Objek wisata air Umbul Pelem di Klaten. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Umbul Pelem yang terletak di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah, belakangan kian terkenal setelah digarap menjadi objek wisata air. Kolam renang dewasa dan anak-anak, wahana permainan air, serta flying fox menarik minat wisatawan berdatangan hingga menghasilkan pundi-pundi pendapatan BUM Desa Sumber Kamulyan sekitar Rp2 miliar selama 2019.

Jauh sebelum digarap menjadi objek wisata air, warga setempat sudah mengenal kawasan mata air itu dengan nama Umbul Pelem. Pemberian nama itu tak lain lantaran pernah ada pohon mangga yang berdiri di samping mata air. Dalam bahasa Jawa, mangga disebut dengan pelem.

Direktur BUM Desa Sumber Kamulyan Wunut, Sariyanto, menceritakan pohon mangga di samping sumber mata air itu berukuran sangat besar hingga ujungnya terlihat dari kejauhan.

“Lingkar batangnya itu lebih dari dua pelukan orang dewasa. Ukurannya tidak seperti pohon mangga pada umumnya,” kata Sariyanto saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (16/1/2020).

Selain berukuran besar dan meneduhkan suasana umbul, pohon mangga itu berbuah lebat. Buah yang dihasilkan seakan tak mengenal musim. Saban waktu ada saja mangga yang terlihat menggantung di dahan pohon.

Objek wisata air Umbul Pelem di Klaten. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Objek wisata air Umbul Pelem di Klaten. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Kawasan di sekitar pohon mangga itu juga menjadi pusat keramaian warga. Posisinya yang strategis terletak di persimpangan jalan perbatasan kabupaten membuat kawasan tersebut dimanfaatkan untuk terminal angkot.

Sariyanto menceritakan tak ada warga yang berani menebang pohon mangga tersebut lantaran dianggap keramat. Pohon itu menghilang lantaran mati.

“Karena faktor umur, pohonnya sudah tua hingga mati tanpa ditebang. Sudah tidak ada pohon mangga itu sekitar 1994,” tutur dia.

Kini hanya tersisa pohon beringin yang memayungi kawasan sumber mata air. Guna menegaskan identitas Umbul Pelem, pengelola objek wisata Klaten mulai menanami aneka jenis pohon mangga di kawasan sumber mata air itu.

Sebelum digarap menjadi objek wisata, kawasan Umbul Pelem dikenal sebagai tempat dengan pemandangan tanaman cenil atau selada air. Kini, sebagian kawasan budi daya selada air itu sudah dimanfaatkan untuk pengembangan objek wisata.

Sementara, sumber mata air utama kerap dimanfaatkan untuk pemandian. Tak jarang sumber mata air utama digunakan untuk kungkum atau berendam terutama saat malam.

Konon kerabat Keraton Kasunanan Surakarta kerap kungkum di sumber mata air tersebut. Namun, seiring dibangunnya kawasan objek wisata, aktivitas warga yang biasa kungkum di malam hari kian berkurang.

Terlebih setelah kawasan sumber mata air utama dipagari pengelola umbul. Pemagaran itu dimaksudkan agar kondisi sumber mata air utama di Umbul Pelem tetap alami.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten