Kategori: Karanganyar

Asale Makam Mbah Minggir di Benowo Palur Karanganyar


Solopos.com/Chelin Indra Sushmita/Indah Septiyaning Wardani

Solopos.com, KARANGANYAR – Jalan menikung di sekitar makam Mbah Minggir di Benowo, Desa Ngringo, Karanganyar di dekat Terminal Palur mendadak menjadi perbincangan publik. Hal itu berawal dari video singkat yang diunggah di akun Instagram @jelajahsolo, Selasa (23/3/2021).

Video tersebut memperlihatkan potongan kayu yang menonjol di jembatan dekat makam Mbah Minggir. Kono, kayu di tengah jembatan itu tidak bisa dipindah.

Solopos.com memiliki arsip sejarah tentang asale makam Pangeran Benowo di Desa Ngringo, Karanganyar, atau yang dikenal dengan sebutan Mbah Minggir.

Baca juga: Jejak Prasejarah di Situs Watu Kandang Matesih Karanganyar

Asal-Usul Makam Mbah Minggir

Menurut kisah, dahulunya di daerah tersebut ditemukan sesosok mayat terapung di sekitar Dukuh Tempuran tersebut. Oleh masyarakat sekitar mayat tersebut dikenal dengan sebutan Mbah Minggir.

Mayat tersebut terus kembali kendati oleh warga berusaha dialirkan ke Sungai Bengawan Solo. Kemudian mayat tersebut terus berada dipinggiran sungai. Karena itu oleh masyarakat disebut Mbah Minggir. Namun ada warga yang menyebut mayat tersebut merupakan Pangeran Benowo.

“Dulu pernah akan dibuang dengan kayu yang ada di sekitar ditemukannya mayat itu. Namun gagal. Dan ternyata diketahui itu mayat Pangeran Benowo,” tutur sesepuh Desa Ngringo, Subagyo, saat diwawancarai Solopos.com, 3 Mei 2014.

Baca juga: CCTV E-Tilang Klaten Beroperasi 24 Jam, Langgar Lalin Kena Denda Mulai Rp100.000

Dikatakan Subagyo, mayat tersebut terus kembali hingga akhirnya oleh warga setempat memakamkannya di dekat kawasan Tempuran. Daerah yang kini dinamakan Benowo sering menjadi topik perbincangan masyarakat karena kayu yang ditemukan di sekitar mayat Mbah Minggir dijadikan sebagai jembatan Benowo.

Boleh percaya atau tidak, jembatan kayu tersebut hingga kini masih bertahan, kendati jalan di sampingnya telah diaspal.

“Dulu sudah pernah mau di aspal. Tapi gagal. Kejadian tersebut bukannya sekali, namun berkali-kali. Jembatan kayu tersebut tetap dipertahankan apa adanya,” terangnya.

Baca juga: Top 5 Kuliner Enak & Murah di Boyolali, Cuma Rp10.000-an

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita