Tutup Iklan

Asale Patung Macan Bambangan di Selogiri Wonogiri, Simbol Ketegasan

Begini sejarah Patung Macan di pertigaan Nambangan, Selogiri, yang hendak diganti dengan videotron.

Asale Patung Macan Bambangan di Selogiri Wonogiri, Simbol Ketegasan

SOLOPOS.COM - Patung macan di pertigaan Nambangan, Selogiri, Wonogiri. Foto diambil Selasa (22/9/2020). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI – Rencana penggantian patung macan di pertigaan Nambangan, Selogiri, Wonogiri dengan videotron dikritik warga dan pengguna media sosial (medsos).

Warga dekat patung macan, Erwan, 53, menyebut sebaiknya patung macan itu tetap dipertahankan. Menurut warga Nangger, Nambangan itu patung macan sudah menjadi ikon kawasan perbatasan Wonogiri-Sukoharjo.

Patung macan di Nambangan itu juga menjadi penanda lokasi yang sudah dikenal masyarakat luas. Apabila mau ditata, lebih baik patung dan area sekitarnya cukup dipercantik.

Ini Cawabup Paling Tajir di Klaten, Harta Kekayaan Senilai Rp7,2 Miliar

Warga Internet (warganet) pun banyak yang tak setuju. Mereka menyuarakan sikap melalui grup Instagram yang mengunggah berita Solopos.com terkait rencana Pemkab tersebut. Namun, ada pula yang setuju karena menganggap patung macan itu tidak mencerminkan identitas warga dan daerah.

Lalu, siapa sebenarnya yang membangun, kapan dibangun, dan apa filosofi patung macan itu? Informasi yang Solopos.com, peroleh dari sumber di Pemerintah Desa Nambangan maupun Pemkab, belum lama ini, patung macan itu dibangun saat pemerintahan periode II Bupati Begug Poernomosidi pada 2005-2010.

Mayat Pria di Selokan Tawangmangu Ternyata Korban Tabrak Lari, Pelaku Berhasil Ditangkap

Dibangun Zaman Begug Poernomosidi

Patung macan di Nambangan tersebut merupakan satu dari tiga bangunan yang dibangunan saat itu. Dua bangunan lainnya, yakni gapura perbatasan tidak jauh dari patung macan dan patung perempuan menunggang kereta kencana di Krisak, Selogiri.

Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri, Waris Kadarwanto, menginformasikan patung macan dan dua bangunan lain yang dibangun Begug tak tercatat sebagai aset daerah. Ketiganya dibangun tanpa menggunakan anggaran daerah. Dia belum mendapat informasi secara pasti tentang sumber anggaran pembangunan dan filososinya.

“Saya pernah melacak di BPKD [Badan Pengelolaan Keuangan Daerah]. Bangunan-bangunan itu tidak tercatat sebagai aset,” kata Waris.

Astaga! Pengepul Anjing di Sragen Jual Beras untuk Beli Anjing di Jabar dan Jatim

Solopos.com pernah menghubungi Begug untuk meminta penjelasan terkait patung macan di Nambangan dan penanda perbatasan lain yang dibangunnya. Namun, dia tak mengangkat telepon. Kini dia tinggal di Solo.

Wakil Bupati Wonogiri 2005-2010 (era Begug), Sumarmo, memberi jawaban. Dia mengonfirmasi bahwa patung macan dan dua bangunan di perbatasan lainnya dibangun atas ide Begug. Saat itu Begug menginginkan monumen yang memiliki filosofi Jawa kuat. Patung macan dibuat sebagai simbolisasi raja atau penguasa dan ketegasan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Telantar 1,5 Jam di RS, Pasien Covid-19 di Sragen Dibawa Pulang Keluarga

Keluarga pasien asal Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, dibuat kesal karena tidak ada rumah sakit yang mau merawat pasien tersebut setelah dinyatakan positif Covid-19.

Jaga Kota Solo Aman, Ormas dan Polisi Harus Lakukan Ini

Kondisi keamanan dan ketertiban Kota Solo merupakan barometer keamanan dan ketertiban skala Nasional. Oleh karenanya rasa persatuan dan kesatuan harus selalu terjaga.

Positif Covid-19, Tujuh Anggota TNI Jalani Karantina Di Benteng Vastenburg Solo

Tujuh anggota TNI positif Covid-19 saat hendak menjalankan tugas TMMD dan saat ini menjalani karantina di Benteng Vastenburg Solo.

4 Warga Meninggal Kena Covid-19, 1 Gang di Kota Mojokerto Lockdown

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, mengatakan saat ini tracing diperluas ke Sidomulyo gang 3.

Gas! Rute ke Gunung Telomoyo Magelang Pacu Adrenalin

Pengunjung yang akan ke puncak Gunung Telomoyo Magelang harus mempunyai kemampuan bersepeda motor yang baik agar sampai tujuan.

Duh! Gara-Gara Postingan Di Medsos, 6 Orang Rusak 2 Rumah Dan Aniaya Warga Mojogedang Karanganyar

Enam orang ditangkap polisi karena nekat rusak rumah warga Mojogedang, Karanganyar, gara-gara tersinggung dengan postingan di media sosial.

Prediksi Italia Vs Swiss: Misi Amankan Tiket 16 Besar

Timnas Italia berpotensi menjadi tim pertama yang menyegel tiket ke fase gugur Euro 2020 tapi harus menumbangkan Swiss dalam laga kedua Grup B.

Selamat, Warga Miri Sragen Dapat Grandprize Mobil dari BRI

Nasabah BRI Unit Gemolong II, Sragen, Wahyuningsih, mendapat hadiah mobil Suzuki All New Ertiga dalam Panen Hadiah Simpedes Semester II 2020.

Cegah Covid-19, Yuk Bikin Hand Sanitizer dari Ekstrak Daun Mangga

Tim pengabdian Riset Grup Plasma Science and Technology FMIPA UNS menggelar pelatihan pembuatan hand sanitizer berbahan alami cegah Covid-19.

1 Lagi Pasien Covid-19 Dari Klaster Masjid Paulan Karanganyar Meninggal

Jumlah kasus positif Covid-19 yang meninggal dari klaster masjid di Paulan, Colomadu, Karanganyar, bertambah satu orang.

Kasus Covid-19 Melonjak, PLN Jaga Keandalan Listrik Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, khususnya untuk tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

37 Adegan Ungkap Fakta-Fakta Pembunuhan Wanita di Waduk Kembangan Sragen

Tersangka pembunuhan wanita di Waduk Kembangan, Karangmalang, Sragen, memeragakan 37 adegan pada rekonstruksi yang digelar Polres.