Asale Martabak Telur, Ternyata Awalnya dari Tegal Hlo

Menurut sejarahnya makanan ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang saudagar asal India yang menikah dengan wanita lokal asal Lebaksiu bernama Hj Masniah.

 Ilustrasi martabak tuna (Id.openrice.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi martabak tuna (Id.openrice.com)

Solopos.com, TEGAL — Martabak telur adalah camilan yang mudah ditemukan di setiap kota di Indonesia. Camilan yang satu ini bisa ditemui mulai dari restoran ternama hingga lapak di pinggiran jalan. Namun tahukah Anda jika kuliner yang satu ini ternyata berasal dari Tegal, Jawa Tengah?

Dilansir dari Detik.com, Rabu (13/10/2021), martabak telur konon muncul di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Ketua Almarian (Asli Lebaksiu Martabak dan Jajan), H Maskun mengatakan bahwa menurut sejarahnya makanan ini kali pertama diperkenalkan oleh seorang saudagar asal India yang menikah dengan wanita lokal asal Lebaksiu bernama Hj Masniah. Keduanya membuka usaha martabak di Semarang dengan dibantu oleh kerabat dari Masniah.

Maskun mengatakan bahwa awalnya di tahun 1935, ada seorang saudagar yang kebetulan usahanya adalah menjual martabak di Semarang dan kebetulan saat itu berkunjung di Kabupaten Tegal, tepatnya di Kecamatan Lebaksiu dan mendapatkan jodoh warga setempat.

Baca Juga: Wadaw! Sampah di Purbalingga Bisa Setinggi Candi Borobudur, Kok Bisa?

Dalam menjalankan bisnisnya itu, Masniah berjualan mengikuti acara keramaian, seperti rolet atau komedi putar yang selalu berkeliling  daerah. Sepeninggal suaminya, Masniah melanjutkan usahanya bersama para saudara dan kerabat dekatnya. Lama kelamaan, saudara atau kerabat yang dulu menjadi karyawannya mulai membuka usaha sendiri setelah mendapat ilmu membuat martabak.

Maskun menambahkan saat keramaian itu selesai dan pindah ke tempat lain, para penjual martabak telur itu tidak ikut pindah. Mereka menetap dan membuka  usaha di tempat biasa mereka berjualan saat ada keramaian itu karena banyak warga yang menyukai. Setiap membuka usaha di tempat baru selalu membawa tetangga atau saudara dan hal itu terus menerus dilakukan di berbagai kota hingga akhirnya penjual martabak saat ini sudah tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia.

Budaya Wajib Memiliki Kemampuan Membuat Martabak Telur

Saat ini, hampir 80 persen warga Kecamatan Lebaksiu memiliki keahlian membuat martabak telur. Maksun mengatakan bahwa apapun pendidikan dan profesi warga Kecamatan Lebaksiu tetap tidak meninggalkan tradisi yang sudah diwariskan secara turun temurun, yaitu membuat martabak telur.

Baca Juga: Urap Latoh Khas Rembang, Tak Pakai Sayur Tapi Anggur Laut

Budaya membuat martabak telur itu wajib dimiliki oleh warga Kecamatan Lebaksiu. Dia mencontohkan kedua anaknya yang semuanya laki-laki dan lulusan universitas dan dia menekankan kepada kedua anaknya itu harus memiliki keahlian dasar membuat martabak meskipun nanti kedua anaknya memiliki profesi lain, seperti menjadi ASN, pengusaha atau karyawan perusahaan.

Sebagai makanan tradisional, camilan ini tetap disukai oleh masyarakat. Meski gerobak martabak berderet, setiap dari mereka selalu laku diserbu pembeli. Di jalan utama Kecamatan Lebaksiu saja sudah ada sekitar 20 gerobak penjual martabak telur. Meskipun sekarang penjual martabak telur sudah menjamur, namun warga Kecamatan Lebaksiu jika sedang mudik dari perantauan masih membeli martabak telur.

Maraknya gerobak martabak terlur di Tegal ini menunjukan bahwa tradisi leluhur ini masih tetap tertanam dalam diri mereka. Mawardi, pria berusia 60 tahun warga Kecamatan Lebaksiu ini dikenalkan oleh orang tuanya cara membuat martabak telur sejak masih berumur sembilan tahun.

Baca Juga:Kekeringan Terus, Kini Krisis Air di Pemalang Wis Beres

Di usia yang masih sembilan tahun pada 1972 itu, Mawardi sudah ikut berjualan martabak telur keliling Indonesia, mulai dari Solo, Makasar, Bali dan Bandung. Puluhan tahun berjualan martabak telur di tanah rantau akhirnya membuat Mawardi pulang ke kampung halaman dan membuka sendiri usaha jualan martabak telur.

Martabak telur adalah camilan yang terbuat dari adonan campuran telur, daging dan daun bawang yang diberi bumbu rempah. Adonan ini kemudian ditaruh diatas kembaran tepung sebagai pembungkusnya dan digoreng di wajan datar sampai garing. Meskipun terlihat mudah, proses menggoreng martabak telur ini perlu kehati-hatian agar semua sisi dan bentuk martabak sempurna saat sudah matang.

Martabak telur sendiri sudah sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Di seluruh kota, rasanya martabak gurih ini mudah ditemukan, bahkan martabak juga sudah merambah sampai ke luar negeri.


Berita Terkait

Berita Terkini

Dulu Sinyal Susah, Ganjar Datang Kini Internet di Desa Ini Ngebut

Peningkatan layanan Internet di desa itu sangat berpengaruh positif terhadap keberlangsungan pendidikan dan ekonomi warga.

Jateng Borong Penghargaan Proklim 2021 dari KLHK

Selain Pemprov Jateng, dua desa di Jateng yakni Sruni di Kabupaten Boyolali dan Sambak di Kabupaten Magelang memperoleh penghargaan tertinggi.

Penagih Pinjol Pakai Foto Porno Gajinya Rp3 Jutaan

Penagih pinjaman online yang dibekuk Polda Jateng mengaku mendapat gaji Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan.

Jalan Rusak di Banjarnegara Parah Banget: Brocel Kayak Sungai Kering

Kondisi jalan rusak di kawasan Krungrungan Asinan, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, dikeluhkan warganet karena wujudnya seperti sungai kering yang brocel-brocel.

Pinjol Ilegal Bunga Rp100.000/Hari, Nagih Pakai Foto Porno

Perusahaan pinjaman online ilegal di Jogja terbongkar, bunganya mencapai Rp100.000 per hari.

Sempat Dilaporkan Hilang, Pendaki Gunung Andong Ditemukan Selamat

Seorang remaja yang dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Andong, Kabupaten Magelang, sejak Minggu (17/10/2021) sore, dikabarkan telah ditemukan.

Sedih! SKTM Ditolak, Pasutri di Brebes Tak Bisa Ambil Bayi di RS

Kisah sedih dialami keluarga di Brebes yang tidak bisa membawa pulang bayinya dari rumah sakit setelah pengajuan SKTM ditolak.

Lakukan Pendakian di Gunung Andong, Remaja Magelang Hilang

Seorang remaja dikabarkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Andong, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng).

Begini Awal Terungkapnya Perbuatan Bejat Pelatih Voli di Demak

Perbuatan pelatih voli di Kabupaten Demak, yang mencabuli belasan atlet atau anak didiknya yang masih di bawah umur terungkap setelah salah satu korbannya hamil.

Hadapi Era Industri 4.0, UKSW Gandeng PT SCI Gelar Webinar

Guna mempersiapkan lulusan perguruan tinggi memasuki dunia industri 4.0, UKSW bekerja sama dengan PT SCI menggelar webinar dan rekruitmen.

Hendak Mesum di Musala, Pasangan ABG di Pekalongan Kena Gerebek

Sepasang ABG di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) diduga hendak berbuat mesum di kamar mandi sebuah musala.

Modus Baru! Narkoba di Bola Tenis, Dilempar dari Luar Lapas Kedungpane

Petugas mengungkap penyelundupan narkoba dengan cara baru di Lapas Kedungpane, Kota Semarang.

Polda Jateng Ungkap Kasus Pinjol Ilegal, Pelaku Ditangkap di Yogyakarta

Aparat Ditreskrimsus Polda Jateng mengungkap kasus pinjaman online atau pinjol ilegal yang beroperasi di Jateng.

Catet Lur! Jam Pelayanan Tes Antigen Stasiun Poncol Berubah

Jam pelayanan tes antigen bagi calon penumpang kereta api di Stasiun Poncol Semarang mengalami perubahan.

Kebakaran Grobogan, Rumah Kayu Milik Warga Ludes Kerugian Rp300 juta

Rumah kayu yang terbakar milik Harno warga Dusun Gade RT 002, RW 003, Desa Pojok, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.

Keterlaluan! Pelatih Voli di Demak Tega Cabuli 13 Anak Didik, 1 Hamil

Pelecehan seksual terhadap anak didiknya yang masih di bawah umur dilakukan seorang pelatih voli di Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng).