Aset Miliaran Rupiah Terkait Kasus Korupsi PT Asabri Ternyata Ada Juga Di Klaten
Koordinator MAKI Boyamin Saiman (kiri) menunjukkan foto-foto aset yang diduga terkait kasus korupsi Asabri kepada wartawan di Solo, Senin (15/2/2021). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, KLATEN -- Sejumlah aset yang diduga terkait dengan kasus korupsi PT Asabri juga ada di Klaten, selain di Boyolali dan Solo. Tim Satgasus Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah datang ke Klaten untuk menyelidiki aset-aset yang sebagai berupa tanah.

Tim Satgasus Kejaksaan Agung (Kejagung) menelisik aset tanah bernilai miliaran rupiah di Klaten yang diduga terkait kasus korupsi Asabri. Kasi Pidsus Kejari Klaten Ginanjar Damar Pamenang menyebut tim datang pada sore hari dan mengecek sejumlah tanah di wilayah Klaten.

"Dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Asabri, kemarin hari Rabu [24/2/2021] sekitar jam 16.00 WIB. Tim Satgasus pelacakan aset Jampidsus Kejagung yang dipimpin Anton Winoto datang ke Kejari Klaten, dan kita diminta memfasilitasi," kata Kasi Pidsus Kejari Klaten, Ginanjar Damar Pamenang, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Terkait Kasus Korupsi PT Asabri, 17 Bus Pariwisata di Boyolali Ini Disita Kejagung

Ia menyebut tim itu menelisik aset tanah di Klaten milik tersangka kasus korupsi berinisial SW. Ada 14 petak tanah yang tersebar di sejumlah kecamatan di Klaten. "Ada 14 aset tanah tersebar di beberapa kecamatan dan rata-rata berupa sawah. Tim Kejagung berjumlah tujuh orang dan di Klaten sampai pukul 22.00 WIB," lanjut Ginanjar.

Cek Aset

Ia menyebut selain mengecek ke pemerintah desa, tim juga mengambil buku aset di Kantor BPN Klaten. Dia pun menduga tim masih akan berkunjung ke Klaten untuk mengecek semua aset tanah tersebut.

"Kemungkinan masih ke Klaten. Sebab yang sudah dicek delapan aset, dan kami masih diberi catatan lagi ada enam aset, jadi semua 14 titik," papar Ginanjar.

Baca juga: MAKI Kembali Temukan Aset Dugaan Korupsi Asabri, Sebagian Berupa Hotel di Solo

Dia memerinci aset tanah di Klaten yang dicek tim Kejagung itu luasnya bervariasi. Dari sejumlah petak sawah yang dicek memiliki luas lebih dari 1.000 meter persegi.

"Ada yang 1.700-1.800 meter persegi. Itu bentuknya sawah petak begitu dan yang di Desa Jombor, Kecamatan Ceper ada dua patok nilainya mungkin miliaran rupiah," imbuh Ginanjar.

Dia mengatakan selain di Kecamatan Pedan dan Kecamatan Ceper, ada juga aset tanah di Kecamatan Karangdowo. Ginanjar menyebut semua penyelidikan ini diserahkan ke tim Kejagung, sementara pihaknya hanya membantu di lapangan.

"Kita hanya sebatas memfasilitasi. Semua penanganan kasusnya ditangani di Kejaksaan Agung," ucapnya.

Baca juga: 17 Bus Pariwisata Boyolali Bukti Korupsi Asabri Disimpan di Garasi DAMRI Palur

Kejagung Hubungi Kades

Terpisah, Kades Jetis Wetan, Kecamatan Pedan, Agus Sunarto, mengaku dihubungi tim Kejagung pada Rabu siang. Agus menyebut tim Kejagung menanyakan soal aset tanah yang diduga terkait korupsi Asabri.

"Saya dihubungi siang hari dan langsung saya minta perangkat desa mengecek datanya. Sorenya semua data saya kirimkan dokumennya," jelas Agus.

Agus mengaku tidak bertemu langsung dengan tim Kejagung itu. Tim itu mengecek tiga patok tanah di desanya. "Ada tiga patok tanah berjajar di tepi jalan. Saya tanyakan ke perangkat desa yang sudah lama berdinas, ternyata benar atas nama SW," ungkap Agus.

Agus tak merinci luas tanah yang ada di desanya. Namun, tanah terkait salah satu tersangka kasus korupsi Asabri itu berupa sawah. "Hanya sawah tiga petak berjajar. Katanya dulu semacam tukar menukar dengan lahan lain tempat begitu riwayatnya," terang Agus.

Baca juga: Ditagih Asabri, Utang Benny Tjokro & Heru Hidayat Melonjak Jadi Rp11,4 triliun

Sebelumnya, tim Kejagung juga menyita belasan bus pariwisata di Boyolali terkait skandal Asabri. Kini ke-17 bus pariwisata itu dititipkan di garasi bus Damri Karanganyar.

"Informasinya seperti itu [penyitaan armada bus di Boyolali]," kata Kepala Kejati Jawa Tengah, Priyanto, seusai menghadiri peresmian rumah sakit lapangan [Rumkitlap] Benteng Vastenburg, Solo, Rabu.

Sumber: Detik.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom