Asale Sapuangin dan Kisah Sepasang Pengantin di Kemalang, Klaten

Sapuangin menjadi salah satu nama yang terkenal di wilayah lereng Gunung Merapi Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

 Salah satu jalan di Dukuh Pajegan, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang yang menjadi akses masuk ke kawasan hutan. Selama ini kawasan hutan itu kerap dikenal dengan nama Sapuangin. Foto diambil Kamis (2/12/2021). (Taufiq Sidik Prakoso/Solopos)

SOLOPOS.COM - Salah satu jalan di Dukuh Pajegan, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang yang menjadi akses masuk ke kawasan hutan. Selama ini kawasan hutan itu kerap dikenal dengan nama Sapuangin. Foto diambil Kamis (2/12/2021). (Taufiq Sidik Prakoso/Solopos)

Solopos.com, KLATEN – Sapuangin menjadi salah satu nama yang terkenal di wilayah lereng Gunung Merapi Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten. Nama tersebut identik dengan nama kawasan paling ujung desa di Dukuh Pajegan yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).

Oleh warga setempat, nama itu digunakan untuk menyebut kawasan hutan serta salah satu sumber air. Belakangan, Sapuangin juga menjadi nama jalur pendakian ke Merapi hingga nama merek kopi bikinan kelompok masyarakat setempat.

Salah satu warga, Srijono, mengatakan sebutan Sapuangin untuk kawasan paling ujung Tegalmulyo itu sudah ada secara turun temurun.

”Kalau nama kampung Sapuangin tidak ada. Sapuangin itu biasanya untuk menyebut kawasan hutan serta digunakan untuk menyebut salah satu sumber air yang sebenarnya resapan air,” kata Srijono yang juga salah satu anggota Rescue Sapuangin saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (3/12/2021).

Baca Juga: Ingat, Vaksinasi Berhadiah Utama Motor di Klaten Berlaku 6-16 Desember

Soal pemberian nama tersebut, Srijono mengatakan sudah ada secara turun temurun. Konon, nama itu diberikan oleh sepasang pengantin yang berkunjung ke kawasan lereng Gunung Merapi berdasarkan cerita tutur secara turun temurun.

Ada sepasang pengantin baru yang datang ke kawasan lereng Gunung Merapi sebelum ada perkampungan. Ketika berada di salah satu sumber air, pasangan pengantin itu menghadapi badai angin yang sangat kencang.

Mereka akhirnya selamat dari terjangan badai tersebut. Kemudian sepasang pengantin anyar itu lantas berikrar suatu saat tempat tersebut diberi nama Sapuangin.

Baca Juga: Alhamdulillah…Tak Ada Kasus Baru Covid-19 di Klaten 3 Hari Beruntun

Srijono mengatakan badai angin memang kerap terjadi di wilayah lereng Gunung Merapi tersebut. Hal itu biasa terjadi ketika musim tertentu. “Badai angin biasanya terjadi pada mangsa kapitu [antara Desember-Februari],” kata Srijono.

Kawasan Sapuangin kini menjadi salah satu daya tarik wisata di wilayah Tegalmulyo. Meski jalur pendakian ke Gunung Merapi masih ditutup, pengunjung tetap berdatangan ke kawasan tersebut yang berada di wilayah Dukuh Pajegan, Desa Tegalmulyo.

Kampung itu berada pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (Mdpl) dan disebut-sebut perkampungan lereng Merapi di wilayah Klaten paling tinggi.

Baca Juga: Kuras BPR Ceper Rp800 Juta, Komplotan Tipu-Tipu Lintas Provinsi Dibekuk

Di kampung itu, ada kedai bernama Sapuangin Coffe and Farm yang dikelola oleh kelompok pemuda setempat. Selain itu, ada sejumlah spot selfie dan warung yang dikelola warga.

Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, juga mengatakan Sapuangin kerap disandingkan dengan kawasan di wilayah paling ujung Tegalmulyo.

Dia juga menjelaskan nama tersebut juga digunakan untuk salah satu jalur pendakian ke puncak Merapi dari Tegalmulyo. “Tetapi untuk sementara pendakian ke Merapi masih ditutup,” kata Sutarno.

Berita Terkait

Espos Plus

Rehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

+ PLUS Rehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

Kesukaleraan menjalani rehabilitasi lebih efektif mengentaskan pencandu narkoba. Pendekatan hukum acap kali membuat pengguna narkoba tiarap dan enggan melaporkan diri ke institusi penerima wajib lapor.

Berita Terkini

Butuh 2 Tahun Bagi SMAN 1 Sragen Untuk Raih Gelar Adiwiyata Tertinggi

SMAN 1 Sragen menjadi satu dari sedikit sekolah yang berhasil meriah predikat Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan.

Jalan Sunyi Perpustakaan Umum Wonogiri

Perpustakaan Umum Kabupaten Wonogiri hanya dikunjungi maksimal tiga orang setiap hari.

9 Orang di Jateng Terpapar Omicron, Satu dari Sukoharjo

Sembilan sampel pasien Covid-19 di Jateng yang dites WGS dinyatakan terpapar Omicron, salah satunya dari Kabupaten Sukoharjo.

Selamat! 13 Sekolah di Sragen ini Lolos Adiwiyata Nasional dan Mandiri

Sebanyak 13 sekolah dari jenjang SD hingga SMA/SMK di Sragen berhasil menjadi Sekolah Adiwiyata baik tingkat nasional maupun mandiri.

Datangi Bengkel, Kapolsek Jatipurno Minta Aksesoris Motor Harus Standar

Kapolsek Jatipurno Wonogiri turun ke bengkel sepeda motor meminta pemilik bengkel tidak melayani pemasangan aksesoris motor tak sesuai standar.

Bupati Sukoharjo: Masyarakat Tak Perlu Takut Divaksin Booster!

Saat ini, BUpati mengungkapkan status Sukoharjo masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2.

Tepergok Coret-Coret Pintu Toko di Solo, 2 Pelaku Vandalisme Ditangkap

Tim Sparta Polresta Solo menangkap dua pemuda yang tepergok tengah melakukan aksi coret-coret pintu bekas toko di Jl A Yani, Rabu (19/1/2022) dini hari.

Keindahan WKO Bisa Dinikmati Maksimal di Gunung Kemukus pada Bulan Ini

Keberadaan Waduk Kedung Ombo menambah daya tarik Objek Wisata Gunung Kemukus di Sragen. Keindahan maksimal bisa dinikmati wisatawan saat air Waduk Kedung Ombo mencapai ketinggian puncak.

Kecemplung Kali Pas Naik Motor, Warga Trucuk Klaten Ditemukan Meninggal

Titik Dwi Sumiati, 60, warga Desa Gaden, Trucuk, Klaten, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Kali Kuning, Kecamatan Trucuk, Kamis (20/1/2022) malam.

Di Sukoharjo, Anak-Anak Diajak Naik Mobil Patroli Polisi Usai Divaksin

Adanya varian baru virus Covid-19 jenis Omicron menjadi tantangan bersama untuk menurunkan angka penularan dengan cara percepatan vaksinasi maupun penerapan protokol kesehatan.

Ini Rahasia Kenikmatan Seduhan Teh Kemuning

Cita rasa teh asli Kemuning, Karanganyar begitu sedap dan berbeda dari produk lain karena diolah dengan cara tradisional.

Sedapnya Teh Kemuning Karanganyar, Beda dari Pabrikan

Cita rasa teh tradisional dari perkebunan di Kemuning, Ngargoyoso, Jawa Tengah, amat sedap dan berbeda dengan buatan pabrik.

Ini Kronologi Motor Tukang Ojek Asal Jumapolo Dibawa Kabur Penumpang

Entah apa yang membuat Sabar Mualim, tukang ojek asal Matesih, Karanganyar, mau menyerahkan sepeda motornya dipinjam penumpang yang belakangan diketahui adalah penipu ini begitu saja.

Niat Cari Jalan Halus, 2 Truk Ini Terperosok ke Jalan Rusak di Sragen

Dua truk sarat muatan terperosok ke jalan yang rusak di Jl. Gabugan-Sumberlawang tepatnya di dekat SMPN 1 Tanon, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (21/1/2022).

Tega! Bukannya Bayar, Pengojek Solo-Karanganyar Bawa Kabur Motor Sabar

Sepeda motor milik tukang ojek asal Karanganyar, Sabar Mualim, 49, digondol penumpang saat mengantarkan dari Solo-Karanganyar, Kamis (20/1/2022).