Asia Sentinel Minta Maaf ke SBY, Tarik Artikel Soal Century
Permintaan maaf Asia Sentinel kepada SBY dan Partai Demokrat. (Asia Sentinel)

Solopos.com, SOLO -- Asia Sentinel, media daring yang berbasis di Hong Kong, akhirnya meminta maaf atas artikel berjudul Indonesia\'s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy. Artikel itu memicu reaksi Partai Demokrat yang hendak membawa pemberitaan yang menyinggung Susilo Bambang Yudhoyono itu ke ranah hukum.

Artikel yang terbit pada 10 September 2018 itu menyebutkan adanya konspirasi pencurian uang negara sebesar US$12 miliar yang melibatkan 30 pejabat negara dan mencucinya melalui perbankan internasional

Laporan itu ditulis John Berthelsen sebagai editor Asia Sentinel. Namun kini judul artikel itu telah berubah menjadi Asia Sentinel Story on Indonesia Corruption Goes Viral. Intinya, John menceritakan bahwa tulisannya tersebut menjadi viral di Indonesia dan mendapatkan respons politik yang luar biasa. Dia juga menyebutkan respons petinggi Demokrat yang mendiskusikan rencana gugatan hukum kepada Asia Sentinel.

Sebagai bentuk permintaan maaf, Asia Sentinel menerbitkan sebuah pernyataan tertulis berjudul Apology to President Yudhoyono and the Democrat Party of Indonesia (permintaan maaf kepada Presiden Yudhoyono dan Partai Demokrat).  Intinya, Asia Sentinel menarik kembali artikel yang terbit 10 September 2018 itu dari laman daring mereka. Mereka mengakui bahwa artikel itu ditulis secara tidak berimbang dan tanpa meminta konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut di dalamnya.

Saat ini artikel berjudul Indonesia\'s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy (yang belakangan berganti judul Asia Sentinel Story on Indonesia Corruption Goes Viral) itu sudah tak lagi muncul di Asia Sentinel. Berikut pernyataan lengkap tentang permintaan maaf Asia Sentinel:

Asia Sentinel wishes to retract a story that ran on September 10, 2018 on the website about the former Yudhoyono government and the Bank Century case in Indonesia. In the story, which was written solely by Asia Sentinel editor in chief John Berthelsen, we unfairly passed on numerous allegations related to an ongoing lawsuit over the fallout from Bank Century. We acknowledge that we did not seek fair comment from the persons named in the article and that the article was one-sided and violated fair journalistic practice. It also carried a headline that was inflammatory and unfair to former Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono.

We have taken the story down from the Asia Sentinel website but we further wish to apologize completely and unequivocally to former President Yudhoyono, the Democratic Party, and any others who were insulted by the article in question and beyond that to the people of Indonesia for any insult we may have caused with the story.

We deeply regret the pain this lapse of judgement and fairness has caused.

Finally Asia Sentinel would like to express its high regard for President Susilo Bambang Yudhoyono, who has served his country with distinction and is widely respected as an Asian statesman.

(Asia Sentinel akan menarik artikel yang terbit pada 10 September 2019 di website kami tentang pemerintahan Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia. Dalam artikel itu, yang ditulis oleh Pemimpin Redaksi Asia Sentinel John Berthelsen, kami melontarkan sejumlah tuduhan terkait proses hukum jatuhnya Bank Century secara tidak fair. Kami mengakui bahwa kami tidak mencari komentar dari pihak-pihak yang namanya tertulis di artikel itu dan bahwa artikel itu hanya memuat satu sisi dan melanggar prinsip keberimbangan jurnalistik. Headline ini tidak fair dan membuat mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono marah.

Kami telah menarik artikel itu dari website Asia Sentinel, namun selanjutnya kami meminta maaf secara utuh dan tegas kepada mantan Presiden Yudhoyono, Partai Demokrat, dan pihak lain yang dirugikan oleh artikel itu dan lebih luas kepada masyarakat Indonesia atas segala dampak yang ditimbulkan artikel itu.

Kami meminta maaf sedalam-dalamnya. Pada akhirnya, Asia Sentinel ingin menyampaikan penghargaan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah mengabdi kepada negara dengan istimewa dan dihormati sebagai seorang negarawan Asia.)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom