Jogja: Bodi Aduhai, Satset di Jalan Berliku

Deretan bus bumel trayek Semarang-Jogja pernah menjadi primadona di jalanan pada masanya.

Apa Kabar Sumanto Pemakan Mayat dan Kisah Kanibalisme di Indonesia

Pada awal 2000an lalu, Jawa Tengah digegerkan dengan kabar kasus kanibalisme sosok pria bernama Sumanto asal Purbalingga yang menjadi pemakan mayat Nenek Rinah.

Fenomena Embun Es di Dieng, Cantik Tapi Beracun?

Embun es yang muncul sebagai fenomena alam tahunan di Dataran Tinggi Dieng sering disebut racun oleh warga sekitar.

Begini Prakiraan Cuaca di Semarang Hari Ini, Minggu (3/7/2022)

Berikut prakiraan cuaca hari ini di Semarang dan sekitarnya pada Minggu (3/7/2022).

Kecamatan Tersepi di Banyumas Sebagian Penduduknya Gunakan Bahasa Sunda

Berikut fakta terkait kecamatan tersepi atau paling lenggang di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng).